
Terdengar teriakan dari ruangan pasien suster yang sedang bertugas saat itu langsung berlari menuju ruangan tersebut.
Dilihatnya pasien yang sempat koma beberapa minggu dengan luka parah ditubuhnya sudah sadarkan diri.
Segera suster tersebut langsung memanggil dokter yang merawat pasien tersebut. Dokter itu memeriksa keadaan pasiennya dan cukup terkejut karena pasien yang ditanganinya saat ini memiliki luka yang sangat parah dan ia juga diperkirakan akan bangun dari komanya untuk waktu yang lama.
Namun karena ia melihat pasien tersebut memiliki tekat yang kuat untuk sembuh, Dokter tersebut merasa senang karena perkiraannya saat itu tidak terjadi.
" Tuan, syukurlah anda sudah sadar." Ucap dokter itu senang.
" Dimana ini, aku harus pulang sekarang anak-anak ku sedang menangis dirumah." Ucap laki-laki tersebut panik dan berusaha untuk bangun.
Dokter mencegah laki-laki tersebut untuk bangun kerena luka yang ada ditubuhnya belumlah sembuh total.
" Tuan harap tenang, luka ditubuh anda belumlah sembuh dan masih harus dirawat. Anda harus tenang." Ucap Dokter tersebut.
Laki-laki tersebut tidak mendengar apa yang Dokter ucapkan dia terus memberontak untuk bangun.
" Tidak, aku tidak bisa disini, aku harus pergi anak-anak ku mencari ku mereka pasti menangis disana, lalu dimana saudara laki-laki ku, dimana dia dan bagai mana kondisinya." Ucap laki-laki itu sambil terus memberontak.
" Tuan, tuan harus tenang tidak boleh seperti ini luka anda akan kembali terbuka nanti dan untuk saudara laki-laki anda kami menempatkannya dikamar sebelah, saat ini kondisinya sedang kritis." Ungkap Dokter tersebut sambil memegang laki-laki tersebut dengan erat.
" Apa, dia kritis ? Tidak, tidak itu tidak mungkin, aku harus melihatnya." Laki-laki tersebut terus memberontak ingin bangun namun sebuah suara seketika menghentikan laki-laki tersebut brontak.
__ADS_1
" TUAN MUDA ARKANA." ucap orang tersebut yang membuat seorang dengan nama tersebut melihat kearahnya.
Ya, lelaki yang itu adalah Arkana Khaleed, lelaki yang sudah hampir sebulan menghilang tanpa jejak, entah bagaimana dia sampai ditempat itu dengan tubuh penuh dengan luka.
Arka melihat orang tersebut dan tidak mengenalnya namun entah mengapa Arka seakan pernah melihatnya.
Melihat Tuan mudanya berekspresi seperti itu laki-laki itu mendatangi bangkar tuan mudanya. Lelaki itu adalah Dino, pria itu yang sudah menemukan Tuan mudanya disaat dia dan tim nya mencari keberadaan Arka.
" Perkenalkan saya Dino, saya adalah orang kepercayaannya Tuan Ilyasyah Khaleed dan Tuan Ibrahim Naffeza dan ini adalah rumah sakit saya." Ucap Dino memperkenalkan dirinya.
Mendengar nama Ayahnya disebut, Arka terkejut mendengarnya, sebab selama ia dan Ayahnya tinggal bersama ia tidak pernah melihat atau pun mengenal Dino.
"Apa kau bilang, orang kepercayaan Papa ? Hah... Hahahahh." Arka tertawa dan seketika air matanya mengalir.
Arka kembali mengingat betapa hancur dan sakitnya saat Ayah yang ia sayangi meninggalkannya sendiri, ditambah lagi perginya wanita yang ia sangka menjadi tempat satu-satunya untuk bersandar dengan teganya wanita itu juga pergi denhan lelaki lain dan meninggalkannya.
Dino yang melihat masih ada Dokter dan perawat disana menyuruh keduanya untuk keluar, karena pembicaraan ini sangat rahasia dan tidak boleh ada satu pun yang mengetahuinya.
" Maafkan atas kesalahan yang saya perbuat Tuan mudah. Saya tidak bermaksud untuk meninggaglkan Tuan Ilyas disaat-saat terakhirnya. Saya bersikeras dan memohon kepada Tuan Ilyas untuk membantunya tapi Tuan sendiri yang menolaknya dan menyuruh saya untuk pergi jauh dari kota, saat itu saya menolaknya namun Tuan Ilyas mengancam saya. Tapi sebelum saya meninggalkannya Tuan Ilyas berpesan untuk selalu melindungi anaknya dari jauh dan beliau juga berpesan untuk selalu menjaga benda yang selama ini Tuan Ilyas dan Tuan Ibrahim jaga." ungkap Dino.
" Tuan Ibrahim ? jangan katakan dia Ayah kandungnya Khayra." terka Arka.
" Benar Tuan, beliau Ayah kandungnya Nona Khayra." Ucap Dino.
__ADS_1
" Lalu benda yang harus dijaga itu." tanya Arka yang masih tidak mengerti dengan apa yang Dino katakan.
" Benda itu berada dipulau pribadi Tuan Ilyas dan tidak ada satu pun yang tau pulau itu dimana, karena Tuan Ilyas sudah membuat pulau itu tidak dapat dijangkau oleh siapa pun bahkan satelit mau pun alat pendeteksi lainnya." ungkap Dino.
Arka yang mendengar ucapan Dino merasa tidak percaya bahwa sang Ayah memiliki pulau pribadi yang tidak dapat dijangkau oleh siapa pun karena Ayahnya tidak pernah menceritakan apa pun tentang pulau itu.
" Aku tidak mempercayai ucapan mu itu, karena aku tau Papa tidak memiliki pulau pribadi." ucap Arka yakin.
" Tidak apa-apa kalau Tuan Muda tidak percaya dengan ucapan saya, yang jelas saya sudah memberitau anda tentang ini." Dino tidak memaksa Arka untuk mempercayainya karena dia juga tau Tuannya tidak pernah menceritakan sesuatu yang ia rasa sangat berbahaya untuk keselamatan anaknya.
Arka tidak lagi bertanya tentang maksud ini semua, tubuhnya terasa lelah dan sakit untuk digerakan. Arka memilih untuk istirahat.
" Baiklah jika tidak ada lagi yang perlu dibicarakan aku ingin istirahat. Kau bisa datang lagi saat aku bangun dan nanti tolong antarkan aku keruangan Endri, aku ingin melihat keadaannya." ucap Arka.
" Baik lah Tuan Muda saya permisi dulu." ucap Dino yang langsung keluar dari ruangan itu.
Setelah kepergian Dino, Arka memikirkan kembali apa yang sebenarnya terjadi dan ia juga berfikir ternyata ia tidak begitu mengenal Ayahnya dengan baik.
" Khayra, apa kabarmu disana ? apa kau marah kepada ku karena sudah mengingkari janji kepada mu dan apa anak-anak kita baik-baik saja disana ? aku sangat merindukan kalian, maaf kali ini aku terlambat pulang dan tunggu lah aku pulang." ucap Arka sebelum matanya benar-benar tertutup.
Didepan pintu ruangan Arka, ternyata Dino masih berdiri disana, dia menelepon seseorng dan memberitaunya bahwa Tuan Muda mereka sudah sadar.
Setelah sambungan telepon mati Dion melihat kedalam ruangan Arka.
__ADS_1
" Maafkan saya Tuan Muda yang sudah meninggalkan dan membiarkan anda berjuang membangun kembali perusahaan dan kejayaan keluarga Khaleed saat diusia Anda sangat muda tapi setelah itu saya berjanji akan selalu berada disamping Tuan Muda untuk menghadapi musuh yang selama ini secara perlahan menghancurkan anda." ucap Dino berjanji.
Sedangkan dirumah sakit lain Khayra sudah berada didalam ruangan perawatan anaknya, setelah diperiksa oleh dokter dan mulai membaik Ghava dipindahkan keruangan VVIP atas permintaan Papi Ali.