
Masih disekolah Disebuah ruangan tepatnya diruangan milik Arka. Papi Ali, Mami Alin, Endri dan juga Arka mereka berempat duduk terdiam tidak ada satu pun yang ingin memulai pembicaraan ini.
Mami Alin yang tidak sabaran mulai membuka suaranya.
"Jadi Arka Endri tidak ada yang mau kalian jelaskan ?." tanya Mami Alin, tapi tidak ada satupun yang ingin menjawab.
" Kenapa kalian diam, Arka bisa kamu jelaskan tentang kedua anak itu, apa yang terjadi tadi."
"Arka juga tidak tau mau menjelaskan apa Mami, Arka pun juga terkejut saat melihat kedua anak itu."
" Jadi kamu tidak tau juga."
"Iya Mami."
"Dan kamu Endri apa kamu juga sama dengan Arka tidak tau tentang kedua anak itu."
"Endri juga tidak tau Mami." jawab Endri dusta.
" Tapi kenapa wajah kedua anak itu mirip sekali dengan Arka, tidak maungkin kau tidak tau Arka. Semua orang yang melihat pun akan percaya kalau kalian mirip seperti Ayah dan Anak." ucap Mami Alin mesih dengan kecurigaannya.
Papi Ali yang sedari tadi diam mulai menanyai Arka
"Arka jawab pertanyaan Papi dengan jujur apa kamu memiliki kekasih."
"Tidak ada Papi untuk sekarang."
"Untuk sekarang ? Jadi dulu kamu memiliki kekasih ? Kalau memang benar sepertinya usia kedua anak itu sekitar 5 tahun. coba kamu ingat-ingat apa lima tahun yang lalu kau memiliki kekasih." tanya Papi Ali.
Arka berfikir untuk mengingatnya.
" Tidak ada Papi, itu sudah lama sekali Pi Arka mana ingat lagi. Tapi......" ucapat Arka berhenti setelah dia mengingat sesuatu.
" Ah mungkinkah kedua anak itu anak dari wanita lima tahun yang lalu, wanita yang selama ini aku cari-cari ? kalau memang benar berarti mereka berdua anak-anakku." ucap Arka dalam hati sangat senang.
__ADS_1
Papi Ali melihat anaknya tidak melanjutkan ucapannya mulai curiga kepada anaknya sepertinya ada yang disembunyikan Arka.
"Tapi apa Arka." Ucap Papi Ali dingin.
mendengar ucapan dingin darai Papinya Arka mulai sadar kalau Papinya tau apa yang Arka fikirkan.
"Jangan bilang kau menghamili perempuan diluar sana dan meninggalkannya begitu saja." ucap Papi Ali tinggi yang mengejutkan semuanya disana termasuk Mami Alin.
Mami Alin yang mendengar perkataan dari suaminya langsung melihat kearah Arka.
"Arka katakan apa itu benar ? " ucap Mami alin memegang tangan Arka. Arka hanya diam.
"Jawab Nak apa yang dikatakan Papi mu itu benar kau menghamili wanita dan meninggalkannya ." Mami Alin tidak kuasa menahan air matanya.
"Arka tidak tau Mi, Arka tidak tau kalau wanita itu hamil atau tidak. Arka hanya tidur dengannya sekali tidak mungkin dia hamil." ucapan Arka seketika membuat pasangan suami istri itu murka.
PLAKK..
Tamparan keras mendarat dipipi Arka dengan mata yang menahan amarah Papi Ali menatap Arka sedangkan Mami Alin terduduk lemas dan menangis mendengar perkataan Arka.
"Apa kamu menodai wanita itu lalu mencampakkannya dan kemudia kau bilang kalau kau tidur dengannya hanya sekali dengan tidak tau malunya....." ucap Papi Ali marah.
".....Aku tidak mengajarkanmu menjadi laki-laki baj****n seperti ini Arka, aku dan Mami mu mendidik mu untuk menjadi laki-laki yang bermartabat." ucap Papi Ali lagi
"Jika memang wanita itu hamil anakmu berarti kau sama saja dengan ibu kandungmu itu. sama-sama mentelantarka anaknya sendiri." ucap Papi Ali penuh penekanan.
Arka yang mendengar itu terkejut kalau dia sama saja dengan ibu kandungnya itu yang tega mentelantarkan anaknya sendiri. Arka tidak mau disama kan dengan ibunya itu.
"Tidak, aku tidak sama seperti wanita itu tidak mungkin, aku tidak mentelantarkan anak ku sendiri aku menyayangi anak-anakku."
"Tidak sayang jangan kau bicara seperti itu, Arkana anak ku, aku yang membesarkannya, menyayanginya dan mendidiknya sendiri, Arka bukan anak wanita itu dia tidak sama seperti wanita itu." ucap Mami alin yang masih bersedih menghampiri Arka dan memeluknya.
"Sayang lihat Mami dan katakan yang sebenarnya, Mami tidak akan marah. hmm." ucap Mami Alin sambil membelai pipi Arka.
__ADS_1
Arka yang mendapat belaian hangat Maminya itu seketika air matanya mengalir Arka menangis menceritakan kejadian lima tahun lalu dari awal hingga akhir tanpa ada yang dia tutup-tutupi.
Papi dan Mami Arka yang mendengar penjelasan Arka sedikit legah walaupun perbutannya tidak dibenarkan tapi anaknya itu tidak menjadi laki-laki brengsek yang meninggalkan anaknya dan ibu anaknya.
"Tapi Mami Arka ditidak pernah meninggalkan wanita itu, hingga sampai sekarang Arka terus mencari keberadaan wanita itu. jika memang wanita itu hamil anak Arka, Arka akan bertanggung jawab dan menerima dia dan anak ku Mi." ucap Arka sambil mengusap air matanya.
" Iya anak ku, kau harus bertanggung jawab atas perbuatan yang kau perbuat, kau harus mencari dimana wanita itu, Mami akan mendukung mu." ucap Mami Alin lembut
"Tapi Mami merasa kalau kedua anak kembar itu adalah anak mu Arka. Pertama kali Mami melihatnya hati Mami mengatakan kalau mereka adalah cucu ku." ucap Mami alin penasaran.
"Kamu benar sayang, Papi juga seperti itu. apa lagi tadi waktu Papi melihatnya dari dekat senyum dari anak itu seperti aku melihat Kakak."
"Arka juga merasakannya Mi waktu Arka memeluk keduanya rasanya ada perasaan hangat didalam hati dan seakan Arka tidak mau melepas pelukan itu. tapi Arka tidak mau berandai-andai jika mereka bukan anak-anak Arka bagaimana hati Arka Mi." ucap Arka tersenyum getir.
" Baik lah Mami akan mencari anak-anak itu, Mami ingin melihat mereka langsung dari dekat...." ucap Mami Alin bersemangat.
"Endri kamu ikut Mami, temani mama melihat anak-anak itu."
"Baik Mami."
Mami Alin dan Endri meninggalkan ruanag Arka dan mencari dimana kedua anak itu. Sedangkan Arka dan Papi Ali tetap diruangan itu karena Papi Ali ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting kepada Arka.
Endri yang mendengar pengakuan dari Arka merasa senang karena Arka akan bertanggung jawab untuk semua kesalahannya dan Arka juga sudah merasakan bahwa sikembar adalah anak kandungnya.
"Sepertinya nanti aku akan memberitaunya tentang hal ini." ucap Endri senang.
Mami Alin dan Endri sudah berada di aula tampak acara masih berlangsung. Mami Alin mengalihkan pandangannya kesepenjuru Aula tersebut mencari kedua anak itu.
Endri yang melihat mereka memberitau kepada Mami Alin bahwa mereka ada disana.
"Mami itu mereka." panggil Mami Alin da melihat arah yang Endri tunjuk
Tampak Hana dan sikembar akan meninggalkan Aula, Mami Alin yang tidak mau sampai kehilangan mereka berjalan cepat dan memanggilnya.
__ADS_1
"Tunggu.."