CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
WANITA KASAR


__ADS_3

Terdengar ribut-ribut dihalaman rumah Papi Ali keluar untuk memeriksanya. Dihalaman rumah terlihat Satpam rumah sedang beradu mulut dengan seorang wanita yang mencoba untuk masuk kedalam halaman rumah.


"Maaf Nona ada tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam. Tolong anda jangan mempersulit saya." ucap satpam itu.


" Atas dasar apa kau tidak memperbolehkan aku masuk kerumah ini, apa kau tidak tau siapa aku." ucap gadis tersebut.


" Maaf Nona saya hanya menjalankan perinta. Saya mohon anda pergi dari sini."


"Tidak. aku tidak akan pergi dari sini kau tidak tau siapa aku. aku calon nyonya dirumah ini." ucap gadis tersebut dengan sombongnya.


" Ada apa ini." tiba-tiba suara Papi Ali terdengar dan seketika perdebatan mereka berhenti.


" Udin ada apa ini, kenapa ribut sekali." ucap Papi Ali .


"Maaf Tuan. Nona ini memaksa untuk masuk kedalam dan membuat keributan disini."


" Halo Om apa kabar." ucap gadis tersebut manis. Papi Ali yang melihat gadis itu hanya memasang wajah datarnya.


" Ada apa kamu kesini dan membuat keributan dirumah saya."


"Maaf Om saya hanya ingin menemui Arka." saat ingin menjawab pertanyaan gadis itu seseorang sudah lebih dahulu menjawabnya.


" Arka tidak ada dirumah." Mami Alin mejawabnya dengan nada yang ketus.


Mami Alin menghampiri suaminya bersama dengan Endri karena mereka melihat dari jauh kalau gadis yang tidak dia suka datang kerumahnya. Ya gadis itu adalah Siska

__ADS_1


" Untuk apa kau datang ke rumahku dan membuat keributan disini." ucap Mami Alin lagi.


" Saya ingin menemui Arka, apa Arkanya ada." Tanya Siska.


" Arka tidak ada dirumah, lebih baik kamu pergi dari rumah ini."


" Tante pasti bohong Arka ada didalam kan." Siska yang tidak sabar ingin menemui Arka dia menerobos masuk dengan tidak sopannya. Beruntung dengn cepat Endri menghadangnya


" Nona Siska tolong pergi dari rumah saya jangan membuat keributan disini." ucap Endri dengan dinginnya.


" Hey pengemis jangan menghalangi jalan ku dan ya ini bukan rumah mu. Kau hanya seorang gelandangan yang dipungut oleh keluarga ini. jadi ingat batasan mu." Mami Alin yang tidak terima anaknya dihina dengan emosi yang sudah memuncak menarik tangan Siska yang tamparan panas mendarat dipipinya.


Plak..


" Dia memang seorang pengemis dan gelandangan yang dipungut oleh Arka dijalan. Apa salah ku bicara seperti itu jika memang semua itu benar." Satu lagi tamparan mendarat dipipi Siska


Plak..


" Sekali lagi kau menghina anakku, aku akan melayangkan tamparan untuk mu ketiga kalinya. Endri adalah anak ku dan juga Tuan muda dikeluarga Khaleed dia bukan pengemis jangan kau hina anakku. Wanita jala*g seperti mu tidak pantas menghinanya." Mami Alin yang sudah emosi tanpa dia sadari sifat bar-bar yang selama ini dia tutupin kini muncul lagi.


Endri merasakan senang dan terharu, dia bersyukur dipertemukan dengan Arka dan keluarganya. Endri yang bukan siapa-siapa ini diberikan kasih sayang yang berlimpah dan juga mendapatkan kesempatan merasakan kasih sayang dari orang tua.


Karena tidak terima Siska dengan ucapan Mami Alin dengan emosi yang sudah naik, Siska mengangkat tangannya dan ingin menampar Mami Alin tapi sebuah tangan menghadangnya dan mencengkram tangannya dengan sangat kuat.


" Apa hak mu sehingga kau berani mengangkat tangan kotormu ini kepada Mamiku." suara berat itu terdengar sangat dingin dan menakutkan. Arka yang datang tepat waktu berhasil menghadang tangan Siska yang ingin menampar Mami Alin.

__ADS_1


" Arka..Aw Arka sakit." ucap Siska terkejut dan meringis kesakitan karena tangannya dicengkram kuat oleh Arka yang terlihat sangat menyeramkan.


Arka melepas cengkraman tangnnya dengan kasar yang memegang tangan Siska. terlihat sorot matanya seakan ingin membunuh wanita yang dengan berani menghina dan menyakiti kelurganya.


" Pergi kau dari rumahku, jangan pernah kau perlihatkan dirimu dihadapan ku." ancam Arka.


" Tidak aku tidak akan melakukannya, kau tau Arka aku sangat mencintaimu, kau milikku, aku akan selalu menemuimu." Siska yang sudah terobsesi kepada Arka tidak habis akal agar Arka menjadi miliknya.


" Terserah apa yang mau engkau lakukan, kau akan habis ditanganku jika berani-beraninya kau menyakiti keluarga ku lagi." Ancaman Arka tidak di gubris oleh gadis itu. Siska masih akan mengejar Arka sampai dia mendapatkannya.


" Sekarang kau pergi dari dari sini sebelum aku yang menyeretmu keluar dari rumahku." ucap Arka lagi.


Dengan rasa kesal Siska pergi dari sana. Dia akan selalu mendekati Arka dan akan mendapatkannya dengan cara apa pun.


.


.


.


Terima kasih untuk semuanya yang masih setia mendukung ku dan terima kasih juga dengan like, comment dan vote yang kalian berikan dan sekali lagi saya minta maaf jika cerita ku ini sedikit lamban karena dari awal saya sudah katakan jika cerita ini akan sedikit lambat jadi maklumi.


Sekali lagi jalan lupa tinggalkan jejak kalian dengan Like, Comeent, vote dan hadiahnya.


see you..

__ADS_1


__ADS_2