CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
RENCANA


__ADS_3

Setelah menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk Arka bergeges pergi meninggalkan ruangannya yang disusul oleh Endri dibelakangnya.


Setelah sampai dilobi Arka dan Endri memasuki mobil dan meninggalkan perusahaannya menujuh Cafe untuk menjemput Khayra.


Setelah menempuh perjalanan selama empat puluh lima menit akhirnya mobil tersebut diparkiran Cafe.


Tanpa menunggu lama keduanya memasuki Cafe tersebut dan disambut oleh pelayan.


" Selamat datang dan selamat sore tuan ." ucap pelayan tersebut ramah dan Arka hanya mengenggukan kepalanya.


Pelayan tersebut mengantarkan mereka kemeja dan segera memberikan buku menu kepada Arka dan Endri.


" Silahkan tuan mau pesan apa."


" Satu coffee latte panas dan kau apa End." tanya Arka.


" Jus Strowberi satu." jawab Endri.


" Baiklah tuan silahkan ditunggu."


" Oh iya sekalian kamu panggilkan Khayra kesini ya." ucap Arka.


" Baik Tuan."


Setelah kepergian Pelayan tersebut Arka dan Endri membicarakan tentang masalah perusahaan mereka yang sedang bermasalah di Berlin.


" Jadi bagai mana situasi sekarang End, apakah saham disana semakin turun drastis."


" Dari data yang aku terima hanya tinggal 30% lagi saham yang ada diperusahaan itu dan itu hanya saham milik keluarga Khaleed saja, para investor sudah menarik semua saham mereka untuk perusahaan tersebut maka dari itu saham di perusahaan kita semakin menurun dan terancam bangkrut."

__ADS_1


" Sepertinya akan butuh waktu lama kita menstabilkan kembali perusahaan itu seperti semula, kita juga harus meyakinkan kembali para investor itu untuk menanam saham mereka lagi diperusahaan kita dan sepertinya juga kita harus mencari kembali investor baru jika mereka tidak ingin menanam saham mereka lagi."


" Iya kau benar Ar, jika terus seperti ini bisa-bisa kita kehilangan perusahaan itu."


" Lalu bagaimana dengan orang yang sudah kalian tangkap dan mencurigai sebagai seorang dibalik dalam masalah ini."


" Sepertinya dia hanyalah kambing hitam Ar, sepertinya ada orang dalam yang mengendalikannya agar mereka tidak mengotorin tangan mereka dan untuk itu orang yang kita tahan itu juga tidak mengetahuinya."


"Sungguh hebat dan liciknya mereka, untuk menghancurkan perusahaan ku mereka sangat berhati-hati dan bermain bersih, tapi itu semua tidak akan bertahan lama karena mereka sudah berani-beraninya mengusik keluarga Khaleed." Arka tersenyum penuh arti yang membuat Endri dihadapannya seketika merinding.


" Jadi apa rencanamu sekarang Ar.? tanya Endri.


" Kita lihat saja nanti." ucap Arka santai


Endri tau bagai mana akhir nasib mereka yang berani menentang dan bermain-main dengan keluarga Khaleed, betapa sadis dan kejamnya keluarga Khaleed ini jika melenyapkan para pengganggu yang itu tidak diketahui oleh orang-orang.


Tidak lama kemudian pesanan mereka tiba dan yang mengantarkan pesanan mereka ialah Khayra.


" Ini minumannya Mas." Khayra meletakan pesanan Arka dan Endri diatas meja dan mendudukan dirinya disamping Arka.


"Apa pekerjaan mu sudah selesai." tanya Arka sambil mengelus rambut indah Khayra.


"Sudah selesai kok Mas dan oh iya.... apa Mas jadi hari ini pergi keluar negrinya."


" Iya jadi, nanti malam kami akan berangkat kesana." jawab Arka sambil menyerumput coffee latte pesanannya tadi.


Disaat Arka dan Khayra asik dengan obrolan mereka Endri yang sedari tadi celengak-celenguk seperti mencari seseorang.


Arka yang menyadari tingkah Endri mulai aneh, ia segera bertanya kenapa.

__ADS_1


" Ada apa End, sepertinya kau mencari sesuatu." tanya Arka sehingga Khayra pun melihat kearah Endri yang duduk didepannya.


" Tidak ada apa-apa."


" Benarkah." Arka bertanya kembali untuk meyakinkannya dan Endri pun menganggukan kepalanya akan tetapi pandangannya terus saja seperti sedang mencari seseorang diCafe itu.


Khayra tersenyum dan menyadari apa yang dengan Endri cari.


" Hana sekarang ini tidak ada diCafe, dia sedang melakukan perjalanan bisnis ke Bali." ucap Khayra dan Endri langsung melihat kearah Khayra saat mendengar ucapannya.


" Apa ?, sejak kapan ?, kenapa dia tidak memberitau ku." tanya Endri bertubi-tubi.


" Dia sudah pergi dua hari yang lalu dan lusa ia akan kembali." ucap Khayra menjelaskan.


" Tapi kenapa dia tidak memberitahu ku ya kan jadinya aku tidak bisa bertemu dengannya karena sebentar lagi aku akan pergi keluar negri." ucap Endri dengan wajah lesunya.


" Emang siapa diri mu..."


.


.


.


.


.


Hay para Readers ku yang masih selalu setia menunggu lama updetenya episode baru dari novel ini yang selalu di PHPin oleh othor, othor minta maaf dan berterima kasih untuk penantian kalian yang sabar itu.

__ADS_1


Dan untuk episode kali ini Othor minta maaf karena pendek ceritanya.


__ADS_2