
Hallooo... semuanya Readers ku tersayang, tercinta dan teruyuk-uyuk apa kalian merindukan ku heheheheh.
Maaf jika sudah beberapa hari ini tidak update karena banyaknya pekerjaan didunia nyata yang tidak bisa ditinggal jadi maklumi ya.
Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada para Readersku yang masih setia menunggu setiap episode dari Novel ini dan juga yang mendukung Novel ini. Aku mencintai kalian 💕.
 .
.
.
Hari pun sudah menjelang gelap, malam pun menghampiri sudah hampir lima jam Khayra pingsan tapi belum ada tanda-tanda Khayra akan sadar.
Arka yang masih setia mendampingi Khayra menjadi cemas dengan keadaan Khayra yang belum sadar-sadar, begitu juga dengan Ghani dan Ghava entah sudah berapa kali mereka bertanya kepada sang Papa kapan Mama mereka akan sadar tapi jawaban yang mereka terima selalu sama jika Mama mereka sedang tidur dan keadaannya baik-baik saja.
mereka tau kalau Papa mereka bicara seperti itu karena Papa mereka sendiri pun juga tidak tau kapan Mama mereka akan bangun.
waktu menunjukan pukul sepuluh malam rumah besar tersebut sudah terlihat sunyi karena para penghuni sudah pada beristirahat dikamar mereka masing-masing.
Terlihat Khayra menunjukkan akan bangun perlahan Khayra membuka mata dan terlihat sangat lemas, seketika ia teringat dengan pembicaraan Arka dan Endri yang tidak sengaja Khayra dengar.
Seketika dia menangis dan Arka yang sedang tertidur disamping Khayra dengan posisi duduk dilantai menggunakan tangannya yang di jadikannya penompang untuk kepalanya sedangkan tangannya yang lain masih senantiasa menggenggam tangan Khayra.
Perlahan bangun karena terganggu dengan suara isak tangis Khayra, dengan sedikit panik Arka mendekati wajah Khayra dan mengelus lembut kepalanya.
"Hiks..hiks...hiks...."
"Sayang, kau sudah bangun. Kenapa menangis apa ada yang sakit ayo bilang kepada ku." Arka menghapus air mata yang membasahi pipi Khayra dengan lembut.
" Mas... apa benar yang kamu katakan tadi tentang Papa ku." ucap Khayra sambil menangis terisak.
Arka yang mendengar pertanyaan Khayra tidak bisa menjawabnya karena dia sendiri pun belum yakin dengan masalah itu karena dia dan Endri masih mengumpulkan semua informasi tentang masalah ini semua.
Khayra yang melihat Arka yang tidak menjawab pertanyaannya dia langsung memegang tangan Arka.
" Mas..Mas Arka, kenapa Mas diam saja." Arka yang mendengar itu langsung membalas pegangan tangan Khayra dan terus mengelus surah Khayra.
__ADS_1
" Sayang dengarkan Mas, Mas tidak bisa menjawab pertanyaanmu itu. Mas juga belum mendapatkan bukti apa pun kalau semua yang kamu dengar itu benar atau tidak. Aku dan Endri masih menyelidikinya untuk mencari tau..."
"...Jadi berhentilah menangis seperti ini."
" Tapi Mas jika Papa beneran meninggal karena dibunuh kenapa mereka melakukannya Hiks...apa salah Papa ku Mas Hiks...Hiks.." Arka segera memeluk tubuh Khayra yang masih lemas itu untuk menenangkan Khayra.
"Sssshhuuuttt.... sayang tenanglah dan berhentilah menangis, Mas akan menyelidikinya dan mencari tau semuanya jadi Mas mohon tenang kan diri mu jangan terlalu banyak fikiran. Kamu percaya kepada Mas, Oke."
"Hiks.. Iya Mas.."
Arka melepaskan pelukannya dan menghapus lagi air mata Khayra dengan sayang.
" Sekarang tenang lah dan jangan menangis lagi apa kau tau, kau membuat ku dan anak-anak khawatir kau sudah tidak sadarkan diri selama 8 jam dan itu membuat ku tidak tenang."
"Maafkan aku Mas. Tapi dimana anak-anak."
"Mereka sudah tidur bersama Mami dan Papi sekarang ayo kamu juga harus banyak istirahat jangan terlalu banyak fikiran, oke."
" Iya Mas. tapi Mas tidur dimana ? " tanya Khayra karena dia melihat kalau sekarang dia berada dikamar Arka.
Arka masih mengelus kepala Khayra dengan sayang, melihat wanita yang dia cintai seperti ini membuatnya sedih dan juga marah.
" Aku harus segera menyelesaikan ini semua, aku harus mengetahui secepatnya siapa Lukman Putra Likana itu dan apa tujuan dia melakukan ini semua aku tidak mau melihat Khayra bersedih lagi sebaiknya aku harus bertindak."
Setelah Arka melihat Khayra sudah tertidur dengan pulas dia bangkit dan berjalan neninggalkan Khayra dikamar itu untuk beristirahat dikamar sebelah.
Arka tidak mau tidur satu kamar dengan Khayra , karena mereka bukan pasangn suami istri walaupun Khayra sudah memaafkannya Arka tidak mau kejadian lima tahun lalu terjadi lagi yang membuat Khayra membencinya dan pergi darinya.
*******
Jauh ditempat lain seorang pria yang terlihat sangat kacau sedang bersembunyi, karena luka-luka yang ia dapat membuat dia tidak sanggup lagi untuk berlari.
Dengan nafas yang tersengal-sengal pria tersebut mengambil ponselnya didalam poket jaket yang ia gunakan.
" Aku harus menghubungi Jaka, aku tidak tau lagi sampai kapan aku bisa bertahan." pria tersebut mencari nomor yang akan dia telpon. Setelah tiga kali terdengar nada dering akhirnya seorang yang diseberang telphone mengangkatnya.
" Hallo Jaka ini aku, Dino." pria tersebut adalah Dino yang sedang dikejar-kejar oleh anak buahnya Lukman.
__ADS_1
"Astaga Dino, kau dimana aku lelah mencari mu kemana-mana."
"Maafkan aku,aku tidak punya waktu lagi, sekarang kau dengarkan aku baik-baik tolong kau jaga Tuan muda sesuai dengan perintah Tuan sepertinya Lukman sudah mencurigai kalau Tuan muda memiliki peta itu..."
"APA...Bagaiman itu terjadi, jadi selama ini rencana kita sia-sia." ucap Pria disebrang sana terdengar panik.
" Aku juga tidak tau, Sekarang dia sudah mengutus keponakannya untuk mendekati Tuan Muda, jadi selalu kau awasi Tuan Muda dan seperti biasa jangan sampai Tuan muda mengetahui kita mengawasinya."
"Baiklah, tapi katakan kepada ku kau ada dimana dan kapan kau akan kembali kemarkas."
" Aku sedang bersembunyi dari kejaran orang-orang Lukman dan aku tidak tau kapan akan kembali tapi aku akan berusaha secepatnya datang kemarkas."
" Baiklah jaga diri mu baik-baik aku akan tunggu kabarmu."
" Baiklah." Dino mematikan ponselnya dan untuk sementara dia beristirahat dibangunan tua itu.
*******
Hana yang sedang mengerjakan pekerjaannya dirumah merasakan jika rumahnya ini kembali lagi seperti enam tahun lalu tersa sunyi dan sepi.
Tidak ada terdengar suara dua pangeran kecilnya yang selalu membuat keributan dirumahnya.
" Haaa....rumah ini kembali lagi seperti enam tahun lalu terasa sepi. Aku merindukan dua pangeran ku sedang apa sekarang mereka ya." Hana yang merasa rindu dengan sikembar, karena tadi Hana diberitahu oleh Endri kalau Khayra dan anak-anak akan menginap disana.
Hana mengambil ponselnya untuk menelepon mereka saat melihat ke layar hpnya keinginan itu dia urungkan karena jam sudah menunjukkan jam tidur sikembar.
" Sepertinya mereka sudah tidur, besok saja deh sepertinya mereka akan pulang. Sebaiknya aku tidur rasanya hari ini aku lelah sekali semua badan ku terasa sangat letih." Hana membereskan semua berkas-berkas pekerjaannya yang ada dimeja itu dan Hana masuk kekamarnya untuk beristirahat..
.
.
.
Jangan lupa tinggal kan jejak kalian dengan like, comment dan vote banyak-banyak.
See you.
__ADS_1