CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
PERTEMUAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa Khayra sibuk didapur untuk membuat sarapan tapi pagi ini beda. Dia harus bangun lebih pagi karena hari ini banyak pekerjaan yang menunggunya.


Entah kenapa tadi malam Ghani dan Ghava tiba-tiba bilang ingin dibuatkan bekal makan siang tidak seperti biasanya anak-anaknya itu ingin membawah bekal.


Dengan cepat Khayra membuat sarapan dan bekal makan siang pesanan anak-anaknya itu. Dengan cepat Khayra membuatnya.


Karena belum lagi ada pesanan Cake yang cukup banyak karena kemarin Hana memberi tauhnya kalau ada Perusahaan yang memesan Cake untuk acara disana.


Flashblack On


Khayra sedang berada di kantor Hana untuk melihat Ghani dan Ghava sedang tidur siang.


"Khay aku lupa memberitau mu tadi ada orang yang memesan Cake dan ini yang dia pesan." ucap Hana sambil memberikan secarik kertas daftar pesanan yang pelanggan pesan, Cake yang dipesan lumayan banyak.


"Waaah... ini banyak banget Han. ada 6 Cake yang mereka pesan masing-masing dua loyang." ucap Khayra setelah membaca pesanannya.


"Iya Khay katanya untuk acara Perisahaan tersebut."


"Oke baik lah aku akan memberi tahu anak-anak dapur dulu biar mereka persiapkan bahan-bahannya" ucap Hana yang langsung meninggalkan ruangan Hana.


Flaahblack Off


Setelah semuanya siap Khayra melirik jam yang ada di ruang makan.


"Sudah jam 6, Aku lihat dulu apa anak-anak sudah bangun." Khayra meninggalkan ruang makan menuju kamar sikembar.


Khayra membuka pintu kamar itu dan melihat kedua anak-anaknya sudah selesai mandi.


"Selamat pagi kesayangnnya Mama. ternyata kalian sudah mandi."


"Selamat pagi Ma."


" Sini Mama pakaikan bajunya."


"No Ma... kami sudah besar, kami bisa memakai baju sendiri." Protes Ghava.


" Mmm baik lah Bayi-bayi tampan Mama sudah besar sekarang." ucap Khayra sambil mencubit pipi keduanya dengan gemas.


" Baik lah segera bersiap Mama tunggu dimeja makan ya."


"Oke Ma." ucap keduanya.


Khayra keluar dari kamar anak-anaknya dia langsung pergi kekamarnya untuk bersiap-siap juga.


………………………


Waktu sudah menunjukan pukul tujuh tiga puluh Hana, Khayra dan Sikembar sudah menyelesaikan sarapan mereka.


" Sayang maaf hari ini Mama tidak bisa mengantar kalian kesekolah Mama banyak pesanan Cake, jadi kalian diantar oleh Ayi ya. Kalau begitu Mama berangkat dulu" ucap Khayra sampul mencium kening anak-anaknya.


"Baik Mama." ucap keduanya.


" Han kau antarlah anak-anak nanti ya Aku pergi dulu."


"Tidak sekalian aku hantar saja Khay."


"Tidak usah, Aku sudah pesan taksi online aku harus membeli lagi bahan Cake yang belum ada, tadi anak-anak dapur pada ribut di grup karena ada bahan yang mereka tidak dapat."


"Baik lah kalau begitu, Hati-hati ya Khay."

__ADS_1


"oke." ucap Khayra sambil berjalan meninggalkan ruang makan.


"Ayi Ghava sudah selesai."


"Ghani juga."


"Baik lah ayo kita berangkat."


……………………


Ditempat lain dikediaman Khaleed, Mami Alin, Papi Ali dan juga Arka sedang menikmati sarapan mereka.


Papi Ali yang memperhatikan buku yang terlihat lusuh di sebelah Arka dan meresa penasaran.


"Arka apa itu." ucapan Papi alin yang mengalihkan pandangan Arka dan Mami Alin.


"Oh ini buku Matematikanya si Ghani Pi."


"Ghani ?" ucap Mami Alin.


"Iya Ghani Mi, kemarin dia meninggalkan buku ini."


"Ghani yang kembar itu kan." tanya Mami Alin.


"Iya Mi." ucap Arka sambil terseyum.


Endri yang baru tiba dikediaman Khaleed dengan santainya masuk dan menyapa penghuni rumah.


"Halo Good Morning My Family." Ucap Endri yang terlihat senang pagi ini.


Endri berjalan mendekati Mami Alin dan mencium pipi Mami Alin.


"Morning Mami." ucapnya manja.


"Pagi Papi." sambil mencium tangan Papinya.


"Pagi juga Nak."


"Sudah Mi...." Endri mengalihkan pandangannya kearah Arka yang sedang senyum-senyum.


"Mi kayaknya ada yang lagi bahagia ya."


Arka yang merasa disindir merubah raut wajahnya dingin. Mami Alin yang mengerti ucapan Endri hanya tersenyum kecil.


" Kau sangat berisik End. Apa yang kemarin aku suruh sudah selesai semuanya." ucap Arka dengan taapan dingin.


" Sudah beres semua laporannya sudah ada pada ku" ucap Endri.


"Baik lah, ayo kita berangkat." Arka bangkit dari duduknya dan menghampiri Papi dan Maminya.


"Mi, Pi Arka berangkat ya." ucap Arka sambil mencium tangan Mami, Papinya dan berjalan keluar duluan.


"Endri juga Mi, Pi." ucap Endri yang ikut mencium tangan orang tuanya.


"Papi juga berangkat kekantor ya Mi." Ucap Papi Alin sambil mencium kening istrinya.


"Iya Pi Hati-hati."


………………

__ADS_1


Disuatu Swalayan yang khusus menjual berbagai macam bahan kue, Khayra sedang mencari bahan ya perlukan.


Saat sedang sibuk mencari bahan yang akhirnya dia dapatkan, tanpa sengaja Khayra menabrak bahu seseorang yang membuat keranjang belanjaan yang dipegang Khayra ikut terjatuh .


Dengan sigap keduanya langsung mengambil barang yang jatuh berserakan dilantai.


"Maaf kan saya Tuan, saya tidak melihat anda tadi." ucap Khayra sambil mengambil barangnya yang berserakan dilantai tanpa melihat orang yang dia tabrak.


"Tidak apa-apa Nona, saya juga minta maaf." seketika Khayra terdiam sesaat mendengar suara orang tersebut. seperti suara yang dia kenal.


Dengan cepat dia melihat orang yang ada didepannya.


"Om Dino." ucap Khayra sepontan.


"Khayra." ucap orang tersebut terkejut yang sepertinya mengenal Khayra dan entah kenapa Dino yang melihat Khayra langsung lari meninggalkan Khayra begitu saja.


Khayra yang melihat sikap Dino seperti itu terkejut dan bingung.


"Kenapa om Dino lari saat melihatku dan apa yang kulihat tadi kenapa penampilan om Dino lusuh seperti itu, apa yang terjadi kepadanya." pikir Khayra seperti itu.


" Sudah lah, lebih baik aku segera keCafe anak-anak pasti sudah pada bising didapur saat ini."


Kemudian Khayra pergi menuju kasir membayar semua belanjaannya dan pergi meninggalkan Swalayan tersebut.


Dari balik didinding Swalayan tersebut Dino bersembunyi, dia memperhatikan Khayra yang keluar dari sana. Ternyata Dino belum pergi dari Swalayan tersebut.


Dino yang melihat kepergian Khayra langsung menitikan air mata ada rasa penyesalan dimatanya yang ingin sekali dia sampaikan kepada Khayra.


"Maafkan saya Non Khayra. Maafkan saya." hanya itu yang bisa Dino katakan dengan seluruh badannya yang gemetar dia melihat keseluruh sekitarnya tidak ada siapa-siapa.


Doni langsung keluar dari persembunyiannya dan pergi meninggalkan tempat itu.


………………


Setelah beberapa menit diperjalanan Khayra sudah tibah diCafe Hana sambil menenteng plastik belanjaan nya dan melihat para anak-anak sudah melakukan tugas yang khayra perintahkan.


Dengan santainya Khayra menyerahkan bahan yang dia beli tadi ke anak-anak dapur dan Dengan sigap dia mengambil ahli Dapur dan mulai bertempur dengan adonan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hy teman-teman Alhamdulilah saya sudah menyelesaikan episode ini diselah-selah kesibukan saya, Maaf karena dua hari ini saya tidak up dikarenakan beberapa hari ini saya sangat sibuk di dunia nyata.


untuk seterusnya saya akan sempatkan untuk update seperti biasanya.


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya

__ADS_1


LIKE, COMMENT, VOTE DAN TAMBAHKAN KE FAVORITmu....


see you


__ADS_2