CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
KEBERANGKATAN


__ADS_3

Semua keluarga Khaleed termasuk Khayra dan juga sikembar sekarang berada di bandara pribadi milik keluarga Khaleed, mereka semua berada disana untuk mengantar kepergian Arka dan Endri keluar negri tepatnya di Berlin.


Sebelum memasuki pesawat Arka menyempatkan untuk berpamitan kepada Khayra dan juga kedua anaknya.


" Sayang, Papa pergi dulu ya tolong jaga Mama, jangan nakal dan jangan merepotkan Mama. Jadi lah anak yang baik." Ucap Arka kepada kedua anaknya dan langsung mencium kedua kening mereka.


" Iya Papa, Ghani akan menjaga Mama dan juga Ghava."


" Anak pintar." ucap Arka sambil mengusap kepala Ghani.


Arka yang melihat Ghava anak kesayangannya yang satu itu memasang wajah cemberut karena tidak mau Arka pergi lantas Arka langsung menggendongnya.


Dengan ciuman yang bertubi-tubi diberikan Arka dipipi gembul Ghava tidak membuat wajah cerianya terlihat, entah mengapa Ghava sedikit manja dan enggan untuk mengizinkan Papanya itu untuk pergi.


" Adek kenapa, jangan sedih gitu dong Papa jadi gak tega ninggalin kalian." Ucap Arka sambil mengusap rambut anaknya itu kebelakang.


" Ghava gak mau Papa pergi, nanti Papa pulangnya lama." Ucap Ghava sambil memasang wajah sedihnya.


" Papa janji akan menyelesaikan pekerjaan Papa disana dengan cepat dan akan pulang secepatnya jadi Adek jangan sedih gitu dong." Arka menyakinkan anak kesayangannya itu agar tidak sedih dan mengizinkan Arka pergi.


" Papa janji." Ghava mengangkat jari kelingkingnya untuk membuat janji kepada Arka.


" Papa janji." Arka membalas jari kelingkingnya dan mencium kembali kening Ghava.


Arka menurunkan Ghava kembali dan menatap Khayra yang berdiri didepannya.


" Mas pergi dulu ya, akan Mas usahakan sebelum hari pernikahan kita Mas akan pulang dan kita akan menikah jadi tunggulah Mas pulang ya." Arka menggenggam kedua tangan Khayra erat dan meyakinkan Khayra bahwa dirinya akan segera pulang sebelum hari pernikahan mereka tiba.


" Baiklah Mas, Khayra akan menunggu Mas pulang begitu pun juga dengan anak-anak." Ucap Khayra yakin walau hatinya juga merasakan kegelisahaan walau tidak ia perlihatkan.

__ADS_1


Di saat hari pernikahan mereka yang akan diselenggarakan sebentar lagi tapi karena adanya masalah diperusahaan arka yang ada di luar Negri yang tidak bisa ditinggal akhirnya mau gak mau mereka harus berpisah untuk sementara waktu.


" Baiklah, jagalah anak-anak dan jagalah hati mu untuk Mas selama Mas jauh."


" Pasti Mas."


Setelah berpamitan kepada Khayra dan kedua anaknya Akhirnya Akra bersiap-siap untuk memasuki pesawat yang sudah siapa untuk membawanya ke Berlin tapi sebelum itu Arka berpamitan kepada Mami Alin dan juga Papi Ali disusul dengan Endri juga.


" Hati-hati lah kalian selama disana, cepat bereskan masalah diperusahaan kita itu dengan baik dan segeralah kembali kesini." Ucap Papi Ali kepada kedua anaknya itu


" Baik Papi kami akan segera menyelesaikannya dan kembali secepatnya." Ucap Endri pasti.


" Baguslah."


Arka da Endri mengalihkan pandangannya menatap sang Mami yang sedari tadi berdiri disamping Papi.


Karena entah mengapa perasaan Mami Alin tidak enak semenjak kedua anaknya itu berpamitan kepadanya untuk pergi keBerlin untuk mengurus masalah yang ada di perusahaan mereka.


" Baik Mi, Arka akan mengingatnya."


" Begitu pun juga Endri Mi."


" Baiklah sayang." Arka dan Endri mencium punggung tangan kedua orang tua mereka untuk berpamitan dan Mami Alin mencium kening kedua anaknya itu dan Khayra begitu pun juga dengan sikembar, mereka mencium punggung tangan Arka.


Setelah semuanya berpamitan Arka dan Endri berjalan menujuh pesawat yang sudah siap untuk membawa mereka.


Melihat punggung Arka dan Endri sudah tidak terlihat lagi, Mami Alin, Papi Ali, Khayra dan juga sikembar pergi dari bandara pribadi milik keluarga Klaheed untuk pulang kerumah mereka masing-masing.


Sebelumnya Mami Alin memaksa Khayra dan anak-anaknya untuk menginap diMansion tapi Khayra menolaknya karena dirumah tidak ada siap-siapa dan besok Hana akan pulang dari perjalanan dinasnya.

__ADS_1


--^-^--


Dilain tempat sebuah apartemen mewah terdapat dua orang dewasa dengan berbeda jenis kelamin sedang menumpahkan gairah dan peluh di badan mereka masing-masing.


Setelah menyelesaikan kegiatan panas mereka keduanya tampak kelelahan terlihat dari nafas keduanya tersengal-sengal.


Sang wanita turun dari ranjangnya tanpa sehelai kain yang menutupi tubuh langsingnya setelah mendengar ponsenya berdering, dia segera mengngkatnya.


" Iya Halo."


"...."


" Bagus, kau awasi dia jangan sampai kehilangan jejaknya, besok sore aku akan sampai disana.


"....."


"Iya." wanita itu menutup sambungan teleponnya dan tersentak kaget dengan tangan kekar seseorang yang memeluk pinggangnya dari belakang.


" Siapa yang telepon Siska ." tanya seorang itu dengan suara beratnya sambil mencium serta menggigit kecil pundak dan leher wanita itu sehingga terdengar ******* dari sang wanita.


" Dia orang yang sedang memantau target kita Om." ucap Siska sambil menikmati sentuhan yanga dibuat oleh pria tersebut.


" Benarkah." tanyanya lagi sambil masih meraba tubuh siska yang polos.


Siska hanya bisa menganggukan kepalanya.


" Baguslah kalau begitu, sekarang ayo kita lanjutkan lagi kegiatan kita yang tertunda itu diranjang."


" Baiklah Om Lukman, keponakan mu ini akan melayanimu." Lukman meng**** bibir Siska serta menggendong tubuhnya seperti koala menuju ranjang. Mereka kembali menyalurkan gairah dan mafsu tanpa memperdulikan status ikatan mereka.

__ADS_1


__ADS_2