CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
KABAR BURUK


__ADS_3

Waktu berlalu sangat cepat tidak terasah hari pernikahan tinggal menghitung jam saja, banyak diantara para pengantin akan merasakan dilanda rasa gugup dan gelisah akan kelangsungan pernikahan mereka yang akan diselenggarakan. Namun berbeda dengan Khayra entah mengapa perasaan yang ia rasakan tidak seperti para pengantin lainnya, ia begitu cemas dan gelisah perasan takut mendominasi hatinya, pasalnya setelah beberapa hari setelah kepergian Arka tiba-tiba saja Arka yang akan selalu menghubunginya untuk memberi kabar atau menanyakan kabar dirinya dan anak-anak tetapi entah mengapa sudah beberapa hari ini Arka tidak lagi menghubunginya.


Karena curiga dengan ini Khayra menghubungi Arka untuk sekedar bertanya kabar, namun sayang disaat nomornya dihubungi tidak ada jawaban, nomor tidak aktif dan diluar jangkawan, itu membuat hati Khayra dilanda kegelisahan tentang keadaan calon suaminya itu.


Khayra juga merasa bingung untuk memberikan alasan dikala Ghani dan Ghava meneror dirinya untuk segera menghubungi Papa mereka.


Hana yang sudah pulang dari perjalanan bisnisnya beberapa hari lalu setelah mengetahui masalah ini juga mencoba menghubungi nomor Endri beberapa kali namun hasilnya juga sama ponselnya tidak bias dihubungi.


Ternyata bukan cuma Khayra yang merasakan kegelisahan tetapi dikediaman keluarga Khaleed juga dirasa ketegangan, Mami Alin merasa juga merasa cemas dengan keadaan kedua anaknya itu, setelah ia menerima kabar dari calon menantunya itu jika sudah beberapa hari ini Arka tidak memberi kabar dan juga ponselnya tidak bias


dihubungi membuat perasaannya tidak tenang, entah apa yang terjadi kepada kedua anaknya itu disana.


Sedangkan Papi Ali juga sudah mengutus beberapa anak buahnya untuk pergi keperusahaannya yang ada diBerlin untuk mencari tau apa yang sedang terjadi dengan kedua anaknya itu. Sudah dua hari semenjak anak buahnya diutus kesana namun sampai sekarang belum ada kabar dari mereka sehingga membuat dirinya juga cemas.


“ Bagai mana ini Pi, Mami khawatir sekali dengan kedua anak kita.” Mami Alin terlihat cemas dengan  keadaan kedua anaknya yang tidakada kabar sama sekali itu.


“ Tenangkanlah diri mu Mi, mereka pasti akan baik-baik saja.” Ucap Papi Ali menenangkan hari istrinya yang terlihat cemas.


“ tapi ini sudah tiga hari mereka tidak ada kabar Pi Mami takut terjadi seseatu kepada mereka, anaak buah yang Papi utus pun sampai sekarang belum memberi kabar kepada kita.”


“ Iya kau benar Mi tapi bersabarlah dan berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan kedua anak kita.”


Walaupun terlihat tenang mengatasi masalah ini, namun terlihat juga ada kekhawatiran terpancar dari raut wajah tampan Papi Ali walau sudah terlihat berkeriput.

__ADS_1


Disisi lain disebuah sekolah elit yang dipenuhi dengan para siawa dan siswi dari kalangan atas Khaleed Internasiona School terlihat dua bocah laki-laki yang berparas sama sedang termenung sedih ditaman sekolah karena waktu jam istirahat, mereka memikirkan keadaan sang Papa yang sudah beberapa hari ini tidak menghubungi mereka lagi.


“ Kakak aku merindukan Papa, kenapa Papa tidak pernah menghubungi kita lagi ya, apa Papa sudah melupakan


kita.”


“ Itu tidak mungkin, Papa sangat menyayangi kita tidak mungkin Papa melupakan kita.”


“ Terus kenapa Papa tidak menghubungi kita.”


“ Mungkin Papa sedang sibuk jadi tidak sempat untuk menghubungi kita.”


“ Tapi Kak walaupun Papa sangat sibuk bekerja Papa tidak akan melupakan kita, Papa pasti akan menyempatkan waktunya untuk menghubungi kita.”


Benar yang dikatakan oleh Ghava Papa mereka tidak akan melupakan mereka walaupun Arka sedang sibuk sekalipun Arka akan menyempatkan untuk menghubungi kedua anaknya itu, tapi entah mengapa beberapa hari ini Papa mereka tidak menghubungi merekaa lagi.


“ Iya Papa akan pulang, Papa tidak akan meninggalkan ku dan Ghava, aku yakin Papa akan pulang.”Ucap Ghani didalam hati untuk meyakinkan dirinya .


“ Yasudah kalau begitu kita berdoa saja supaya Papa baik-baik saja disana dan segera menghubungi kita.”


“ Iya Kaka.”


Tidak terasa bel sekolah berbunyi Ghani dan Ghava pergi meninggalkan taman itu dan kembali masuk kedalam kelas untuk melanjutkan pelajaran mereka, walau hati merasa sedih Ghani dan Ghava harus melaksanakan kewajiban mereka.

__ADS_1


--^-^--


Khayra yang sedang berada di kitcen Café duduk termenung melamun semua pesanan Cake yang harus diantar sekarang terbengkalai begitu saja dia tidak focus sama sekali alhasil semua pesanan tersebut ia limpahkan kepada asistennya.


Walupun pernikahannya besok dilaksanakan tapi Khayra memilih untuk tetap bekerja agar ia bisa menenangkan hatinya yang sedang kacau akibat masalah ini.


Hana yang tidak sengaja melihat Khayra melamun dikitcen Café berjalan mendatanginya, Khayra yang sedang


melamun tidak sadar jika Hana sudah duduk disebelahnya, melihat tidak ada tanggapan Hana menyentuh bahu Khayra untuk memberinya semangat dan seketika Khayra tersadar dari lamunannya.


“ Han....” ucap Khayra yang sudah sadar keberadaan Hana di sebelahnya.


“ Khay, ngapai kamu melamun disini, kamu tidak apa-apa.”


“ Entahlah Han, aku tidak tau apa yang aku rasakan sekarang tapi yang jelas perasaan ini adalah takut.”


“Takut ?.”


“ Iya aku takut, takut Mas Arka kenapa-kenapa disana, aku takut impian aku dan anak-anak tidak pernah tercapai, aku takut Mas Arka tidak akan kembali lagi dan aku takut menatap mata kedua anak-anak ku disaat mereka bertanya dimana Papa mereka dan aku tidak bisa menjawabnya ditambah lagi jika mereka mengetahui apa yang terjadi kepada Papa mereka sekarang, aku takut Han.” Tidak terasa air mata keluar dari mata Khayra.


Iya Khayra takut kejadian dulu terulang kembali dimana kedua anaknya bertanya dimana Papa mereka dan Khayra tidak bisa menjawab jika dulu ia bisa membohongi mereka tapi kali ini usaha itu tidak akan bisa lagi karena sekarang mereka sudah mengetahu siapa Papa mereka dan dengan adanya kejadian seperti ini entah apa lagi yang dapat dia katakan kepada kedua anaknya itu.


“ Sudahlah Khay yang sabar, yakinlah Tuan Arka akan kembali kepada mu dan juga anak-anak, Tuan Arka sangat mencintai mu dan Anak-anak dia tidak aakan meninggalkan kalian jadi kuatkanlah hati mu dan yakin kepada Tuan Arka kalau dia akan kembali.” Ucap Hana memberi semangat kepada Khayra.

__ADS_1


Walaupun sekarang Hana juga sangat mengkhawatirkan keadan Endri yang tidak bisa dihubungi sama seperti Arka tapi dia berusaha untuk tetap tenang dan selalu mendoaan Endri dan Arka dimana pun ia berada walaupun sampai sekarang tidak tau bagai mana kabarnya mereka.


“ Iya kau benar Han, Mas Arka tidak akan meninggalkan aku dan juga anak-anak, dia kan kembali kepada ku.” Dengan kepercayaan yang ia berikan kepada Arka dia kan selalu kuat menunggu kembalinya Arkanya.


__ADS_2