CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
KEPUTUSAN YANG DIBUAT


__ADS_3

Setelah selesai makan malam Khayra membereskan piring-piring bekas makan mereka dibantu oleh Hana.


Sedangkan anak-anak masuk kekamar mereka untuk belajar, memang kedua anaknya itu sangat berbeda dengan anak-anak seusia mereka.


Banyak anak-anak seusia mereka yang sibuk dengan bermain dan memonton kartun kesukaan mereka tapi beda dengan Ghani dan Ghava keduanya sangat suka belajar dan melakukan eksperimen-eksperimen yang membuat mereka penasaran.


Seperti saat ini mereka ingin mencoba sejauh mana kemampuan IT yang mereka miliki, dengan mencoba membobol data rahasia dari sebuah perusahaan besar yang kabarnya sistem keamanannya sangat sulit ditembus oleh Hacker handal mana pun.


Dengan lincah keduanya mencoba masuk kesistem keamanan perusahaan tersebut "Kaka aku sudah masuk kedalam bagian pertama sistem keamanan mereka dan menyerang mereka dengan virus ciptaan ku." ucap Ghava dengan senangnya.


"Bagus selanjutnya kita akan masuk lebih dalam lagi Ghava dan menerobos pertahanan sistem mereka."


"Oke kaka."


Ghani dan Ghava terus menyerang semua sistem keamanan perusahaan tersebut tanpa kesulitan.


"Kaka ternyata banyak juga sistem keamanan mereka dan memecahkan kode-kode ini sangat sulit."


"Berikan pada ku biar aku yang memecahkannya."


Dengan sangat lihay Ghani memecahkan kode-kode tersebut dan dengan cepat memecahkannya.


"Mmm hanya sebegitu saja sistem keamanan mereka ternyata." ucap Ghani dalam hati sambil tersenyum meremehkan.


"Kaka sudah membuka semua sistem keamanan mereka dan kau masukan virus buatanmu Ghava." ucap Ghani.


"Oke kaka."


Disisi lain sebuah perusahaan besar telah dilanda kepanikan karena siatem keamanan data mereka telah diserang dan ada yang mencoba menerobos masuk.

__ADS_1


Semua staf IT yang berpengalaman dikerahkan dan mencoba menyerang balik dan mencari siapa yang telah menyerang mereka dan menerobos masuk kesistem keamanan data perusahaan tersebut.


"Bagaimana apa kalian sudah berhasil menemukan siapa yang berusaha masuk kesistem kita."


"Belum pak mereka menyembuyikan alamat IP mereka dengan sangat baik dan hati-hati kita tidak bisa melacaknya dan lihat Pak mereka memasukkan virus kesistem kita juga, saya tidak tau viris apa yang mereka buat ini." ucap kepala Divisi IT perusahaan tersebut.


"Cepat cari tau dan jangan biarkan mereka masuk dan merusak sistem keamanan kita."


"Baik Pak."


Dapat dilihat semua divisi IT pada sibuk dan panik menghadapi masalah ini.


…………


Hana yang melihat Khayra sedang mencuci piring sambil melamun memanggil Khayra dan membuat Khayra terkejut dan menjatuhkan piring yang dia pegang tadi.


"Ah ya ampun Khayra." Kana yang melihat itu berjalan cepat menghampiri Khayra dan melihat kaki Khayra berdarah karena serpihan kaca


"Apa yang kamu fikirkan Khay, kau melamun coba lihat kaki mu berdarah terkena serpihan kaca." ucap Hana.


"Ah aku tidak merasakannya Han."


"Ya sudah ayok kamu duduk dulu disana biar aku bersihkan dulu pecahan kaca yang dilantai." Hana membawa Khayra duduk dimeja makan dan meninggalkannya untuk membersihkan pecahan kaca didapur.


"Apa yang sedang aku fikirkan, semenjak aku bertemu lelaki itu tadi siang fikiran ku kacau dan tidak fokus, ya Allah rasanya tidak nyaman."


Setelah selesai membersihkan serpihan kaca didapur Hana menghampiri Khayra sambil membawah kotak P3K .


" Apa yang sedang kau fikirkan Khay cerita saja kepadaku. aku dari tadi melihatmu selalu melamun dan apa kau menangis tadi Khay." ucap Hana sambil mengobati luka dikaki Khayra.

__ADS_1


Mendengar itu sesaat Khayra terkejut dengan cepat khayra merubah wajhnya.


"Tidak ada yang aku fikirkan Han, aku hanya lelah saja." ucap Khayra bohong.


"Khay jangan berbohong kepada ku, aku memperhatikan mu, dari mulai aku pulang wajahmu sembab seperti orang habis menangis, ada apa cerita kepada ku siapa tau aku bisa memberikan solusi." ucap Hana yang sudah selesai membalu luka Khayra dengan perban.


Dengan sedikit paksaan akhirnya Khayra menceritakan kejadian tadi siang saat ia mengantar pesanan Cake yang tertinggal dia bertemu dengan Laki-laki yang merenggut semuanya dari Khayra lima tahun yang lalu.


Khayra yang kembali membuka lukanya yang sudah dia tanam selama lima tahun kini harus dia ingat kembali. Sambil menangis Khayra menceritakannya.


"Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang Khay." ucap Hana sambil mengelus punggung Khayra.


"Aku tidak tau Han, aku takut bertemu dengannya aku tidak sanggup melihatnya karena jika aku melihatnya kenangan pahit itu muncul lagi dan aku juga takut dia akan mengambil Ghani dan Ghava dari ku jika dia tau aku melahirkan anak-anaknya."


"Tapi Khay dia juga berhak atas Ghani dan Ghava karena dia Ayah kandung sikembar, kau tidak perlu berlarut-larut tenggelam dalam kenangan pahit itu keluarlah dan tinggalkan kenangan itu demi kebaikan my dan sikembar. Juga jangan berasumsi seperti itu, Bagai mana jika dia tidak ingin memisahkan mu dan sikembar."


"Tapi Han fikiran-fikiran buruk terus menghantui fikiran ku tentang laki-laki itu, selain rasa takut ku Bagaimana kalau dia sudah memiliki istri dan anak lalu tidak menerima Ghani dan Ghava bagai mana nasib anak-anak ku Han aku tidak mau melihat anak-anak ku menderita."


"Sudah aku bilang hilangkan semua prasangka buruk itu Khay, itu hanya ansumsi kamu saja, coba kamu temui dia dulu dan berbicaralah kepadanya kamu akan melihat seperti apa dia, aku tidak mau kamu menyesal nantinya."


"Tapi Han...."


"Tidak ada tapi-tapian Khay, coba dengarkan aku kamu harus keluar dari rasa takut tentang kejadian lima tahun lalu dan ingatlah kau memiliki orang-orang yang mencintaimu dan juga jika Ghani dan Ghava mengetahui kau bertemu dengan Ayah mereka dan kau menyembunyikan fakta bahwa Ayah mereka disini kepada mereka apa yang akan terjadi pastinya Ghani dan Ghava akan sangat kecewa kepada mu."


" Apa kamu mau anak-anak merasa kecewa kepadamu tolong jangan egois Khay, kau ingat Ghani dan Ghava sangat merindukan kasih sayang Ayah mereka apa kau tega memisahkan mereka karena keegoisanmu. Fikirkan itu baik-baik Khay keputusan ada ditanganmu" ucap Hana dan meninggalkan Khayra yang sedang berfikir.


"Maafkan aku Khay, aku sudah memaksamu agar kau mau keluar dari masa lalu mu, aku melakukan semua ini demi kebahagiaan mu dan sikembar dan kebahagiaan kalian adalah bersatu dengan Arka." ucap Hana dalam hati.


Mendengar ucapa Hana dalam hati Khayra merasa sakit ya memang benar anak-anaknya sangat merindukan Kasih sayang Ayahnya dan disisi lain Ayah mereka berada disini, Khayra tidak seharusnya egois dia harus keluar dari masa lalunya dan membahagiakan anak-anaknya, dia harus segera menemui laki-laki itu apa pun yang akan terjadi selanjutnya Khayra serahkan semuanya kepada Allah.

__ADS_1


__ADS_2