
Tidak lama kemudian bel pertanda bubarnya sekolah pun berbunyi, terlihat para siswa dan siswi sudah banyak keluar dari kelasnya masing-masing.
Khayra keluar dari mobil dan menunggu kedua anaknya keluar lagi kelas, tidak lama kemudian Ghani dan Ghava sudah terlihat keluar dari kelasnya bersama dengan teman-temannya.
Khayra masih setia menunggu disamping mobilnya, Ghani dan Ghava melihat Mama mereka sudah menunggu didepan gerbang sekolah.
Mereka berdua berlari karena tidak mau membuat Mama mereka menunggu lama.
" Mama.." ucap keduanya.
" Oh sayangnya Mama, yasudah ayo kita masuk." Khayra membuka pintu belakang mobilnya dan mempersilahkan kedua anaknya untuk naik.
Mobil mereka pun pergi meninggalkan halaman sekolah, selama diperjalanan seperti biasa Khayra menanyakan tentang aktifitas kedua anaknya selama disekolah, itu selalu dia lakukan ketika kedua anaknya pulang sekolah.
Khayra tidak mau membuat kedua anaknya merasa tidak diperdulikan oleh dirinya walaupun dia sibuk dengan pekerjaannya tapi waktu untuk bersama kedua anaknya tidak sedikitpun dia lupakan karena dia bekerja untuk kedua anaknya bukan untuk dirinya sendiri.
Sebisa mungkin Khayra selalu menyempatkan diri untuk memperhatikan tumbuh kembang kedua anak-anknya dan itu semua tidak mau Khayra lewatkan.
" Jadi bagaiman tadi disekolah sayang." ucap Khayra sambil menyetir mobilnya.
" Sangat seru Mama, tadi kami dan teman-teman yang terpilih mengikuti Olimpiade dipanggil oleh Kepala Sekolah." ucap Ghava antusias.
"Oh ya, untuk apa." tanya Khayra.
" Kami disuruh untuk mengikutin karantina selama tiga hari di Berlin untuk persiapan Olimpiade." jawab Ghani seperti biasa dengan wajah datarnya.
" Oh iya, kapan kalian mulai karantinanya." tanya Khyra lagi.
" Katanya minggu depan Ma sehari sebelum perlombaan, makanya sebelum kami berangkat ke Berlin untuk karantina kami diliburkan Ma ." jelas Ghava.
" Oke baiklah Mama akan mempersiapkan keperluan kalian."
"Tapi Ma bukannya sebentar lagi pernikahan Mama dilangsungkan apa Mama tidak kerepotan mengurus keperluan kami." ucap Ghani yang teringat sebentar lagi Mama dan Papanya akan menikah dan pastinya Mama mereka sekarang lagi repot mengurus pernikahannya.
" Tidak apa-apa sayang semua persiaoan pernikahan Mama sudah di atur oleh Papa kalian dan semua sudah beres."
" Baiklah kalau Mami tidak keberatan."
Mobil mereka masih melaju membelah jalanan yang sedikit padat dan tanpa disadari Ghani melihat jalan yang mereka lalui tidak seperti jalan menuju rumah mereka atau pun Cafe.
" Mama kita mau kemana ? ini bukan jalan arah keCafe atau pun rumah kita." Tanya Ghani yang merasa aneh.
__ADS_1
" Oh kita akan kekantornya Papa, tadi Papa minta kita untuk datang kekantornya." jawab Khayra.
" Ha kekantor Papa...Yeee kita kekantor Papa Ghava ingin sekali melihat kantornya Papa, Ma." ucap Ghava yang merasa senang akhirnya mereka bisa datang dan melihat perusahaan milik Papanya.
" Is.. kau ini berisik sekali Ava ." protes Ghani.
" Biarin Weekkk..." balas Ghava sambil menjulurkan lidahnya mengejek kakaknya.
Tidak lama kemudian mobil mereka sampai dan masuk kedalam halaman perusahannya yang terlihat sangat besar.
Mereka bertiga turun dari mobil dan kemudian berjalan memasuki lobi perusahaan itu. Ghani dan Ghava yang baru pertama kali datang keperusahannya Ayahnya berdecak kagum melihat betapa megah dan besarnya kantor Ayah mereka.
" Kaka ternyata perusahaan Papa sangat besar." ucap Ghava yang terkagum-kagum melihat perusahaan Ayah mereka.
" Iya kau bebar Va."
Ketiganya masuk kedalam dan banyak pasang mata yang melihat kedatangan ketiganya dengan tatapan sinis dan menghina dan banyak juga pertanyaan yang menayakan siapa wanita dan kedua anak kecil ini
Khayra yang merasa di tatap seperti itu tidak memperdulikannya dia terus melangkah menuju resepsionis.
Dua orang karyawan resepsionis yang sedari tadi melihat kedatangan Khayra juga memandang Khayra dengan sinisnya.
" Selamat siang nona, ada yang bisa saya bantu." tanya wanita resepsionis itu.
Kedua resepsionis itu pun melihat Khayra dari atas sampai bawah dan menilai penampilannya dan pandangan mereka pun tak luput saat melihat dua bocah laki-laki yang berdiri dibelakan wanita itu.
" Apa anda sudah membuat janji." tanya salah satu resepsionis itu dengan tidak sukanya dan itu terlihat dari wajahnya.
" Iya saya sudah membuat janji." ucap Khayra masih dengan sopan.
" Baiklah kami tanyakan dulu kepada asisten pribadi Tuan Arkana, anda bisa tunggu disana." ucap resepsionis itu sambil menunjukkan sofa yang berada diruangan tunggu.
" Baiklah, terima kasih."
Khayra mengajak kedua anaknya untuk duduk diruangan tunggu yang disediakan disana sambil menunggu untuk dipersilahkan masuk.
Sudah hampir lima belas menit mereka menunggu disana tapi tidak ada satupun yang mempersilahkannya masuk. Ghava yang sudah terlihat bosan dan lelah merengek kepada Khayra karena Ayah mereka belum juga datang.
" Mamaaa.... apa masih lama lagi kita disini Adek sudah bosan, kenapa Papa lama sekali datangnya." rengek Ghava yang sedari tadi sudah sangat gelisah.
" Sabar ya sayang, mungkin Papa lagi subuk kita tunggu sebentar lagi ya sayang." ucap Khayra menenangkan anaknya yang sudah terlihat lelah dan mengantuk.
__ADS_1
" Iya." karena sudah tidak tahan menahan ngantuknya Ghava akhirnya tidur dipangkuan Mamanya sedangkan Ghani juga sudah terlihat bosana menunggu.
" Mama kita telpon saja Papa dan bilang kita sudah dari tadi disini." ucap Ghani yang sudah tidak tahan untuk menunggu.
" Baiklah Mama akan telpon Papa dulu." Khayra mengambil ponselnya dari dalam tas, sebelum dia ingin menelepon tiba-tiba ponselnya berdering dan itu dari Arka.
" Halo, Assalamualaikum Mas."
"Waalaikum salam Khay, kalian lagi dimana kenapa belum sampai."
" Kami sudah dari tadi berada dikantornya Mas."
"Apa! yasudah tunggu disana Mas akan kesana."
" Iya Mas."
Sambungan Telpon pun terputus dan Khayra menunggu disitu sesuai perkataan Arka.
Arka yang sedari tadi sudah menunggu Khayra dan kedua anaknya datang tidak mengetahui kalau mereka sudah lama berada disana.
Jika saja dia tidak menelepon Khayra untuk menanyakan keberadaannya Arka tidak akan tau Khayra sudah datang.
Dengan sedikit berlari Arka menujuh lief dan segera menjemput Khayra dan kedua anaknya yang sudah lama menunggu disana.
Tidak lama kemudian Arka keluar dari lief dan terburu-buru berjalan menuju ruang tunggu , Dua wanita yang berada dibagian resepsionis melihat Arka yang berjalan menuju ruang tunggu terlihat heran.
Saat disana Arka melihat Khayra dan kedua anaknya, sepertinya mereka sudah lama berada disana larena terlihat dari kedua anaknya yang tertidur dipangkuan Khayra.
" Masaallah Khay, kenapa kalian disini kenapa tidak langsung masuk saja keruangan Mas." ucap Arka.
" Maafkan Khay Mas, Khay kira mas sedang sibuk makanya kami tunggu disini."
" Kan Mas sendiri yang menyuruh kamu datang kenapa mesti tunggu disini, Suda berapa lama kalian disini."
" Sudah hampir lima belas menit Mas."
" Yaampun, lain kali kamu langsung saja masuk kedalam kalau ingin menemui Mas dikantor ingat."
"Iya Mas."
"Ya ampun anak-anak kesayangnya Papa kasihan sekali, maafkan Papa ya sudah membuat kalian menunggu lama." ucap Arka sambil mengelus kepala kedua anaknya.
__ADS_1
" Ya sudah ayo kita masuk, sini biar Mas yang gendong Ghava." Arka menggendong Ghavanya yang terlihat sudah terlelep karena kelelahan sedangkan Ghani yang sudah terbangun saat memdengar suara Papanya berjalan sambil menggandeng tangan Mamanya.