
Khayra segera mengganti pakaiannya dengan pakaian ganti yang dia bawak tadi.
Tidak berapa lama Khayra keluar dari toilet dan sudah berdandan sangat cantik dan anggun dengan menerapkan makeup tipis diwajahnya.
Saat keluar dari toilet tidak sengaja dia bertabrakan dengan seorang pria.
Bunk..
" Ah maafkan saya tuan." ucap Kayra dengn pria yang ditabrak tadi.
Pria tersebut tidak membalas ucapan Khayra, ternyata Pria itu malah terdiam dan terpesona melihat kecantikan Khayra.
"Tuan...Tuan..." ucap Khayra yang membuyarkan lamunan Pria tersebut.
" Eh...iya Nona maaf saya tidak melihat anda tadi." ucap Pria tersebut canggung.
" Iya tuan, saya juga minta maaf, kalau begitu saya permisi." ucap Khayra dan pergi dari sana.
Pria tersebut melihat kepergian Khayra sampai tidak lagi terlihat. Pria tersebut tersenyum penuh dengan arti dan pergi dari sana.
" Cantik."
*****
Khayra yang sudah siap dengan penampilannya sedang menunggu Arka untuk menjemputnya diruangan Hana
Tidak butuh lama pintu diketuk dan terlihat Arka disana, seketika Khayra terpanah melihat Arka sangat tampan dengan pakaian kesualnya, dengan senyum manis diwajah menambah ketampanannya.
" Apa kau sudah siap." ucap Arka yang membuyarka lamunannya.
" Iya aku sudah siap."
"Ayo kita pergi sekarang tapi sebelum pergi kerumah kita jemput dulu sikembar aku juga ingin memperkenalkan mereka juga." ucap Arka sambil menggandeng tangan Khayra.
" Baiklah."
Mereka berdua keluar meninggalkan Cafe Hana. Diparkiran Khayra dan Arka berpas-pasan dengan Hana yang keluar dari mobilnya.
" Kalian sudah mau pergi." ucap Hana yang menghampiri mereka.
" Iya Han. Oh iya Aku sama Mas Arka akan pergi dengan sikembar juga jadi kamu tidak usah jemput mereka nanti."
"Oke."
"Yasudah kami pergi dulu ya Han, Assalamualaikum."
"Waalaikum salam." Hana melihat kepergian Khayra dirasa sudah tidak terlihat lagi mobil Arka, Hana masuk kedalam Cafenya.
Didalam mobil, lama Khayra dan Arka hanya diam dan tidak ada yang saling berbicara hingga Arka bersuara.
" Mmm... kamu tidak apa-apa Khay." ucap Arka yang sedari tadi melirik Khayra yang diam saja.
" Aku tidak apa-apa Mas, ada apa.?." tanya Khayra sambil tersenyum manis.
__ADS_1
" Kamu terlihat diam saja dari tadi, apa kamu sedang gugup."
"Ya sepertinya begitu." ucap Khayra dengan wajah senduhnya, Khayra gugup dan cemas karena dia memikirkan apa pendapat orang tua Arka saat melihatnya.
Arka yang melihat Khayra Gugup dan cemas menjadi gemas sendiri dia tau apa yang Khayra fikirkan.
" Tidak usah cemas dan gugup, kamu tenang saja ada aku disampingmu sayang." ucap Arka sambil menggenggam tangan Khayra untuk menenangkannya.
mene menenangkannya.
Tidak lama kemudian mobil Arka sampai didepan sekolah Ghani dan Ghava. Mereka. menunggu didalam mobil karena jam pulang sekolah belum usai.
......
Khaleed International School......
Tidak lama kemudian bel berbunyi dan terlihat para murid keluar dari kelas masing-masing. Khayra keluar dari mobil dan menunggu dua pangerannya keluar dari gerbang sekolahnya.
Terlihat Ghani dan Ghava berjalan dihalaman sekolah bersama teman-teman mereka. Ghava yang melihat Khayra didepan gerbang mengajak Kakaknya.
" Kakak itu Mama sudah menunggu kita."
"Ya sudah ayok." keduanya berpisah dengan teman-teman mereka karena teman-teman mereka juga sudah ada yang menjemput mereka.
" MAMA..." ucap keduanya.
" Mama sudah lama menunggu." ucap Ghava.
" Tidak sayang Mama juga baru sampai."
Ghani yang sedari tadi memperhatikan mobil yang ada dibelakang Mamanya dengan curiga karena mobil tersebut bukan mobil milik Hana.
" Mama dengan siapa kesini." tanya Ghani. Sebelum Khayra menjawab Arka keluar dari mobil tersebut dan seketika membuat Ghani dan Ghava senang melihat Papa mereka.
" PAPA..." ucap keduanya, berlari dan memeluk Arka.
" Oh my baby boys." Ucap Arka dan menggendong kedua anaknya serta tidak lupa ciuman dipipi kedua anaknya
" Papa kesini mau menjemput kami." Tanya Ghava.
" Iya sayang Mama sama Papa menjemput kalian ya sudah ayok kita jalan." ucap Arka dan menurunkan kedua anaknya dari gendongannya.
Mereka semua masuk kedalam mobil dan mobil tersebut pergi meninggalkan sekolah tersebutnya.
Didalam mobil terlihat sangat ramai karena ocehan dari Ghani dan Ghava yang bercerita tentang kegiatan mereka disekolah tadi.
" Papa kita mau kemana." ucap Ghani yang sadar kalau ini bukan jalan kearah rumahnya atau Cafe Hana.
" Kita akan menemui Opa dan Oma kalian." ucap Arka yang sedang menyetir.
" Opa dan Oma ?." ucap Ghava.
__ADS_1
" Iya, karena mereka ingin bertemu dengan dua pangeran tampan Papa ini."
" Apa Opa dan Oma orang yang baik Pa ? Ghava takit kalau Opa dan Oma tidak menyukai kami." ucap Ghava yang terlihat menundukan kepalanya.
Arka dan Khayra saling melihat dan kemudian tersenyum.
" Siapa bilang Opa dan Oma tidak menyukai anak-anak Papa yang tampan ini, mereka akan sangat menyukai kalian." ucap Arka
" Benarkah Papa."
"Benar dong sayang." ucap Arka
Bukan cuma Ghani dan Ghava saja yang berfikir seperti itu, Khayra juga dia takut dan gugup bagai mana jika kedua orang tua Arka tidak menerimanya karena dia hanya wanita yang biasa saja.
Khayra tau kalau Arka dari keluarga kaya raya dan juga terpandang bagai mana dia bisa bersanding dengan Arka.
Fikiran-fikiran negatif terus muncul dikepala Khayra sampai dia tidak tau kalau mereka sudah mau sampai ditujuan.
Mobil itu masuk kedalam perkarangan rumah yang sangat luas banyak bunga-bunga yang menghiasi halaman rumah itu.
Khayra dan kedua anaknya menatap takjub dengan bangunan yang sangat mewah dan megah seperti istana di depan mereka.
"Papa apakah itu rumah Papa, Wow ini sangat bagus seperti istana Pa." ucap Ghava yang masih takjub melihat keindahan rumah tersebut.
" Iya sayang itu rumah Papa." ucap Arka sedangkan Khayra tidak bisa berkata-kata melihat ini semua.
Dia tidak menyangka sekaya apa Arka dan itu membuatnya semakin minder karena dia tidak mungkin pantas dengan Arka yang bisa dibilang itu mustahil.
Mobil Arka berhenti tepat didepan pintu yang sangat besar, keempatnya keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu rumah itu, Arka berjalan sambil menggandeng tangan Khayra dan kedua anak mereka berjalan tepat didepan mereka.
Tidak lama kemudian pintu terbuka dan mereka disambut oleh beberapa maid yang berdiri disisi pintu.
" SELAMAT DATANG TUAN MUDA." ucap para Maid serentak.
Arka, Khayra dan kedua anaknya masuk kerumah tersebut dan lagi-lagi Khayra tidak percaya dengan keindahan dirumah itu.
"Subhanallah indah sekali rumah ini, apa aku sedang bermimpi." ucap Khayra dalam hati.
Keempatnya masuk kedalam dan menuju ruang tamu. Mami Alin yang diberitau oleh pelayannya jika anaknya sudah datang dia bergegas turun untuk menemui calon menantu dan kedua cucunya.
Sejak tadi Mami Alin sangat antusias dan sudah tidak sabar untuk bertemu Khayra dan kedua cucunya itu.
Mami Alin turun dari tangga dan melihat kalau Khayra dan kedua cucunya sudah berada di ruang tamu.
" Khayra."
Khayra yang mendengar namanya dipanggil langsung melihat kearah suara tersebut dan betapa terkejutnya dia yang memangginya adalah Tante Alin.
" Tante Alin."
__ADS_1