
Malam itu mereka berdua habiskan dengan mengobrol tentang sikembar Arka yang mendengar Khyra bercerita tentang kedua anaknya sangat takjub.
Karena bukan hanya wajah mereka yang copyan dirinya tapi ternyata semua yang ia sukai juga disukai kedua anak-anaknya.
" Oh iya mereka berdua juga sangat menyukai Cake strawberi dan tidak menyukai Cake lain selain cake itu, terkadang aku berfikir apa mereka tidak bosan memakan Cake itu saja. lalu mereka juga terkadang sangat usil dan Mas tau yang menjadi korban keusilan mereka ya siHana aku meresa kasihan kepadanya tapi Hana tidak pernah marah dan menganggap keusilan mereka makanan pembuka sebelum sarapan."
" Lalu apa lagi yang mereka sukai selain Cake dan menjahili Hana. Tolong ceritakan semua yang kalian lalui selama ini."
" Baik lah Mas, dari kecil mereka berdua sudah terlihat sangat pintar jadi diumur mereka dua tahun mereka sudah lancar membaca dan berhitung dari situ lah mereka selalu meminta membeli buku-buku pelajaran biasanya anak-anak diusia mereka akan meminta mainan dan bermain tapi anak-anak Mas berbeda dari anak-anak yang lain, aku sering merasa takut jika mereka seperti ini akan menjadi kepribadian yang tertutup dan tidak bisa bersosialisasi terhadap orang lain...."
"Tetapi semua aku tepis karena kenyataannya mereka memiliki banyak teman. Mas tau Ghani dan Ghava memiliki sifat yang berbeda ? Ghani cenderung dingin dan cuek kemana pun dia berada buku pelajaran akan selalu dia bawak . sedangkan Ghava kebalikannya dia sangat periang dan murah senyum dia sangat ramah kepada setiap orang."
"Sepertinya Ghani memiliki sifat yang sama sepertiku dan Ghava memiliki sifat seperti Mamanya ini." ucap Arka.
" Haha iya kamu benar Mas."
" Aku sangat bahagia memiliki kalian aku selalu berfikir kamu dan anak-anak tidak akan menerima ku dan akan membenci ku tapi aku bersyukur itu tidak terjadi kalian menerimaku, sekali lagi aku berterima kasih kalian menerima ku."
" Sudah lah Mas masalah itu tidak usah diungkit lagi biarkan semua itu menjadi takdir yang mempertemukan kita walaupun itu membuat aku hancur tapi aku juga bersyukur aku mendapatkan dua orang pangeran yang sangat hebat." Arka langsung memeluk erat Khayra seperti tidak ingin melepaskannya, sekali lagi air mata jatuh membasahi pipi Arka.
" Terima kasih kamu telah memberikan dua orang putra yang hebat, Terima kasih telah menjaga mereka dan memberika semua cintamu kepada mereka Terima kasih, terima kasih sayang."
"Iya sama-sama Mas. Jadilah Papa yang baik dan hebat untuk Ghani dan Ghava. Tolong berikan semua cinta dan sayang Mas untuk Ghani dan Ghava."
"Tentu, akan Mas berikan semuanya untuk mereka bukan hanya mereka saja tapi dirimu juga Khayra." Khayra menangis dan tersenyum bahagia dipelukan Arka.
Mereka mengobrol sampai tidak terasa malam telah larut. Mereka memutuskan untuk masuk kedalam dan istirahat. Khayra masuk kekamarnya untuk istirahat sedangkan Arka masuk kedalam kamar sikembar dan beristirahat juga disana.
Sambil menatap kedua anaknya yang sudah pulas Arka mencium sayang ujung kepala keduanya.
__ADS_1
" Papa berjanji akan memberikan kalian semua cinta dan sayang Papa kepada kalian. kalian adalah belahan jiwa Papa dan setengah nyawah Papa. Papa tidak akan membiarkan siapa pun yang menyakiti kalian dan juga Mama kalian. Papa janji akan menjaga kalian semua. I love you so much." Arka kembali memejamkan matanya dan ikut tidur disamping kedua anaknya.
********
POV GHANI
Keesokan paginya aku terbangun lebih dulu, aku merasa sangat nyaman dan hangat memeluk sesuatu yang berada disampingku, perlahan aku membuka mataku karena cahaya matahari dari jendela kamar mengganggu tidurku.
Aku sadar jika aku tidak sedang memeluk guling, kehangatan dan kenyamanan yang aku rasakan ini aku dapat dari seseorang yang tidur disebelah ku.
Ia benar, Sosok laki-laki yang selama ini yang aku yakini pada diriku adalah Papa kandungku, aku dan saudara kembarku selalu menginginkan dia manjadi Papa kami tapi Mama kami melarangnya karena kami tidak boleh mengaku-ngaku yang bukan menjadi milik kami tapi itu dulu, tapi sekarang keinginan kami menjadi kenyataan karena laki-laki ini adalah Papa kandungku .
Aku sangat senang dan juga sangat merindukannya, dia Papa ku, aku sangat menyayanginya. I love you Papa.
POV GHAVA
Terasa hangat dan nyaman ku rasakan namun aku tersentak dan membuka mataku. Ku lihat seorang laki-laki tidur diantara aku dan saudara ku.
Aku merasa ini seperti mimpi tapi ini adalah kenyataan, aku melihat Papa ku ada dihadapan ku, dia menemani aku tidur dan memeluk ku itu adalah hal yang ingin sekali aku rasakan selama ini jika Papa kandungku datang.
Dan itu aku rasakan sekarang karena Papa kandungku memeluk dan menemani aku dan saudara kembar ku tidur. Aku sangat bahagia karena keinginan ku dapat tercapai dan selamanya akan aku rasakan ini.
Aku mencintai mu Papa, aku mencintai mu. Jangan pernah lagi meninggalkan aku, kaka dan Mama. we love you so much.
*****
Arka menggeliat perlahan matanya terbuka dan hal yang pertama Arka lihat pandangan dua bocah kecil yang ada dipelukannya sedang menatapnya. Dia tersenyum dan mengecup kening kedua anaknya.
" Selamat pagi My baby boys Papa." Ghani dan Ghava tersenyum mendengar suara serak has bangun tidur dari Papa mereka.
__ADS_1
" Selamat pagi juga Papa."
"Apa kalian dari tadi hanya melihat Papa tidur. Mmm."
"Heheh habis Papa sangat tampan jika lagi tidur seperti Ghani." ucap Ghani dengan pedenya, Ghava yang mendengat ucapan dari kakaknya merasa tidak senang.
" Tidak kakak Papa tampan seperti aku, lihat, samakan." ucap Ghava tidak mau kalah sambil menempelkan pipinya yang gembul ke pipi Arka.
"Tidak Papa tampan mirip seperti kakak." akhirnya Ghani dan Ghava berdebat dengan hal yang membuat Arka kekeh.
" Sudah-sudah kakak, adek jangan bertengkar kalian berdua kan kembar dan pastinya kalian berdua tampan sama seperti Papa." ucap Arka untuk mererai perdebatan mereka.
Ghani dan ghava yang menyadari itu hanya bisa tersenyum karena memang benar yang dikatakan oleh Papa mereka.
" Yasudah ayo sekarang kita bangun dan mandi hari ini kalian sekolahkan."
"Iya Papa." akhirnya mereka bangun, Ghani dan Ghava langsung masuk kekamar mandi tapi sebelum sampai di kamar mandi Ghani dan Ghava menghentikan langkah mereka dan berbalik melihat Arka.
"Mmm...Papa mau tidak mandiin kami." ucp keduanya memohon dan akhirnya Arka menuruti keinginan kedua anaknya itu.
" Baiklah, tapi sebentar Papa telphone seseorang untuk mengantarkan pakaian ganti Papa."
"Oke, kami tunggu didalam ya Papa." ucap sikembar dan di iya kan oleh Arka.
Arka kemudian menelephone supir keluarganya untuk mengirimkan baju untuk Arka, setelah itu Arka pergi kekamar mandi yang sudah ditunggu oleh kedua anaknya.
Mereka bertiga sudah menyelesaikan mandi mereka. Arka melilitkan handuk dikedua anaknya dan juga dirinya. Arka dan kedu anaknya keluar dari kamar mandi dan tidak lama setelah itu pintu kamar sikembar terbuka dan Khayra muncul.
" KHAAAAAAAAA."
__ADS_1