
Walau Ghani dan Ghava sembunyikan rasa sedihnya tapi hati seorang ibu pasti akan merasakan jika anaknya sedang bersedih.
Khayra yang melihat sikap kedua anaknya seperti ada yang mereka sembunyikan.
Khayra ingin menanyakannya, Khayra masuk kekamar kedua anaknya dia melihat sikembar sedang membaca buku.
"Sayangnya Mama.."ucap Khayra berjalan mendekati mereka
"Iya Mama." ucap Ghava berusaha tersenyum.
" Kalian sedang apa, kenapa belum tidur." ucap Khayra beralasan.
" Kami sedang membaca buku cerita Mama, sebentar lagi kami tidurnya." jawab Ghava.
" Mmm baiklah, oh iya bagai mana hari ini disekolah apa menyenangkan ." tanya Khayra.
Sikembar yang mendengar pertanyaan Khayra sedikit terkejut tapi dengan cepat mereka tepiskan Khayra yang sempat melihat mereka terkejut dengan pertanyaannya jadi semakin curiga.
"Ada apa sayang." Khayra melihat anaknya tidak menjawab, Khayra bertanya lagi.
"Kami tidak apa-apa Mama." Ghani menjawab pertanyaan ibunya itu.
" Dan tadi disekolah sangat menyenangkan." kali ini Ghava yang menjawab.
"Oh benarkah, tapi Mama melihat kalian sedang menyembunyikan sesuatu dari Mama, ayo cerita sama Mama." ucap Khayra.
Sikembar yang mendengar perkataan Ibu mereka hanya menunduk, mereka bingung untuk menceritakan yang terjadi disekolah tadi, mereka takut menyakiti hati Ibu mereka jika mereka menceritakannya.
" Apa kalian tidak mau cerita kepada Mama." ucap Khayra dengan memasang wajah sedihnya.
__ADS_1
"Ta..tapi Mama janji tidak akan marah dan bersedih jika kami beritahu." ucap Ghani sedikit gugup.
"Oke baik lah."
"Mmm ta..tadi disekolah kami berjumpa dengan Papa, Ma." ucap Ghani yang sedikit pelan namun bisa Khayra dengar.
Duaarrr...
Bagai tersambar petir disiang bolong Khayra terkejut setelah mendengar ucapan anaknya itu tanpa terasa Khayra menangis dan seketika ingatan-ingatan tentang malam itu terputar kembali yang sedikit Khayra mengingatnya.
Tidak mungkin anaknya berjumapa dengan laki-laki itu dan bagaimana mereka bisa tau kalau memang itu ayah mereka sedangkan Khayra sendiri tidak tau siap Laki-laki yang bersamanya pada malam itu.
Banyak pertanyaan difikiran Khayra saat ini. Ghani dan Ghava yang melihat ibu mereka menangis keduanya panik.
"Mama..Mama." ucap keduanya.
"Maafkan kami Mama. kami salah." ucap lagi Ghani menatapnya menyesal.
Melihat kedua anaknya tersebut seperti itu Khayra tersenyum menyembunyikan rasa sakit dihatinya.
"Tidak apa-apa sayang Mama tidak bersedih kok mata Mama hanya kemasukan debu makanya mengeluarkan air mata." ucap Khayra berbohong.
"Benarkah itu Mama." ucap mereka dan langsung memeluk ibu mereka.
Khayra yang mendapatkan pelukan dari kedua anaknya tersenyum dan mengusap kepala mereka.
"Oh iya Mama mau tanya, bagai mana kalian tau jika itu Papa kalian." ucap Khayra melepas pelukannya.
"Karena wajahnya sama seperti kami Mama sangat mirip." ucap Ghava dengan semangatnya.
__ADS_1
"Benar Ma, Mama bilang wajah Papa mirip kami berarti dia Papa kami." ucap Ghani.
Didalam hati Khayra ada sedikit kelegahan saat mendengar ucapan kedua anaknya, Khayra tersenyum dan mengusap kepala keduanya.
"Sayang dengarkan Mama kita tidak boleh sembarangan mengaku jika orang itu Papa kalian karena wajahnya mirip dengan kalian. Didunia ini banyak orang yang wajahnya sama sayang jadi lain kali jangan seperti ini ya." ucap Khayra memberi pengertian kepada kedua anaknya.
"Jadi Paman itu bukan Papa kami ya Ma." ucap Ghava dengan wajah sedihnya begitu juga Ghani.
Khayra mengusap pipi genbul keduanya " Jika suatu saat Papa kalian pulang pasti dia akan mencari kalian maka dari itu Ghani dan Ghava berdoa kepada Allah supaya kalian bisa cepat bertemu dengan Papa." Ucap Khayra menghibur mereka.
" Iya Mama kami akan berdoa supaya Papa cepat pulang, karena kami sangat merindukannya." ucapa Ghava.
"Baik lah ini sudah malam sekarang kalian tidur biar besok tidak terlambat kesekolahnya." ucap Khayra
"Baik lah Mama, selamat malam." ucap keduanya dan menarik selimut mereka.
"Malam kesangannya Mama." ucap Khayra sambil mencium kening keduanya.
Setelah kepergian Khayra, Ghani dan Ghava bangun dari tidurnya dan mereka berdua berdoa bersama.
"Ya allah Ghava dan Kak Ghani ingin sekali ketemu Papa, kami sangat merindukan Papa, Ghava ingin sekali tidur besama dengan Papa seperti teman-teman Ghava ya Allah." ucap Ghava memohon.
" Ghani juga ingin tidur dengan Papa dan Ghani juga ingin dipeluk oleh Papa ya Allah." ucap Ghani.
"Ghava mohon kabulkan doa Ghava dan Kak Ghani ya Allah suruh Papa cepat pulang kami merindukannya."
"AMIN."ucap keduanya dan kemudin mereka pergi tidur kembali.
Khayra yang sedari tadi masih berdiri dibalik pintu kamar anaknya dia mendengar doa dari kedua anaknya itu hanya bisa menangis dan hanya kata "Maaf" kepada anaknya yang bisa ia ucap.
__ADS_1