CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
MEMBERI CINTA


__ADS_3

Kedatangan Arka membuat Ghani dan Ghava merasa senang, pasalnya mereka tidak pernah sarapan bersama dengan Papa mereka.


Tapi Kali ini Ghani dan Ghava bisa merasakan sarapan bersama kedua orang tua mereka.


Hana yang terkejut dengan kedatangan Arka kerumahnya pagi-pagi bertanya kepada Khayra tentang itu.


" Khay, tumben Papa anak-anak sudah datang pagi-pagi begini, ada apa." tanya Hana.


" Oh itu kata Mas Arka dia kangen dengan sikembar." jawab Khayra yang masih sibuk dengan masakannya.


" Apa dia datang sendiri." ucap Hana sambil melihat-lihat keruang tamu tepat kearah Arka yang sedang menemani sikembar.


" Kenapa, rindu dengan Tuan Endri yaa." Khayra meledek Hana yang membuat wajah Hana merah.


"Iiii siapa juga yang rindu." jawab Hana yang tidak terima dengan godaan Khayra.


"Yang benarrrr."


" Ish apaan si Khay godain mulu deh udah ah mana makann yang sudah siap biar aku susun." ucap Hana mengalihkan pembicaraan, jika diteruskan Hana tidak tahan menahan wajahnya yang memerah karena Khayra terus menggodanya.


"Hahahah.. Iya iya."


Khayra dan Hani membawa makanan yang sudah siap menuju meja makan, Khayra menyuruh Hana untuk menyusunnya sedangkan dia ingin memanggil Anak-anak dan Arka untuk sarapan.


Setelah semuanya sudah duduk dimeja makan, Khayra mengambilkan makanan kepiring Arka dan juga kepiring Kedua anaknya setelahnya mereka menyantap sarapan yang Khayra masak dengan lahapnya.


Sarapan pagi ini begitu menyenangkan dengan ditemani ocehan-ocehan sikembar membuat sarapan pagi ini begitu ramai.


" Papa, Papa mau mengantarkan kami kesekolah hari ini ?." tanya Ghava diselah-selah sarapan mereka.


"Tentu saja Baby, hari ini Papa yang akan mengantar kalian kesekolah."

__ADS_1


" Asikkk..." ucap Ghava dengan senangnya.


" Hari ini biar Mas saja yang mengntar anak-anak kesekolah ya." ucap Arka yang meminta ijin kepada Khayra.


" Apa tidak merepotkan Mas Arka, nanti kalau Mas datang kekantor terlambat bagai mana apa tidak apa-apa. Lebih baik anak-abak biar Khayra saja yang mengantar mereka." Khayra merasa tidak enak merepotkan calon suaminya itu karena takut jika Arka terlambat pergi kekantor.


" Tidak masalah, biar Mas saja yang mengantar dua jagon Papa ini." ucap Arka.


"Baiklah jika tidak merepotkan Mas Arka."


Setelah selesai sarapan Arka mengantar anak-anaknya kesekolah sedangkan Khayra pergi kecafe bersama Hana.


Disepanjang perjalanan menuju sekolah Arka banyak bercerita kepada kedua anaknya begitu pun juga sikembar tidak ada berhentinya mereka bercerita tentang kegiatan mereka disekolah, Arka yang mendengar cerita kedua anaknya dengan serius dan merespon setiap pertanyaan dari kedua anaknya.


Momen seperti ini ingin selalu dia rasakan, bersama dengan kedua buah hatinya menjadi mood bosternya untuk menjalani hari-hari yang melelahkan.


Arka ingin selalu berada disamping mereka, melindungi mereka dan selalu melihat perkembangan kedua anaknya itu .


Ingin rasanya Arka melindungi mereka dari orang-orang yang menyakiti mereka, menghapus air mata mereka dikala mereka sedih karena hinaan orang lain, menjaga mereka dikala mereka merasa takut ingin masa-masa itu Arka rasakan tapi takdir berkata lain semua itu Arka lewati dengan sia-sia.


Ingin dia kembali kelima tahun yang lalu tapi itu tidak lah mungkin itu semua sudah berlalu dan sekarang yang harus Arka lakukan adalah mengganti semua masa-masa lima tahun lalu yang terlewatkan itu dengan memberikan mereka semua kasih sayang dan cinta seorang Ayah.


Setelah menempuh perjalan tiga puluh menit mobil Arka sampai disekolah sikembar.


Arka turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk kedua anaknya.


Saat mengantar kedua anaknya menuju gerbang sekolah banyak pandangan mata tertuju kepada ketiga pria berbeda generasi itu, entalah apa yang mereka fikirkan.


Ada juga yang terkejut melihat Arka yang berjalan menggandeng tangan bocah kembar itu dan bertanya-tanya siapa anak-anak yang tuan muda dari keluarga Khaleed gandeng itu, ada hubunga apa tuan muda itu dengan bocah kembar itu dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan dan itu semua tidak terlepas dari pendengaran Arka.


Arka tidak menanggapai ucapan orang-orang itu yang mempertanyakan hubungannya dengan kedua anaknya, biarkan mereka dengan opini-opini yang mereka buat toh setiap orang bebas berpendapat asalkan mereka tidak mengusiknya dan menjelek-jelekan kedua anaknya Arka tidak mengambil pusing.

__ADS_1


Setelah mengantarkan kedua anaknya sampai kedepan pintu kelas mereka Arka pergi meninggalkan ruang kelas anaknya dan berjalan menuju tempat mobilnya terparkir dan segera pergi kekantor.


Tanpa Arka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan Arka disana dan itu adalah Siska yang tanpa sengaja melihat Arka turun dari mobil bersama dengan dua anak laki-laki yang keluar dari mobil Arka.


"Siapa dua anak kecil yang bersama dengan Arka tadi,apa mereka keponakan Arka ? tidak-tidak Arka tidak memiliki saudara kandung dia anak tunggal, apa mereka anak-anak dari pengemis itu tapi kemnapa anak-anak itu mirip sekali dengan Arka, apa jangan-jangan...tidak-tidak." Siska melajukan mobilnya meninggalkan halaman sekolah itu dengan semua pertanyaan-pertanyaan yang mengganggunya, entah lah mungkin saja dia akan mencari tau atau tidak memikirkannya.


Arka telah sampai dipertusahaannya dan disana sudah ada Endri yang menantinya didepan pintu lobi.


Arka yang melihatnya mengerutkan alisnya dia merasa heran tidak biasanya Endri menunggunya disana dan terlihat jelas sepertinya ada masalah.


" Selamat Pagi Tuan." ucap Endri yang kembali formal memanggil Arka karena sekarang mereka berada diperusahaan.


" Pagi, mengapa kau berdiri disini ada apa." ucap Arka sambil berjalan menuju ruangannya diikuti Endri disampingnya.


" Maaf tuan, sepertinya perusahaan kita yang ada di Berlin mengalami masalah besar dan sepertinya anda harus turun tangan."


" Apa, mengapa bisa begitu."


"Terjadi tindakan korupsi besar-besaran yang mengakibatkan saham diperusahaan itu anjlok dan terancam bangkrut." ucap Endri menjelaskan.


Arka yang mendengarnya mengepalkan tangannya kuat dan terlihat Arka mengeraskan rahngnya menahan emosi yang sudah menguap. Siapa yang sudah berani-beraninya mencari masalah dengannya.


Arka masuk kedalam ruangannya yang diikuti Endri dan melihat berkas laporan keuangan perusahaannya yang ada diBerlin sudah ada dimejanya.


Arka membacanya dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


" Apa kau sudah tau siapa yang melakukan semua ini."tany Arka


" Sudah Tuan, dan orang-orang tersebut sudah berada dimarkas kita yang ada diBerlin."


"Baiklah, persiapkan segalannya dan juga siapkan pesawat, kita akan berangkat sekarang."

__ADS_1


"Tapi tuan, tinggal beberapa hari lagi anda akan menikah dan sepertinya akan memakan waktu lama jika kita berada disana untuk menyelesaikan masalah itu."


__ADS_2