CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
MELAMARMU...


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mobil yang membawak Khayra dan Arka telah sampai ditempat tujuan.


Khayra melihat sekeliling tempat itu yang dia lihat sebuah bangunan yang cukup besar seperti rumah kosong yang tidak terawat dan terlihat menyeramkan.


Terlihat ilalang-ilalang tumbuh tinggi dengan liar disekitar pekarangan rumah tersebut bukan itu saja suasana rumah tersebut membuat bulu guduk Khayra berdiri.


Khayra merasa bingung kenapa Arka membawanya kesini, untuk apa ? yang Khayra fikir mereka akan pergi ke tempat yang bagus mungkin untuk bisa berbincang dengan santai.


Tapi nyatanya, diluar ekspetasi yang Khayra fikirkan.


Arka yang bersiap untuk turun dengan tiba-tiba tangan Khayra menghentikan kegiatannya.


" Mas kita dimana, kenapa kita datang ketempat seperti ini." tanya Khayra dengan raut wajah yang terlihat ketakutan.


Dengan lembut Arka mengenggam tangan Khayra yang saat ini memegang lengan kekar Arka itu.


" Sudah kamu ikut saja." ucap Arka sambil tersenyum.


"Tapi Mas..."


"Sudah ayo ikut Mas." Arka dan Khayra akhirnya turun dari mobil bersama. Dengan sedikit rasa takut Khayra mengikuti langkah kaki Arka sambil menggenggam tangannya.


Mereka berdua memasuki halaman rumah tersebut dan perlahan Arka membuka pintu rumah itu.


Ketika pintu rumah terbuka secara bersamaan lampu rumah tersebut menyala dan betapa terkejutnya Khayra melihat isi dalam rumah itu.


Rumah yang awalnya terlihat sangat menyeramkan tampak dari luar seketika rumah tersebut terlihat sangat indah dengan lampu-lampu cantik yang menghiasi dan menerangi rumah tersebut serta taburan kelopak bunga mawar bertabur diatas lantai dan juga sudah tersusun meja dan dua kursi yang diletakan tepat ditengah-tengah ruangan itu dan juga sudah tersaji makanan disana.

__ADS_1


Khayra yang melihatnya sangat takjub, dia tidak menyangka ruangan itu terlihat sangat cantik dan indah tidak ada kesan seramnya seperti pertama kali Khayra melihatnya.


Arka menuntun Khayra yang masih dengan tatapan takjubnya, mereka menuju meja yang sudah disediakan.


Arka menarik kursi itu dan mempersilahkan Khayra duduk setelah itu Arka duduk dikursinya.


Khayra masih terkagum-kagum dengan rumah yang dihias sedemikian cantiknya.


" Ayo, kita makan dulu habis itu baru kita bicara." ucap Arka.


Khayra dan Arka menikmati makan malam romantis mereka. Setelah selesai makan sesuai yang dikatakan Arka akhirnya mereka bisa bicara.


" Mas, ada yang ingin Khay bicarakan tentang ki..." ucapan Khayra terpotong karena jari Arka menyentuh bibir Khayra bertanda untuk diam.


" Mas tau apa yang ingin kamu katakan tapi sebelum itu tolong dengarkan Mas terlebih dahulu." Khayra menurutinya dan mendengar apa yang ingin Arka katakan.


Arka memperbaiki duduknya dan seketika mata Arka menatap dengan serius kearah wanita yang duduk didepannya itu.


" Khay, sebelumnya maafkan Mas atas kesalahan yang sudah Mas lakukan kepada mu lima tahun yang lalu dan pastinya itu membuat hidupmu menderita..."


"Kau mengandung dan melahirkan kedua pangeran tampan ku tanpa adanya diri ku disisimu pada saat itu, kau juga merawat mereka sendirian dengan memberikan banyak cinta untuk mereka. Mas mohon maafkan atas semua perbuatan yang telah Mas lakukan ini dan Mas juga berterima kasih kepada mu karena tidak membuang dan membenci kedua belahan jiwa Mas itu dan sekarang..." ucapan Arka terhenti, dia mengambil sesuatu dibalik jasnya dan itu sebuah kotak yang terdapat cincin berlian.


" Mas ingin kamu juga menjadi pelengkap belahan jiwa ini, Khayra mau kah kau menjadi istri dan pendamping hidupku, kita bangun kebahagian kita, aku ingin hidup bersama-sama denganmu dan anak-anak sampai maut memisahkan kita ." Seketika Khayra terkejut dan terharu tanpa sadar air mata ini mengalir tanpa seizinnya.


Mendengar ungkapan itu hati Khayra bercampur aduk dan tentunya rasa senang yang mendominasi semua ekspresinya.


" Iya...iya Mas Khay mau, mari kita bangun kebahagiaan kita bersama dengan anak-anak." setelah mendapatkan jawabannya Arka langsung memasangkan cincin dijari manis Khyara.

__ADS_1


Dan tanpa diduga Khayra mendapatkan kejutan lagi saat mendengar teriakan dari kedua anaknya.


"Mama, Papa selamat." ucap Ghani dan Ghava berbarengan.


Khayra yang terkejut mendengar teriakan kedua anaknya sontak saja membalikan badannya kebelakang dan ternyata kedua anak-anaknya juga berada disana, dan bukan kedua anaknya saja ternyata semua keluarga Arka juga Hana sahabatnya juga berada disini.


Mami Alin yang menjadi saksi lamaran anaknya untuk wanita yang dicintainya dangan rasa bahagianya menghampiri Khayra dan langsung memeluknya.


" Selamat sayang, Mami senang kau dan Arka akhirnya bisa bersatu." ucap Mami Alin sambil mengelus kepala Khayra.


" Selamat nak, semoga kalian bahagia dengan keluarga kecil yang akan kalian jalani dan juga selamat datang dikelurga besar Khaleed dan untuk kamu boy jaga selalu menantu Papi ini jangan lagi kau sakiti dia." ucap Papi Ali yang berada disamping Arka.


" Papi tenang saja akan Arka buat Khayra bahagia dan akan Arka ganti lima tahun kenangan buruk itu dengan memberikannya seluruh cintaku Pi." ucap Arka dengan penuh keyakinan.


Itu janjinya yang sejak lima tahun lalu dia ucapkan jika dia dapat menemukan Khayra tidak akan ada lagi luka yang dia goreskan dihati Khayra, yang ada hanya kebahagian dan cinta yang akan dia berikan kepada Khayra.


"Haaa Khay selamat, kebahagianmu akhirnya datang semoga ini adalah akhir dari kesedihanmu." Hana sangat terharu dan juga merasakan kebahagian yang akhirnya Khayra dapatkan.


Karena dialah orang yang selalu bersama Khayra dan tau apa yang Khayra rasakan, perjuangan yang melelahkan jiwa dan ragannya untuk kedua anaknya tanpa campur tangan Hana akhirnya membuahkan hasil yang bahagia.


Tiada yang dapat menggantikan malam ini yang membuat Khayra bahagia. Khayra merasa seperti wanita paling beruntung didunia.


Masa lalu yang membuatnya menderita sendiri semenjak kedua orang tuanya meninggalkannya selama-lamanya, prilaku Mama dan Saudari tirinya yang memeperlakukannya dengan tidak baik, serta kenyataan pahit yang harus dia terima bahwa sang Ayah yang selama ini dia tau meninggal karena sakit pada kenyataannya Ayahnya telah dibunuh itu membuat Khayra menjadi orang yang kuat walau dalam hati ini tidak sanggup lagi, tapi dengan kehadiran Arka serta orang-orang yang mencintainya membuat Khayra bersyukur.


Dibalik kesedihan yang Allah berikan akan ada kebahagiaan yang juga menghampirinya.


Setelah ucapan selamat diberikan kepada keluarga Arka dan juga sahbatnya, mereka semua menikmati makanan yang ternyata juga sudah dipersiapkan untuk semua orang yang ada disana.

__ADS_1


Canda, tawa terdengar sangat heboh dalam rumah itu, tidak ada kecanggungan dilamanya yang ada hanya kehangatan kebersamaan.


" Jadi sayang, kamu kapan lagi akan menyusul Arka untuk membawa menantu kedua Mami kerumah kita."


__ADS_2