CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
DRAKOR DADAKAN


__ADS_3

Hana dan Khayra menempuh perjalan empat puluh lima menit dari rumah ke Mall, tempat mereka ketemuan dengan Mami Alin. sesampainya di sana Hana memarkirkan mobilnya parkiran khusus mobil diMall tersebut .


Sebelumnya Mami Alin sudah memberikan lokasinya kepada mereka berdua jadi mereka kita repot-repot menemukan lokasi Mami Alin berada.


Setelah memarkirkan mobil, keduanya masuk kedalam Mall tersebut dan mereka melihat Mami Alin melambaikan tangannya kepada mereka.


" Maaf Tante kami terlambat ya? " Ucap Khayra mencium tangan Alin dan diikuti Hana juga.


"Tidak kok sayang, Tante juga baru sampai." ucap Mami Alin.


" Ya sudah ayok, kita jalan." ajak Hana dengan semangat.


Ketiganya berjalan berbarenga menyusuri Mall tersebut, memasuki toko ke toko untuk melihat barang-barang yang menurut mereka bagus.


Sambil dengan canda tawa yang mereka mengelilingi Mall tersebut, banyak pasang mata yang melihat ketiganya karena karena kecantikan mereka.


Mami Alin walaupun sudah berumur hampir setengah abad tapi dia masih tetap terlihat masih muda dan cantik


makanya banyak juga pengunjung Mall tersebut terpesona dengannya.


setelah satu setengah jam mereka berkeliling Mall tersebut dan ketiganya sudah menenteng belanjaan yang cukup banyak ya walaupun lebih banyak Mami Alin yang belanja, mereka memutuskan untuk makan siang.


Saat sedang mencari restauran untuk makan siang tiba-tiba Mami Alin dipeluk pinggangnya dari belakan dengan seseorang yang membuat Mami Alin terkejut dan begitu juga dengan Khayra dan Hana.


Saat melihat kebelakang Mami Alin mencubit pinggang laki-laki tersebut yang membuat laki-laki itu melepas pelukannya.


" Ya ampin Papi, mau bikin Mami jantungan ya." ucap Mami Alin kesal dengan perbuatan suaminya.


"Hehehe Maaf sayangku." ucap Papi Ali sambil memeluk istinya itu.


Tanpa keduanya sadari Hana dan Khayra yang melihat keromantisan kedua orang yang sudah tidak muda lagi itu hanya terdiam melihatnya, sadar kalau keduanya dilihatin oleh Hana dan Khayra akhirnya mereka menyudahi adengan romantis mereka.


Mami Alin memperkenalkan suaminya kepada Hana dan Khayra.

__ADS_1


"Oh iya Pi kenalin ini Khayra dan Hana dan Hana, Khayra ini suami Tante." ucap Mami Alin memperkenalkan ketiganya.


" Khayra Om."


"Hana Om."


" Saya Aliyansyah. Panggil saja Om Ali." ucap Papi Ali dengan Ramah.


" Oh jadi mereka yang selalu istri ku ceritakan itu yang ingin menjadikan mereka menantu, cantik dan sopan memang tidak salah istri ku memilih."


"Oh iya kenapa Papi bisa ada disini."


" Tadi Papi lagi rapat disekitar sini jadi tadi selesai rapat Papi melihat wanita cantik Papi ini lagi jalan sambil ketawa-ketawa. Ya jadi Papi samperin." ucap Papi Ali sambil memeluk mesra istrinya.


Khayra dan Hana yang kembali lagi melihat kesesraan Tante Alin dan Om Ali tersenyum iri.


"Is Papi malu tau dilihat Hana sama Khayra." ucap Mami Alin memukul pelan lengan Suaminya dan terlihat wajah Mami Alin sudah mereh karena malu.


" oh iya kalian mau kemana lagi ini." Tanya Papi Ali.


"Tadi kami mau cari restauran untuk makan siang Om." ucap Khayra


" Iya Om, karena tadi tiba-tiba ada insiden drama korea dadakan jadinya kami melihatnya dulu Om." ucap Hana yang membuat semuanya tertawa.


" Ya sudah ayo kita makan siang bersama kebetulan Om juga blm makan siang."


"Ayok Om, Tante." Ucap Khayra.


Keempatnya memasuki sebuah Reatauran yang terbilang cukup mewah di Mall tersebut untuk makan siang.


mereka mengambil tempat duduk diluar karena didalam sudah penuh terisi. mereka duduk berempat dan Pelayan pun datang dan memberi mereka buku menu.


Setelah memesan makanan tidak butuh lama makanan mereka datang dan tersusun rapi dimeja. Keempatnya menikmati Makan siang mereka dengan diselingi canda tawa tanpa adanya rasa canggung diantaranya.

__ADS_1


*******


Disisi lain ternyata Arka dan Endri juga sedang mengadakan pertemua di sebuah Mall tempat Mami Alin makan siang. Setelah selesai pertemuan, keduanya makan siang dicafe itu juga.


Endri yang sedang menikmati makansiangnya bersama Arka tanpa sengaja matanya melihat sesuatu disebrang Cafe tempatnya makan.


"Ar itu bukannya Mami sama Papi ya ." tanya Endri yang sedari tadi melihat disebrang Cafe. Arka yang melihat arah mata Endri terkejut melihatnya.


"Iya dan astaga itu bukannya Khayra ya." Ucap Arka sambil menyipitkan matanya agar dia bisa melihat dangan jelas pemandangan indah itu.


"Iya Ar, sepertinya Mami sama Papi sudah mengenal Khayra dan menyukainya, lihatlah mereka tertawa senang seperti itu."


"Ah syukurlah Mami sama Papi sudah mengenal Khayra dan menyukainya. Sekarang tinggal aku yang mengejar cintanya Khayra." ucap Arka sambil tersenyum melihat Mami dan Papinya tertawa senang seperti itu.


" Kau benar Ar, Aku pun juga senang jika Mami dan Papi juga menyukai wanita yang aku sukai." ucap Endri yang terus memandang diseberang sana.


" Jadi mau bergabung disana juga." Tanya Endri.


" Tidak perlu aku takut merusak suasanan dan membuat Khayra lari jika aku tiba-tiba ada disana. Kau tau sendiri kan semenjak aku bertemu dengan Khayra di kantor aku tidak pernah lagi berjumpa dengannya. Aku ingin menemuinya diwaktu yang tepat."


"Baiklah kalau itu yang kamu mau." ucap Endri dan mereka melanjutkan makan siang mereka dengan hati yang berbunga-bunga.


********


Dirumah Siska sangat kesal dengan sikap Arka kepadanya, dia menjadi sangat frustasi, Siska terus berfikir bagaimana caranya agar Arka menjadi miliknya dan bisa mencintainya, Siska tidak peduli dengan cara apa pun dia mendapatkan Arka, Arka harus menjadi miliknya.


Siska sangat mencintai Arka saat pertama kali dia bertemu dengan Arka enam tahun yang lalu Siska langsung jatuh cinta kepadanya dan pada saat yang bersamaan Siska mendapatkan misi dari pamannya untuk mendekati Arka, awalny dia tidak tau maksud dari ucapan pamannya kenapa dia disuruh mendekati Arka, namun Akhirnya dia mengerti kenapa pamannya menyuruhnya melakukan itu untuk mengambil sesuatu yang dimiliki oleh Arka tapi dia tidak tau itu apa.


Dengan senang hati dia mulai mendekati Arka. Awalnya Siska mengira Arka sangat mudah untuk dia dekati tapi nyatanya berbeda Arka sangat sulit dia dekati. Sudah berbagai macam cara Siska lakukan agar Arka mencintainya, Siska juga akan menghancurkan wanita-wanita yang mendekati Arka tapi nyatanya Arka tidak pernah sekali pun meliriknya malahan Arka sangat membencinya.


Tapi siska tidak pernah menyerah dengan cintanya itu Siska terus mengejar Arka hingga akhirnya cintanya itu berubah menjadi obsesi yang membuatnya gila.


"Aku harus memilikimu, kamu milikku tidak ada wanita lain yang bisa memilikimu hanya aku yang berhak untuk memilikimu, jika aku tidak bisa memilikimu wanita lain juga tidak bisa memilikimu, ARKANA."

__ADS_1


__ADS_2