CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
SEBUAH TEKA-TEKI


__ADS_3

Disisi lain Arkana yang sedang mengerjakan pekerjaannya dengan raut wajah dinginnya dan tiba-tiba menghentikan pekerjaannya.


Akhir-akhir ini emosinya tidak bisa dikendalikan banyak sekali yang Arkana fikirkan dan yang paling membuatnya lelah adalah sudah hampir lima tahun ini dia mencari gadis yang pernah tidur dengannya malam itu keseluruh kota tapi tidak ada satu pun titik terang yang mengarah kegadis itu.


Ditambah lagi tingkah laku Siska yang makin hari semakin gila tapi tidak terlalu Arkarna fikirkan, dan juga kasus tentang Ayah Arkarna yang dibunuh oleh seseorang masih belum ada kemajuan dan ditambah lagi hal yang membuat Arkarna marah bahwa kasus ini juga ada hubungannya dengan Ibu kandung Arkarna.


Flashback On


"Endri, bagai mana perkembangan tentang gadis itu apa kau sudah menemukannya ?" ucap Arkarna dalam ruangn kerjanya.


"Belum ada Tuan, anak buah kita yang sudah kita sebar keseluruh kota itu sampai sekarang belum ada kemajuannya." mendengar jawab Endri, Arkarna hanya bisa menghela nafasnya berat.


"Lalu apa kau sudah mengetahui siapa orang yang membantu Gubernur Julius itu untuk membunuh Ayah ku ?."


"Dari informasi yang kita dapat seorang yang membantu Gubernur Julius adalah seorang yang di panggil Tuan Zi, tidak tau siapa Tuan Zi ini yang jelas dia seseorang yang juga berpengaruh di dunia bisnis maupun juga dunia mafia dan....." ucapan Endri berhenti dan melihat kearah Arkarna.


Arkarna yang ditatap seperti itu merasa heran dan menyuruh Endri melanjutkan ucapannya.


"Dan apa End.."


"Dan ini juga ada hubungannya dengan Ibu kandung tuan." ucap Endri pelan.


Arkarna yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya kuat dan terlihat dari matanya ada kemarahan dan rasa benci yang sangat besar kepada wanita yang melahirkannya itu.

__ADS_1


"Kau lanjutkan pencarian mu Endri aku tidak mau tau kau harus menemukan baji**** itu dan cari tau ada hubungan apa wanita itu dengan kematian Ayah ku." ucap Arkarna tegas


"Baik Tuan." jawab Endri dan langsung meninggal kan ruangan Arkarna.


Flashback off


Kenangan masa lalu yang menyakitkan, yang seharusnya sudah terkubur didalam luka hati Arkarna paling dalam sekarang memaksanya untuk terbuka kembali. kenangan yang memaksanya berubah menjadi sosok yang kejam dan berhati dingin.


Saat sedang melamun hp Arkarna berbunyi dan menyadarkannya dari lamunannya.


Kriing..


Kriing..


"Assalamualaikum Mami."


"......"


"Tidak Mi, Arka tidak sedang sibuk, ada apa ya Mi ?"


"....."


" Oh baiklah Mi Arka akan mengambil Cake nya saat makan siang."

__ADS_1


"....."


"Baik Mi, Walaikumsalam."


setelah mematikan telpon nya Arkarna melihat jam ditangnnya dan sudah waktunya makan siang, tak lama kemudian Arkarna memanggil Endri keruangnnya.


"End keruangan ku sekarang." ucap Arkarna dan tak lama kemudian Endri datang.


"End ayo makan siang di luar sekalian kita mengambil pesanan Mami." ucap Arkarna sambil berjalan meninggalkan ruangannya dan diikuti Endri dibelakang.


..................


Suasana Cafe Hana saat ini sangat ramai pengunjung karena sudah waktunya jam makan siang. Khayra yang masih sibuk dengan pesanan Cake nya melupakan kedua anaknya yang masih belum iya jemput, Hana yang masuk ke dapur memanggil Khayra dan memberitau nya kalau dia akan pergi menjemput sikembar dan disetujui oleh Khayra.


selang beberapa menit mobil Hana sudah sampai didepan gerbang sekolah sikembar dan terlihat keduanya sedang menunggu di depan gerbang.


Hana keluar dari mobilnya dan menghampiri sikembar.


"Halo My Sweety. apa kalian sudah lama menunggu disini ? ."ucap Hana sambil memeluk keduanya.


"Tidak Ayi, kami juga baru keluar." jawab Ghava dengan senyum yang manis. Ghani yang dengan tatapan dinginnya hanya menganggukan kepalanya.


"Baik lah. Ayo kita pergi Mama kalian sudah menunggu kalian di Cafe." ucap Hana sambil menggandeng tangan keduanya berjalan menuju mobil dan meninggalkan sekolah sikembar.

__ADS_1


__ADS_2