
Hari menjelang siang, jam makan siang pun tiba, banyak orang-orang sudah berdatangan untuk makan siang.
Suasana Cafe tampak sudah dipenuhi oleh pengunjung yang banyak dari mereka pekerja kantoran yang sedang menikmati makan siangnya.
Dibagian depan Para pegawai Cafe tampak sibuk dengan melayani pengunjung. Begitu juga dengan bagian dapur.
Khayra yang sedari tadi bertempur dengan adonan Cake akhirnya dapat menyelesaikan pesanan Cake yang lumayan banyak tampak Khayra keluar dapur untuk merenggangkan otot-ototnya yang kaku.
Cake yang dia buat tadi pun sudah dihantar kealamat tujuannya. saat sedang istirahat sebentar seseorang yang terlihat tergesa-gesa panik mancarinya.
"Ibu Khayra.. Ibu Khayra ." Khay yang dipanggil seperti itu sontak ikut panik juga.
"Iya ada apa Budi. Kenapa kamu panik."
"Ini buk ada satu Cake yang tertinggal
tidak ikut dibawak oleh Eko." ucap Budi sambil mengatur nafasnya karena tadi berlari mencari Khayra.
" Apa. kenpa bisa tertinggal ." ucap Khayra sambil berjalan masuk kedapur diikuti Eko dibelakangnya.
" Tadi Cake itu belum selesai dikemas bu, saat saya mau membawanya untuk diantar ternyata Eko sudah pergi." ucp budi menjelaskan.
Saat sudah didapur benar saja Cake yang seharusnya diantar bersama dengan Cake yang lain masih tergeletak dimeja kasir.
"Apa ada orang yang bisa mengntar Cake ini." tanya Khayra.
"Sepertinya tidak ada Buk, karena pegawai yang lain sedang sibuk melayani pelanggan yang makin banyak berdatangan karena sekarang waktunya jam makan siang." ucap Budi
Benar yang dikatakan Budi, Khayra melihat para pegawai sedang sibuk dengan pelanggang yang berdatangan .
" Baik lah kalau begitu biar saya saja yang mengantarnya." segera Khayra melepas epronnya dan sedikit merapikan penampilannya.
Dengan segera Khayra keluar dari Cafe tersebut dan menuju parkiran Motor khusus karyawan Cafe tersebut.
Khayra melajukan motornya dengan kecepatan sedang menembus teriknya matahari siang dan padatnya lalu lintas, beruntung tempat tujuan Khayra dekat dengan Cafenya.
Tidak butuh waktu lama Khayra sampai di sebuah bangunan gedung pencakar langit yang sangat tinggi besar dan mewah.
Khayra yang sempat terpaku melihat gedung yang ada di depannya itu.
"Waaahh.....Subhanallah indah sekali bangunan ini. Apa benar ini tempatnya ? Pasti pemiliknya orang yang sangat kaya raya." gumam Khayra yang hanya dia yang mendengarnya.
Khayra masuk kedalam Perusahaan itu dan lagi-lagi dia dibuat takjub melihat desain interior perusahaan tersebut yang menurutnya sangat indah dan elegan. Perusahaan tersebut Khaleed Company.
__ADS_1
Khayra yang tersadar dari rasa takjubnya segera berjalan ke Resepsionis.
"Selamat Siang Nona, ada yang bisa kami bantu."
" Siang juga Mbak, saya dari Hanalitasia Cafe saya membawa pesanan Cake dengan atas nama Bapak Endri."
"Oh baiklah letakan saja disini Nona nanti biar kami yang mengantarnya."
"Baik lah kalau begitu Nona, saya permisi."
Khayra pergi dari sana setelah mengantar pesanannya. Saat Khayra mau keluar dari gedung kantor itu betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang berada tepat dihadapannya dan seseorang itu pun juga menatap Khayra dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
Seperti kilat yang menyambar dirinya disiang bolong, Badannya mulai gemetar, serata Kaki Khayra terasa mulai melemas seperti tidak ada bertenaga untuk menopangnya, dan rasa takut mulai menjalar ditubuhnya itu lah yang Khayra rasakan.
"Ya Tuhan laki-laki ini, wajahnya mirip sekali seperti anak-anakku Ghani dan Ghava. Apa dia... tidak. Tidak mungkin." ucap Khayra dalam hati yang tak disangka Khayra menitikan airmata.
Khayra ingin segera meninggalkan tempat itu tapi rasanya sangat sulit kaki ini untuk melangkah, dengan sekuat tenaga Khayra berlari meninggalkan tempat itu.
………………
Beberapa menit sebelumnya.
Arka dan Endri keluar dari kediaman Khaleed. Karena diPerusahaannya akan mengadakan jamuan makan siang bersama kolega-kolega bisnisnya yang datang dari berbagai macam negara Arka mempersiapkan dirinya maka dari itu dia pulang kekediamannya untuk mengganti pakaiannya.
"Endri apa persiapannya sudah selesai, aku tidak mau para tamu-tamu ku kecewa dengan jamuan ini." ucap Arka memulai percakapan yang sedari tadi mereka hanya diam sibuk dengan kegiatan masing-masing.
"Sudah Tuan semuanya sudah beres." jawab Endri.
Selama tiga puluh menit perjalanan mobil mereka lelah sampai diKhaleed Company. setelah memarkirkan mobil keduanya berjalan memasuki perusahannya.
Sesaat Arka menghentikan langkah kakinya dan tampak terkejut melihat seseorang didepannya.
Endri yang berada dibelakang Arka juga menghentikan langkah nya dan melihat seseorang didepannya.
" Ya Tuhan Nona Khayra, sedang apa dia disini." ucap Endri dalam hati, dia juga terkejut dengan kedatangan Khayra dikantor Arka.
Arka yang melihat seseorang yang selama ini dia cari-cari, sesorang yang membuatnya seperti orang gila mencarinya dimana-mana selama lima tahun ini sekarang berdiri dihadapannya.
"Wanita ini, akhirnya aku menemukan mu, aku yang mencarimu selama lima tahun ini disegala tempat dikota ini bahkan sampai keluar negri tapi aku tidak bisa menemukanmu dan sekarang kau ada dihadapan ku. apa ini hasil dari kerja keras ku selama ini yang terus mencari mu."
Arka yang melihat Khayra ketakutan dan ingin lari darinya. Dia mempercepat Jalannya untuk menghadang Khayra Tapi itu sia-sia Khayra yang sudah lebih dahulu lari tidak sempat untuk Arka menghentikannya.
Dengan rasa kecewa yang dia rasakan karena wanita yang selama lima tahun ini dia cari-cari berada dihadapannya lepas begitu saja.
__ADS_1
Ingin rasanya dia mengejar Khayra tapi dia tidak bisa karena para tamu-tamunya sedang menunggunya.
"Endri kau cari tau siapa gadis itu. Aku ingin data-datanya ada dimeja ku malam ini." perintah Arka dengan tatapan dinginnya.
"Baik Tuan."
Arka berjalan meninggalkan Endri menuju lift pribadinya.
Endri yang melihat kepergian Arka langsung pergi dari sana dan mengerjakan apa yang diperintah oleh Tuannya.
"Ya tuhan apa ini takdir yang engkau rencanakan, begitu cepatnya mereka bertemu. Apa ini sudah saatnya Arka tau yang sebenarnya, lebih baik aku membicarakannya dengan Hana." Endri mengambil telephonenya menghubungi Hana dan berjalan pergi.
Ditempat lain Khayra yang sudah pergi menjauh dari kantor Arka, sambil mengendarai motornya Khayra terus menangis dan mulai mengingat tentang pertemuannya dengn Arka tadi.
"Wajah lelaki itu mirip sekali dengan Ghani dan Ghava, Apa dia adalah laki-laki yang bersama ku malam itu, jika benar berarti dia Ayah kandung anak-anak aku harus apa ya Allah jika itu benar, Apa dia akan mengambil Ghani dan Ghava dari ku jika dia tau memiliki anak, Tidak,tidak mereka berdua anak-anak ku dia tidak bisa mengambil mereka." Khayra terus memikirkan kemungkina-kemungkinan terburuk yang akan dia terima.
Disisi lain Arka tidak menikmati jamuan itu karena terus memikirkan pertemuannya dengan Khayra tadi.
" Dia gadis yang aku cari-cari selama lima tahun ini dan mengapa dia sangat ketakutan dan lari setelah melihat ku, seperti dia menyembunyikan sesuatu."
Mereka berdua sibuk memikirkan apa yang terjadi, juga banyaknya pertanyaan-pertanyaan dan juga kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya.
Dapatkah keduanya menyelesaikan masalah ini dan dapat bersatu ?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ikutin terus ceritanya dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1