CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
PULANG II


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya pesawat jet milik Papa Arka akhirnya mendarat dengan mulus dipacuan landasan.


Mereka tiba saat saat malam hari dan memutuskan untuk langsung kerumah sakit keluarga Khaleed untuk mengecek keadaan Arka dan juga Endri.


Jet pribadi tersebut mendarat di bandara pribadi milik keluarga Khaleed. Beberapa orang pengawal sudah disiapkan disana, karena mengetahui Tuan Mudanya tidak aman dan dalam bahaya Dino menyiapkan beberapa orang pengawal untuk menjaga semuanya.


Mobil pribadi dan Ambulan juga sudah stenbay disana. Arka yang duduk dikursi roda mulai turun dari pesawat disusul dengan Endri yang masih dengan keadaannya dibantu oleh beberapa pengawal membawak bangkarnya menuju Ambulan yang sudah disiapkan.


Arka sudah naik kedalam mobilnya bersama dengan Dino, mobil yang membawanya berjalan meninggalkan bandara tersebut.


Butuh waktu emoat puluh lima menit, mobil yang membawak Arka akhirnya sampai dirumah sakit pribadinya, terlihat beberpa dokter dan perawat yang sudah menunggu karena mereka sudah diberi tau kalau keluarga pemilik rumah sakit akan datang tetapi mereka tidak mengetahui kalau Tuan Muda yang dinyatakan hilang satu bulan sudah kembali.


Dilain sisi setelah menidurkan kedua anaknya Khayra menemani Hana yang sedang menonton TV, mereka masih berada dirumah sakit, Khayra tadi menyuruh Ghani untuk pulang bersama Hana karena dia tidak ingin Ghani juga ikut sakit jiga berlama-lama disini namun Ghani tidak ingin pulang dan merengek untuk tetap disini, karena tidak tega dengan rengekan Ghani akhirnya Khayra mengizinkannya.


" Maaf Han, aku merepotkanmu lagi." ucap Khayra.


" Kamu tidak merepotkan ku Khay, kau dan sikembar adalah keluargaku satu-satunya yang aku punya jadi jangan menganggap diri mu merepotkan aku." ucap Hana sambil tersenyum.


mereka melanjukan acara menonton mereka.


" Khay.." panggil Hana.


" Iya". Khayra mengalihkan pandangannya menatap Hana.


" Apa kau tau beberapa hari lalu ada dua orang yang mencari mu." ucap Hana yang tiba-tiba mengingat perkataan tetangga sebelah rumahnya yang mengatakan kalau beberapa hari lalu ada yang mencari Khayra.


Selama Ghava dirumah sakit Mami Alin memaksa Hana untuk tinggal dirumahnya bersama dengan Ghani untuk menemani Mami Alin dan selama itu Hana tidak pernah pulang kerumah dan beberpa hari lalu ia memutuskan pulang kerumahnya untuk sekedar membersihkannya.


Namun belum sempat masuk kerumah tetangga Hana menghampirinya dan memberi tau kalau ada yang mencari Khayra, saat Hana tanya siapa tetangganya itu mengatakan kalau ia tidak mengenal orang itu dan orang itu juga tidak mengatakan siapa mereka.


" Oh iya, siapa." tanya Khayra.

__ADS_1


" Tidak tau, Kata tetangga samping rumah orang yang mencari mu seperti preman, apa kau mengenal mereka." Tanya Hana.


Khayra yang mendengar itu terkejut, karena dia tidak pernah mengenal atau pun berurusan dengan preman.


" Tidak, aku tidak mengenalnya dan aku juga tidak pernah berurusan dengan preman." ucap Khayra heran.


" Lalu siapa mereka ya dan kenapa mereka mengenal mu." ucap Hana yang juga sama herannya.


Selama Hana mengenal Khayra, ia tidak pernah melihat Khayra mengenal atau berurusan dengan orang-orang seperti itu.


" Kok tiba-tiba perasaan ku tidak enak ya, Ah sudahlah mungkin cuma perasaan ku saja." ucap Hana dalam hati.


Khayra masih memikirkan itu masih terus menerka-nerka siapa yang mencarinya itu dan untuk apa.


Ditempat lain tepatnya disebuah Mension yang cukup mewah seorang laki-laki paru baya sedang menghajar anak buahnya yang tidak bisa untu menjaga dua tikus kecil.


" Apa yang sudah kalian lakukan, kenapa untuk menjaga dua tikus kecil saja kalian tidak bisa." teriak pria itu.


" Tidak tuan, dia tidak mengatakannya dan dia juga sepertinya tidak mngetahui apa pun tentang peta itu." jelas anak buahnya yang menahan rasa sakit diwajahnya.


" Apa, tidak mungkin Tuan muda itu tidak mengetahuinya pasti dia berbohong." terka pria itu.


" Tidak tuan, ia tidak berbohong karena kami juga menyiksanya agar dia mengatakanny." ucap anak buah itu.


" Lalu bagai mana dengan asisten pribadinya, apa dia mengatakan sesuatu."


" Lelaki itu juga tidak mengatakan apa pun Tuan, sepertinya mereka tidak mengetahui apa pun."


Lelaki yang mendengar penjelasan anak buahnya merasa tidak percaya, tidak mungkin anak dari mantan sahabatnya itu tidak mengetahui dimana peta itu berada. jika anaknya sendiri tidak tau lalu dimana peta itu berada.


Kembali lagi dimana Arka yang sudah sampai dirumah sakit pribadinya, semua para Dokter yang menunggu kedatangan keluarga Khaleed dibuat terkejut akan kedatangan Arka, si tuan muda yang dinyatakan menghilang itu.

__ADS_1


Dan yang membuat semuanya terkejut, penampilan Arka yang sangat berbeda. Rambut gondrong dengan kumis tipis yang tumbuh dirahangnya, bandan yang terlihat kurus dan terlihat ada beberapa luka termasuk Kedua kaki Arka yang dipasang gips yang mengharuskan Arka untuk dikursi roda.


Dan ditambahnya lagi melihat kondisi Endri yang terlihat lebih mengenaskan. Setelah bangkar Endri diturunkan Dokter yang berada disana segera membawanya untuk pemeriksaan, Arka juga dibawa untuk diperiksa.


Karena malam sudah larut Arka memutuskan untuk menginap dirumah sakit walau keadaannya sudah lebih baik. Sedangkan Endri harus dirawat intensif.


Malam berganti pagi matahari terbit menyinari, waktu telah menunjukan pukul delapan pagi Khayra sedang memberesan keperluan Ghava selama dirumah sakit kedalam tas karena pagi ini Ghava dinyatakan boleh pulang.


Setelah semuanya selesai Khayra membantu anaknya untuk mandi, selesai dengan mandinya Khayra memakaikan baju Ghava. Ghani yang terlebih dahulu siap sedang menikmati sarapan roti bakar yang tadi Hana beli dikantin rumah sakit sambil menonton TV.


" Mama...hari ini Adek pulang ya." tanya Ghava yang sedang dipakaikan baju oleh Khayra.


" Iya sayang, hari ini adek pulang." jawab Khayra sambil mencium Ghava.


Setelah semuanya selesai dan semuanya sudah serapan ketukan pintu terdengar, Khayra langsung membukannya dan ternyata yang datang supir pribadi keluarga Khaleed yang dikirim langsung oleh Mami Alin.


" Selamat pagi Nona, apa semuanya sudah siap." ucapnya Pak Ujang dengan ramah.


" Pagi juga Pak Ujang, kami sudah siap." ucap Khayra.


Pak Ujang mengambil tas keperluan Ghava dan membawa mereka semua menuju parkiran.


Mobil tersebut membawak mereka menuju rumah keluarga Khaleed, karena keinginan Mami Alin untuk tinggal disana mau tidak mau mereka menyetujuinya.


setelah menempuh perjalanan empat puluh menit akhirnya mereka sampai, terlihat Mami Alin dan Papi Ali menunggu kedatangan mereka.


Khayra, Hana dan juga sikembar turun dari mobil dan disambut dengan peluka.


" Oma..Opa.." teriak keduanya. Mami Alin langsung memeluk kedua cucunya dengan hangat.


" Oh cucu-cucu Oma, I miss you." ucap Mami Alin.

__ADS_1


" I miss you too, Oma." jawab keduanya.


__ADS_2