CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
SUATU PERMULAAN YANG BAIK


__ADS_3

Ghava yang bingung dengan teman-temannya yang tidak berhenti berdebat sadar jika kakanya tidak ada disana.


Ghava meninggalkan teman-temannya untuk mencari kakaknya itu. Ghava menyusuri lorong kelas mencari setiap sudut sekolah tapi dia tidak menemukan kakaknya itu.


Karena jam istirahat siang akan segera berakhir Ghava ingin kembali kekelas. saat itu tanpa sengaja dia melihat Kakaknya sedang menangis dipeluk dengan seseorang.


Ghava yang mendengar Kakaknya menangis segera menghampirinya saat Ghava mendekat ternyata orang yang dipeluk oleh Kakakny adalah Arka dan tanpa sadar dia memanggil Kakaknya itu


"Kak Ghani."


Suara panggilan Ghava membuat Arka dan Ghani menoleh kebelakang dan melihat Ghava berdiri disana.


Ghava menghampiri Kakaknya dan melihat sisa air mata dipipi Kakaknya itu.


"Kenapa Kakak menangis, apa ada orang yang berbuat jahat kepada mu. Siapa orang itu biar Ghava yang akan membalasnya." Ghava mengintrogasi Kakaknya.


Arka dan Ghani yang mendengar ocehan Ghava hanya tersenyumm Gahani turun dari kursi taman dan menghampiri Adiknya itu.


"Aku tidak apa-apa Ghava tidak ada yang mengganggu ku." jelas Ghani.


"Kalau tidak ada yang mengganggu mu kenapa Kakak menangis." tanya Ghava lagi.


"Aku menangis karena senang."


"Karena senang ???." ucap Ghava memerengkan kepalanya karena bingung.


"Iya karena tadi......" ucapan Ghani berhenti karena bel sekolah berbunyi.


Ting Tong...


Ting Tong...


Ting Tong...


"Ah sudah bell ayo kita kekelas, Papa Ghani masuk kelas dulu ya." ucap Ghani.


"Papa ??." Ghava yang mendengar Kakaknya memanggil Arka Papa bingun dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Ghani menarik tangan Adiknya untuk pergi kekelas dan melambaikan tangan ke arah Arka.


Ghava yang melihat kakaknya tersenyum mulai penasaran.


"Kakak kenapa kau memanggil Paman itu Papa. Bukanya Kakak melarang ku memanggil Paman itu Papa?." tanya Ghava.


" Iya itu benar Ghava, tapi Paman itu yang minta Kakak memanggilnya Papa, itu membuat Kaka sangat senang."


"Apakah itu benar Kaka. Apa aku juga boleh memanggilnya Papa."


"Tentu saja boleh, tapi lebih baik kamu bertanya padanya terlebih dahulu."


"Iya Kaka."


Keduanya masuk kekelas dan memulai pelajaran kembali.

__ADS_1


Masih ditaman Arka yang melihat kepergian sikembar sampai mereka tidak terlihat lagi, dia melihat buku yang Ghani bawak tertinggal dimeja itum


Arka mengambil buku itu dan terkejut melihat Endri sudah ada disampingnya sambil tersenyum.


"Astaga Endri apa kau mau membuat aku mati jantungan." ucap Arka kesal.


"Heehehe jika kau mati gimana dengan nasip ku ini." ucap Endri memelas


"Sudahlah aku tidak akan tertipu dengan wajah melasmu itu. sejak kapan kau disini."


"Sejak tiga puluh menit yang lalu dan buku apa ini." Endri mengambil buku yang dipegang oleh Arka.


"Oh itu bukunya Ghani. Aku mengajarkan soal yang sulit dia selesaikan."


" Eh tunggu sebentar ini kan buku lelas tiga SMP bagai mana dia bisa mengerjakan soal-soal ini dan coba kau lihat dia mengerjakan semua soal ini dengan tepat" ucap Endri yang dari tadi membolak balikan tiapa halaman di buku itu dan melihat hasil kerja Ghani.


Endri tidak menyangka Ghani anak lima tahun bisa mengerjakan soal Matematika kelas Tiga SMP. Secerdaa itu kah otak Ghani.


"Kau beruntung Arka memiliki anak secerdas Ghani dan Ghava memang benar apa kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, mereka sama seperti mu."


" Ya sudah ayo kita kembali kekantor, pekerjaan ku sendang menunggu." ucap Arka pergi sambil merampas buku yang Endri pegang.


"Heeyy mau kau bawak kemana buku itu Arka." teriak Endri.


" Mau aku bawak pulang." ucap Arka yang sudah menjauh dari Endri.


"Ck ada-ada saja, Arka tunggu aku." Endri mengejar Arka yang sudah menjauh darinya.


…………………


Saat dia memasuki lobi Perusahaan tersebut banyak mata yang terpesona melihat kecantikan wanita itu.


Dengan angkuhnya dia melepas kaca mata hitam yang sedari tadi dia kenakan.


Dia melihat sekeliling Perusahaan tersebut dan membuat dia takjub.


"Waahhh.... megah sekali Perusahaan ini baru kali ini aku masuk ke Perusahaan yang semewah ini, Khaleed Company perusahaan terbesar diAsia. Aku harus bisa membuat Tuan Muda Arkana Khaleed menjadi milik ku agar semua ini bisa menjadi miliki ku Kinan Lika." Ucap Kinan dengan pedenya.


Kinan datang kePerusahaan Arka untuk Menandatangani kontrak kerja sama dirinya dan Khaleed Company.


Kinan berjalan menuju Recepsionis dan bertanya tentang Arka.


" Selamat siang Nona, ada yang bisa saya bantu." ucap salah satu Recepsionism.


"Saya ingin bertemu dengan Tuan Arka."


"Apa anda sudah buat janji Nona."


"Untuk apa saya membuat janji, saya model Perusahaan ini. jadi saya tidak butuh membuat janji jika ingin bertemu Tuan Khaleed." Kinan dengan sombongnya memarahi Recepsionis itu.


"Saya minta maaf Nona tapi ini sudah peraturan dari Perusahaan ini, Jika mau anda bisa tunggu disana." Wanita Recepsionis itu menunjukan ruang tunggu.


Kinan berjalan sambil menghentak-mentakan kakinya sebal kearah ruang tunggu yang disediakan.

__ADS_1


"Ck lihat saja kau nanti jika aku sudah menjadi Nyonya muda keluarga Khaleed akan langsung ku pecat kau dari Perusahaan ini." ucap Kinan dalam hati.


"Sombong sekali wanita itu, sikapnya tidak secantik wajahnya."


"Apa kau tidak tau kalau dia yang akan menjadi model proyek baru Perusahaan ini."


"Oh pantas saja sombong, jangan sampai Pak Arka jatuh cinta sama dia."


" Itu tidak akan terjadi, kau tau sendirikan Pak Arka dinginnya seperti apa, dia tidak akan tertarik."


"Iya kau benar, sudah lah kita kembali bekerja tidak usah pedulikan nenek lampir itu."


Sudah hampir tiga puluh menit Kinan menunggu Arka tak lama kemudian Arka dan Endri berjalan memasuki lobi, Kinan yang melihat itu langsung merapikan penampilannya dan berjalan menghampiri Arka.


Dengan sedikit centil Kinan menghampiri Arka.


"Tuan Arka." Arka yang namanya dipanggil menoleh kebelakang dan melihat seorang wanita dengan pakaian sedikit minim.


"Selamat siang Tuan Arka perkenalkan saya Kinan Lika model Proyek yang baru." dengan centilnya Kinan mengulurkan tanganya.Dengan tatapan dinginnya Arka tidak membalasnya.


"Selamat Siang juga Nona Kinan. Anda pastinya sudah tau saya siapa jadi saya tidak perlu memperkenalkan diri lagi kan." ucap Arka dingin.


Kinan menarik lagi tangannya dan merasa kesal.


"Endri kamu urus semua surat kontrak kerja dengan Nona Kinan. Saya masuk keruangan dulu." ucap Arka yang pergi begitu saja.


"Baik Tuan, mari Nona Kinan ikutin saya." ucap Endri tak kalah dinginnya


Kinan yang sedari tadi menahan kesalnya hanya bisa melihat kepergian Arka.


"Cih dingin sekali dia, lihat saja nanti kau akan menjadi milik ku, Arkana Khaleed."


(hadeee kalau mengHalu jangan tinggi-tinggi neng).


.


.


.


.


.


.


.


Hay kalian semua terima kasih yang telah mengikuti novel pertamaku ini, walau pun novel ini masih banyak kekurangannya.


Tapi terima kasih dukungannya.


Saya akan membuat episode-episode selanjutnya akan menjadi lebih menarik lagi.

__ADS_1


Tetap terus dukung saya dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya


See you...


__ADS_2