
Saat mendengan perkataan adik nya Ghani melihat arah yang ditunjuk. seketika mata Ghani membesar dia tidak menyangka dengan apa yang dia lihat.
Akhirnya Ghani juga ikut berlari mengejar Arka. Karena jarak yang cukup jauh dan banyaknya murid-murid berlalu lalang membuat mereka kesulitan untuk mengejar Arka.
"PAPA...PAPA...PAPA." teriak keduanya.
Disaat Arka dan Endri sampai didepan mobilnya seketika Arka menghentikan langkahnya dia memegang dadanya tanpa sadar Arka menitikan air mata entah kenapa ada perasaan yang sangat sakit dihatinya.
"Arka kamu kenapa ? Kamu menangis ?
." ucap Endri panik saat melihat Arka menangis.
"Eh menangis." sadar Arka langsung menghapus air mata yang membasahi pipinya.
"Eh ada apa ini, kenapa aku menangis."
Arka yang tidak tau kenapa dia seperti ini langsung menjawab pertanyaan Endri.
"Aku tidak apa-apa End, ayo kita pergi." Arka langsung masuk kemobilnya bersama Endri dan pergi meninggalkan sekolah.
Ghani dan Ghava yang melihat Arka sudah kedalam mobil dan mulai meninggalkan parkiran sekolah mempercepat lari mereka.
"PAPA...PAPA JANGAN PERGI. JANGAN TINGGALKAN GHAVA." teriak Ghava sambil menangis. "PAPA...PAPA.."
Melihat mobil Arka sudah pergi dari sana Ghava berhenti berlari dia hanya bisa lihat kepergian mobil Arka sambil menangis.
"Papa...hiks..hiks." ucap Ghava lirih.
__ADS_1
Ghani yang melihat adik nya berhenti berlari dia mendekatinya.
"Kaka Papa pergi...hiks..hiks." ucap Ghava sambil menangis. melihatnya Ghani langsung memeluk Adiknya itu dan dia pun juga ikut menangis.
"Kaka Papa pergi meninggalkan kita lagi Kaka, apa Papa tidak sayang kita lagi." ucap Ghava menangis dalam pelukan Kakaknya itu.
"Jangan bilang begitu, ingat pesan Mama semalam, tidak ada seorang ayah yang tidak menyayangi anaknya, sudah jangan menangis lagi ayo kita kekelas sebelum itu kita cuci muka dulu." Ucap Ghani menghibur adiknya itu walaupun perasaannya juga sama seperti adiknya saat ini tapi dia bisa menyembunyikannya.
Ghani mengajak adiknya pergi dari sana dan kembali kekelasnya karena jam istirahat akan berakhir.
Didalam mobil Arka banyak diam dan melamun Endri yang melihat dari kaca mobil menjadi heran.
"Ada apa dengan ku kenapa dada ini sesak sekali dan kenapa aku merasa sedih ada apa ini." Arka terus mempertanyakan tentang dirinya.
"Arka ini sudah waktunya makan siang ayo kita makan siang dulu." ucap Endri yang membuyarkan lamunan Arka.
Mobil melaju sedang melintasi jalan yang sedikit macet menuju Restauran dekat kantor Arka.
…………………
Disebuah rumah yang sedikit besar seorang ibu dan anak sedang menikmati makan siang mereka.
Iya itu adalah Mama Wanti dan Kinan. Mereka cukup bahagia rupanya.
"Mama aku dapat job yang sangat besar Loh." ucap Kinan senang.
"Oh iya, apa itu nak."
__ADS_1
"Aku dikontrak menjadi model anpasador untuk perusahaan besar Ma Khaleed Company." ucap Kinan bangga.
"Apa Khaleed Company itu kan perusahaan besar di Asia sayang." Mama Wanti tidak menyangka anaknya akan dikontrak oleh perusahaan besar itu.
"Iya Ma, dan apa Mama tau CEO diperusahaan tersebut sangat tampan dan masih muda, dan katanya lagi dia belum memiliki kekasih atau pun menikah Ma."
"Wah ini akan menjadi kesempatan kamu juga untuk dekat dengannya apa lagi bisa menjadi menantu dari seorang milioder itu sayang pasti Mama sangat senang."
"Ahh.....Mama bisa aja." ucap Kinan tersipu malu.
"Ya bisa donk, anak Mamakan cantik tidak mungkin dia tidak melirik mu."
" Sudah lah Mama aku kan jadi malu."
"Baik lah."
"Kalau yang dibilang Mama menjadi kenyataan betapa bahagianya aku menjadi menantu keluarga kaya raya itu dan aku juga bisa menguasaai kekayaan yang tidak habis tujuh turunan itu."
Mereka melanjut kan makan siang mereka dengan obrolan yang tidak penting.
(Dasar Halu 😧)
Jangan lupa tinggal kan jejak kalian ya
LIKE, COMMENT, VOTE DAN TAMBAHKAN KE FAVORITmu....
see you
__ADS_1