
Arka melupakan sesuatu yang sangat penting, ya tentang acara pernikahannya yang hanya tinggal menghitung hari saja.
Arka tidak menyangka akan masalah perusahaannya yang ada diBerlin mengalami masalah saat pernikahannya yang akan diselenggarakan sebentar lagi.
Tidak mungkin untuk menunda pernikahan mereka yang hampir 100% selesai hanya karena masalah perusahaannya, dia harus memikirkan solusi yang terbaik untuk masalah ini agar hari pernikahaannya tidak ditunda.
" Baiklah End, Aku akan memikirkannya dulu kau urus saja semua yang akan kita dibutuhkan disana."
" Baiklah tuan." setelah Endri keluar dari ruangan, Arka terus memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah perusahaannya yang diBerlin sebelum hari pernikahannya.
Ditempat lain Siska datang menemui Lukman dikediamannya, Siska sudah mengetahuinya kalau Lukman sekarang tinggal dikota ini agar dia mudah untuk mengawasi targetnya yaitu Arka.
Siska masuk kedalam rumah mewah tersebut setelah Maid dirumah itu mempersilahkan dia masuk.
Siska duduk diruang tamu menunggu datangnya Lukman, tak lama kemudian Lukman pun datang.
" Apa yang membuatmu untuk datang kesini." ucap Lukman langsung.
" Hay Paman, lama kita tidak berjumpa." ucap Siska santai saat Lukman sudah duduk dihadapannya.
" Cihh, tidak perlu kau berbasa basi, apa tujuanmu datang kesini, apa tugas yang aku berikan kepadamu sudah berhasil. sepertinya kau gagal terlebih dahulu sebelum kau berhasil mendekatinya. Lihatlah dia sebentar lagi akan menikah." ucap Lukman.
Mendengar itu membuat Siska marah tapi dengan pintarnya dia menyembunyikanya.
" Dia belum resmi menikah Paman, masih ada waktu untuk mendapatkannya kembali dan aku tau bagaimana merebutnya kembali." ucap Siska dengan senyum liciknya.
" Ohh, percaya diri sekali kamu."
" Ayolah Paman ini akan menarik."
"Mmmm apa rencana mu ?."
" Paman tidak perlu tau apa rencanaku, Semua rencana sudah berjalan tinggal sedikit sentuhan rencana akan berhasil." dan sisanya Paman yang akan mangurusnya, ucapnya dalam hati.
"Bagimana Paman." Siska meyakinkan Lukman untuk membantunya, agar semua rencana yang dia jalankan dapat berjalan lancar.
Dengan rasa percaya dirinya tentang rencananya yang akan berjalan dengan mulus, Siska juga membutuhkan seseorang dibelakangnya untuk mendukungnya jika sewaktu-waktu semua rencananya tidak berhasil dan dapat merugikannya dia tidak sendirian, karena Lukman akan bersama dengannya untuk membantunya.
" Jadi bagai mana Paman, apa Paman mau berkerja sama dengan ku." tanyanya lagi.
" Baiklah aku akan membantumu, karena kau seperinya begitu yakin dengan rencana yang kau buat akan berhasil."
" Baiklah Paman, senang berkerja sama denganmu." ucap Siska.
__ADS_1
Akhirnya rencananya akan berjalan dengan apa yang iya inginkan. Dengan begitu akan menjadi mudah untuknya.
--^^--
Disebuah pulau terpencil terlihat seorang dengan terburu-buru berjalan memasuki Mansion, sepertinya ada sesuatu yang ingin segera ia laporkan kepada seseorang.
Pria tersebut masuk kedalam ruangan yang terlihat seperti markas yang terletak dibawah tanah.
Didalam ruangan itu terlihat Banyak terdapat berbagai macam senjata api serta senjata api laras panjang dan berbagai macam bom yang sudah siap maupun yang masih dirakit serta masih banyak lagi senjata-senjata api yang bernilai sangat fantastis lainnya.
Pria tersebut menjumpai Jaka yang kebetulan dia berada disana. Dengan sedikit berlari pria tersebut mendatangi Jaka.
" Selamat siang tuan Jaka." ucap Pria tersebut.
" Oh kau Andi, ada apa kenapa kau datang kemari." tanya Jaka.
" Saya ingin melaporkan Tuan, Lukman dan orang-orangnya sedang berusaha untuk melacak letak dimana pulau ini berada dengan bantun seseorang yang ahli hecker, mereka juga berencana untuk membalas dendam kepada Tuan muda Arka serta mereka juga akan menghabisi seluruh keluarga Khaleed setelah mereka menemukan pulau ini, bukan itu saja seorang wanita yang bernama Siska sepertinya wanita itu keponakan dari Lukman mendatangi kediaman Lukman dan sepertinya dia juga merencanakan ingin menghancurkan keluarga itu." ucap Pria yang bernama Andi itu.
" Apa ? lalu apa rencana wanita itu."
" Saya belum mengetahuinya Tuan."
"Kamu terus awasi wanita itu, sepertinya akan ada kekacawan yang akan wanita itu perbuat dan berhati-hatilah jangan sampai membuat mereka curiga kepadamu."
Andi adalah seseorang mata-mata profesional yang diutus untuk menyusup kedalam markas Lukman dan menjadi anak buahnya.
Andi mengawasi semua setiap pergerakan dari Lukman dan melaporkan semuanya kepada Jaka dengan begitu Jaka dapat tau apa yang sedang direncanakan oleh Lukman.
Bukan cuma Andi yang dia utus untuk menjadi mata-mata didalam Markas Lukman tapi ada sekitar 20 orang yang sangat profesional untuk menyusip menjadi anak buah Lukman tanpa Lukman sadari.
Karena Jaka menyadari kalau konflik ini akan sangat berbahaya untuk semua orang jika saja pihak lawan satu langkah di hadapannya.
Jaka memerintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan orang-orangnya untuk membahas tentang langkah apa selanjutnya yang akan mereka lakukan.
--^^--
Sedangkan diPerusahaan Arka masih memikirkan solusi untuk masalahnya, dia memanggil Endri untuk meminta pendapatnya mengenai ini.
Tok..Tok..
Pintu ruangan Arka diketuk dan tak lama kemudian Endri masuk kedalam.
" Iya tuan, anda memanggil saya."
__ADS_1
" Tidak usah terlalu formal Endri." ucap Arka datar.
" Hehehehe.. maaf. iya ada apa kau memanggilku."
Arka bangkit dari duduknya dan berpindah duduk disofa tepat didepan meja kerjanya.
" Duduklah End." Perintah Arka yang jengah melihat Endri.
" Ada apa. kau masih belum memutuskannya." tanya Endri santai karena dia tau apa yang Arka fikirkan.
" Tidak, aku sudah tau apa yang akan aku lakukan."
" Lalu."
" Aku harus memberitau Khayra tentang masalah ini dan membicarakannya."
"Itu keputusan yang bagus, segeralah beritaunya waktu kita tidak banyak semakin lama kita menyelesaikannya semakin banyak kerugian yang kita dapatkan."
" Baiklah kalau begitu, apa kau sudah mempersiapkan semuanya."
" Sudah semuanya tinggal menunggu perintahmu."
"Mmm.." Endri keluar dari ruangan Arka dan melanjutkan pekerjaannya.
Arka mengambil ponselnya dan mencari kontak Khayra untuk menghubunginya.
Tut..tut..
" Halo Assalamualaikum Khay."
"Waalaikum salam Mas, Ada apa."
" Apa kau sedang sibuk sekarang."
"Tidak Mas, Khay sedang berada disekolahan sikembar. Ada apa."
"Oh bisa kau datang kekantor ku sekalian bawaklah anak-anak kesini."
" Bisa mas, sebentar lagi mereka akan keluar."
" Baiklah Mas tunggu iya. Assalamualaikum."
"Iya Mas, Waalaikum salam."
__ADS_1
Setelah selesai menelepon Arka kembali melanjutkan pekerjaannya yang masih belum selesai karena masalah ini fikirannya bercabang dan berakhir pekerjaannya terabaikan.