CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
MENCARI CARA


__ADS_3

Khayra tidak kembali keCafe dia melajukan motornya pulang kerumah, Dengan badan yang masih bergetar dan fikiran yang masih kalut, Khayra berusaha menerjang padatnya lalu lintas.


Tak lama kemudian Khay sampai dirumah dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Khayra masih dengan rasa cemasnya, dia dengan berusaha meredahkan perasaannya dan gemetar di badannya.


"Tidak, Ghani dan Ghava adalah anak-anak ku. milik ku dia tidak bisa mengambilnya ah ya Allah bantu aku."


Ketika kecemasan masih melandanya terdengar suara Adzan waktu Ashar berkumandang, seperti mendapat sedikit petunjuk.


Khayra berjalan masuk kekamar mandi mengambil wudhu dan menjalankan sholat ashar dengan khusuk.


Tampak Khayra menangis didalam doa nya. Khayra mengadu kepada Allah tentang kesedihan dan kecemasannya.


" Ya Allah, ya Tuhan ku, hanya pada mu lah aku mengadu tentang perasaan ku yang tidak menentu rasa bimbang, rasa takut dan cemas yang melanda hati ku. ya Allah ya Tuhan ku apa kah ini takdir yang engkau tulis untuk ku jika ini memang Takdirku apa aku terlalu egois dengan semua ini, Aku hanya memiliki kedua anak-anaku saja mereka adalah hidupku, mereka belahan jiwaku jika laki-laki itu mengambil mereka maka aku tidak sanggup hidup lagi. ya Allah berikan lah hanba petunjuk atas semua masalah ini jika memang Laki-laki itu Ayah kandung anakku tolong jangn pisahkan aku dari anak-anak...Amin." Khayra menghapus air mata nya dan membereskan perlengkapan sholatnya.


Terlihat matanya yang sembab di rebahkan badannya yang lelah ketempat tidur ada rasa legah dihatinya setelah Sholat walau hanya sedikit.


Tapi kebingungan masih dia rasakan. " Apa yang akan terjadi jika laki-laki itu mengetahui dia memiliki dua orang anak dari ku, apa dia akan menerima anak-anaknya, apa dia akan memberikan kasih sayangnya kepada anak-anak ku dan apa keluarganya menerima anak-anakku juga." banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul difikiran Khayra.


Saat Khayra sedang memikirkan nasibnya suara telephone mengejutkannya, diraihnya benda pipih itu dan melihat Hana memanggilnya.


"Hallo Assalamualaikum Han"


"........"


" Aku ada dirumah maaf ya aku tidak baĺik keCafe tiba-tiba tadi aku tidak enak badan."


"......"


"Iya aku baik-baik saja."


"......"


"Apa anak-anak ada disana aku merindukan mereka"


"......"


"Baik, segeralah pulang, oh iya Han bisakah kau keswalayan untuk belanja bahan makan malam, aku tidak sempat belanja tadi."


"........"


"Baik lah . Walaikumsalam."


Setelah mengakhiri telponnya Khayra bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya.


………………


Ditempat lain beberapa jam sebelumnya


Endri yang sudah menghubungi Hana untuk ketemuan, Dia menjalankan mobilnya menuju Cafe Hana tempat yang mereka janjikan.


Flashback on


Setelah diperintahkan Arka untuk mencari informasi tentang Khayra, Endri mengambil gawai nya dan mencari nama Hana dikontak telponnya dan menghubunginya.

__ADS_1


" Halo Assalamualaikum Han"


" Walaikum salam End, ada apa ?."


"Apa kau sibuk sekarang bisa kita bertemu ada yang ingin aku bicarakan."


"Tidak, aku baru sampai Cafe karena meting diluar, bagai mana kalau kamu datang kecafe ku


"kita ketemu disana aja."


"Baik lah kalau begitu aku jalan kesana sekarang."


"Baik lah, Assalamualaikum."


"Walaikumsalam."


Flashback off


Sesaat kemudian Endri sampai diCafe Hana. setelah memarkirkan mobilnya Endri masuk keCafe untuk bertemu Hana.


"Selamat datang Tuan, untuk berapa orang." tanya pegawai didepan pintu masuk itu.


" Oh tidak saya mau bertemu Nona Hana."


"Apa anda Tuan Endri."


"Iya saya."


"Kalau begitu mari saya antar keruangan Bu Hana, Tuan."


Endri mengikuti pegawai Hana menuju ruangannya, karena Hana sudah memberitahu pegawainya itu jika Endri datang agar segera mengantarnya keruangan Hana.


Endri dan Pegawai Hana sudah berada didepan pintu ruangan Hana dan pegawai tersebut mengetuk pintu dan memberi tau Hana tamunya sudah datang.


Tok..tok..tok


" Bu Hana, Tuan Endri sudah datang bu."


"Suruh masuk saja Dila." ucap Hana kepada pegawainya itu.


"Silahkan Tuan." pegawai Hana mempersilahkan Endri masuk


"Hai Assalamualaikum." ucap Endri


"Hai Walaikum salam, silahkan masuk End. Duduklah"ucap Hana mempersilahlan Endri duduk disofa tamu sambil bangkit dari kursi kerjanya dan duduk disebelah Endri.


"Oh iya kamu mau minum apa." tawar Hana.


"Hot latte saja."


"Baik lah tunggu sebentar." ucap Hana sambil berjalan keluar ruangannya.


Saat Hana sudah keluar Endri melihat-lihat sekeliling ruangan Hana karena dia baru pertama kali masuk keruangan kerja Hana. Tampak rapi dan bersih terlihat dari barang-barang dan buku-buku tersusun rapi saat melihat keseluruh ruangan Hana.


Endri melihat Foto didinding, Foto itu berbingkai agak besar terlihat disana gambar dua orang anak laki-laki tersenyum manis dan ada Hana dan juga Khayra yang sedang memeluk kedua anak itu tampak bahagia.

__ADS_1


Endri tersenyum melihat foto itu.


"Apa jika Arka ada diantara mereka dan tersenyum seperti itu akankah rasa sepi dihati Arka akan berkurang. Bersabar lah sedikit lagi Ar kau akan merasakan kebahagiaan itu."


Saat sedang memandang Foto itu, Hana masuk dan sudah membawa dua gelas Hot Latte ditangannya. Endri yang melihat Hana datang dia langsung berjalan mendekatinya.


"Ini minumanmu End." ucap Hana dan Endri menerimanya.


"Terima kasih."


"Jadi ada apa End, apa yang mau kau bicarakan."


" Oh begini Han, mmm... Arka dan Khayra mereka sudah bertemu." ucap Endri ragu-ragu.


"Apa. Kapan, bagai mana itu bisa." Hana terkejut dan mulai terlihat cemas.


" Tenang lah Han, semuanya akan baik-baik saja." Endri mencoba menenangkan Hana.


"Bagaimana aku bisa tenang End, pasti Khayra sekarang sedang sedih, aku tidak tau apa yang akan terjadi sekaranga padanya, pasti kenangan pahitnya dulu yang sudah dia tutup rapat-rapat akan terbuka lagi."


" Iya aku tau itu akan terjadi, tapi kamu harus tenang dulu ya, aku yakin Khayra kuat dengan semua ini."


" Iya kamu benar End." ucap Hana yang sudah sedikit tenang.


"Sepertiny rencana yang kita susun dulu, sekarang kita lakukan dan sedikit kita ubah."


"Maksud kamu ?."


" Karena setelah Arka dan Khayra tanpa sengaja bertemu tadi Arka memerintahkan aku untuk mencari informasi tentang Khayra dan mau gak mau aku harus melakukannya."


" Baik lah End, Tapi aku tidàk mau kamu memberitau Arka dia sudah memiliki anak, biar Khayra yang memberitau sendiri kepada Arka, aku mau Khayra menyelesaikan masalah ini sendiri tanpa campur tangan kita End."


"Baik lah kalau begitu, untuk bisa menyatukan mereka aku akan biarkan Arka dan Khayra menyelesaikan ini sendiri."


"Iya, memang seharusnya seperti itu, oh iya aku lupa menghubungi Khayra soalnya pegawai ku bilang Khayra belum kembali kecafe dari tadi siang saat menganyar pesanan ke Perusahaan Arka." ucap Hana dan di iyakan Endri


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2