CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
KEGELISAHAN


__ADS_3

Saat sedang asik berfikir tanpa Wanti sadari Kinan sudah berada didepan nya dengan raut wajah kesalnya dan membuat Wanti terkejut sekaligus bingung


" Mmm...ada apa dengan wajahmu itu "ucap Wanti saat melihat raut wajah anaknya yang sedang kesal.


"Aku lagi kesal, Mama tau sepertinya para tetangga kita sudah pada curiga sama Khayra. Tadi waktu aku sedang joging aku didatangi ibu-ibu tetangga kita mereka tanya ke aku tentang Khayra " ucap Kinan marah.


"Emang apa yang mereka tanyakan pada mu ?".


"Mereka tanya apa benar Khayra sedang hamil dan parahnya lagi mereka bertanya apa benar siKhayra hamil tanpa tau ayah dari bayinya itu" jawab Kinan sambil marah-marah sangking kesalnya.


"Terus apa yang kamu jawab ?" tanya Wanti lagi.


"Ya aku jawab itu cuma perasaan mereka aja dan yang bikin aku tambah kesal mereka malah mengejek kalo keluarga kita Ma. Mereka bilang keluarga kita itu gak bisa menjaga nama baik keluarganya, gak bisa menjaga anak gadisnya sampai-sampai hamil diluar nikah" ucap Kinan yang semakin emosi "Pokoknya Kinan gak mau tau Ma..Mama harus usir Khayra dari sini Kinan gak mau nama keluarga kita jadi jelek gara-gara anak haramnya siKhayra itu." Ucap Kinan lagi.


"Ya...sepertinya kita harus bertindak sekarang untuk mengusir anak itu kalau dibiarkan bisa malu kita " ucap wanti yang membenarkan perkataan anaknya.


"Benar itu Ma aku gak mau kalau dipermalukan di depan umum seperti tadi lagi, jadi apa rencana mama selanjutnya".


"Kali ini dia akan Mama usir dari rumah ini agar kita bisa hidup lebih tenang" ucap Wanti sambil memikirkan rencana apa yang akan dia buat kali ini.


Angin malam begitu dingin, pemandangan malam yang dipenuhi lampu-lampu seperti segrombolan kunang-kunang tersaji begitu indah dilihat dari atas bangunan tinggi dimana Arkana bersantai dengan di temani secangkir Wine untuk menghilangkan rasa penat dibadannya karena pekerjaan yang sangat melelahkan bertemu dengan beberapa Client membuat Arkana lelah. Saat sedang asik menikmati pemandangan malam tiba-tiba Akarna di datangi oleh Endri asistenya.

__ADS_1


" Ini sudah larut Tuan angin malam tidak baik untuk kesehatan, istirahatlah di dalam " ucap Endri yang mengganggu kesenangan Arkarna.


" Mmm... sebentar lagi End. " jawab Arkarna.


" Baik lah Tuan " ucap Endri.


Bermaksud untuk langsung meninggalkan tuannya, Endri berhenti karena panggilan oleh Arkarna untuk menemaninya minum.


" End, kemarilah dan duduk disini temani aku minum " ucap Arkarna yang langsung menuangkan Wine kegelas Endri


" Baik lah Tuan " ucap Endri menurut.


" Dan satu lagi tolong panggil aku Akarna saja kalau kita tidak ditempat kerja " ucap Arkarna protes. Dengan senyum Endri pun membalas


Begitulah Arkana dan Endri walaupun mereka bos dan asisten tapi bagi keduanya itu hanya lah pormaliras saja hanya dikantor mereka disebut bos dan asisten tapi jika keduanya diluar kantor mereka adalah sahabat baik bagaikan saudara kandung tidak memandang status majikan dan pelayan. Bagi Endri, Arkana adalah penyelamatnya jika saat itu Arkana tidak datang untuk menolongnya dia tidak akan menjadi seperti sekarang ini dia akan menjadi seorang gelandangan diluar sana.


Sudah 7 thn Endri mengabdikan dirinya kepada Arkana dan Endri sudah tau kalau tuannya saat ini sedang dalam suasana hati yang buruk nampak dari raut wajahnya dia sedang ada masalah tetapi bukan soal pekerjaan, dengan santai Endri pun bertanya.


" Ada apa Ar ? Apa yang sedang kamu fikirkan aku lihat sepertiya kau memikirkan sesuatu " tanya Endri yang sangat peka terhadap suasana hati Arkana.


" Aah... kamu selalu tau apa yang sedang aku rasakan " jawab Arkana.

__ADS_1


" Hah...hehe aku selalu tau apa yang kamu rasakan karena aku sudah mengenalmu selama 7 tahun Ar, jadi apa yang mengganggu fikiranmu ? " ucap Endri dengan santainya.


" sudah 6 bulan ini kita mencari dia tapi tidak ada hasilnya "ucap Akarna dengan raut wajah kesalnya.


"Dia ? Dia siapa ?" Jawab Endri dengan bingung.


" Itu loh gadis yang aku suruh kamu mencarinya".


"Oh gadis itu, benar aku sampai kewalahan mencari dia tapi tidak ada hasilnya gadis itu seperti hilang ditelan bumi tidak ada jejak sama sekali anak buahku yang sudah aku sebar pun sampai sekarang belum ada dari mereka memberikan hasilnya ditambah lagi kita tidak punya foto atau pun datanya hanya informasi dirimu yang kita punya."


" Ahhh... kamu benar tapi aku mau kamu harus terus mencari gadis itu walupun sampai keujung dunia sekali pun terserah jika dia masih hidup atau pun sudah mati aku akan tunggu kabar dari mu "


Ucap Akarna penuh penekanan


"Baik lah, sesuai perintah mu. Oh iya aku lupa memberi tau mu Mami Alin tadi menelepon ku dia bertanya kapan kita pulang dia memberi tau lusa adalah pesta ulang tahunnya dia mau kamu hadir kepesta itu Mami Alin juga bilang kalau kamu tidak mau datang tidak usah lagi menemuinya " ucap Endri sambil meminum minumannya.


"Mmm... baik lh" ucap Akarna dengan terpaksa. Sambil memijit pelipis matanya Tampak dari raut wajah Arkarna kesal dan merasa tidak habis pikir kepada Maminya itu selalu memaksa dan keinginanya harus dituruti.


Akarna tau jika dipesta itu nanti Maminya akan memperkenalkan anak-anak gadis dari teman-temannya kepada Arkarna pada hal Arkarna sama sekali tidak tertarik sedikit pun kepada gadis-gadis itu, setiap akan ada acara-acara pesta seperti ini Arkarna selalu menghindar dengan alasan pekerjaannya masih banyak atau pun dia lembur tapi kali ini dia harus datang karena ini pesta ulang tahun Maminya.


……………………………

__ADS_1


Hay semuanya maaf kan saya beberapa hari tidak up dikarenakan kondisi saya lagi tidak fit tapi tenang saja saya akan usahakan untuk up lagi jadi jangan lupa like dan comment ya


see you


__ADS_2