
Tibalah mereka diHotel yang dimaksud, ketiganya pergi ke Resepsionis dan meminta daftar tamu cekin tadi malam pada pukul 10.
" Selamat pagi Ibu ada yang bisa saya bantu " ucap sopan pegawai resepsionis itu.
" Begini mbak saya ingin mengecek atas nama siapa pemesanan kamar No 998 tadi malam pada pukul 10 malam apa bisa saya melihatnya ?" Ucap Khayra terburu- buru.
" Baiklah Ibu tunggu sebentar " jawab pegawai itu. setelah diperiksa benar saja yang memesan kamar 998 itu atas nama Khayra setelah mendengar itu Khaira mengeluar kan air mata lagi.
" Tidak... tidak mungkin. Saya tidak pernah memesan kamar itu saya ingat saya dan kelurga saya datang kesini tadi malam dan Mama saya yang memesan kamar ini " ucap khai yang menangis sedih.
Dibelakang Khayra Mama Wanti dan Kinan tersenyum licik dan bahagia karena usaha mereka berhasil
__ADS_1
" Lihat, apa yang mau kamu buktikan sudah jelas kamu yang memesan kamar ini lihat, ini nama kamu kan " Ucap Kinan dengan senyum liciknya.
Khayra yang mengetahui kenytaan ini merasa sedih dan hatinya hancur tidak menyangka semua ini akan dia terima dia tidak menyangka semua ini akan terjadi kepadanya dengan perasaan yang tidak menentu dihatinya.
"Bagaimana semua ini bisa terjadi pada ku, kenapa nasib sial selalu datang kepada ku. Ibu..Ayah...Khay harus bagai mana Khayra leleh Ibu...Ayah".
--------
Sesampainya dirmah Khayra langsung berlari kekamarnya dengan perasaan hancur sedangkan Mama Dewi dan Kinan duduk diruang Keluarga.
"Ma.. aku penasaran siapa laki-laki yang ada dikamar hotel itu dengan Khayra sedangkan rencana kita tidak seperti ini dan kita hampir gagal"ujur Kinan penasaran .
__ADS_1
" Mama pun juga penasaran Kin siapa Laki-laki yang ada dikamar itu, sedangkan rencana kita gagal gara-gara ketahuan sama istri Om Frendi dan tidak mungkin juga dia tidur sendiri dengan keadaan dia seperti itu. Tapi biarlah bukanya itu membuat rencana kita berhasil juga " ucap Mama Wanti dengan senang.
" Benar juga si Ma.. " jawab Kinan.
" Dengan begitu kita bisa mengusir dia dari rumah ini dan semua harta yang ada disini akan jatuh ketangang kita" ucap Mama dengan senangnya.
"benar yang Mama bilang, kita tidak perlu lagi capek-capek berbohong hanya untuk mengusirnya dari rumah ini haaaahahaa " ucap Kinan dan mereka berdua pun tertawa puas.
Ya selama ini Khayra sudah dibodohi oleh pasangan Ibu dan anak itu, mereka dengan lihai membohongi Khayra dengan mengatas namakan penyakit Ayahnya agar mereka dapat menguasai harta dan rumah Khayra mereka dengan baik berbica bahwa mereka tidak punya apa-apa lagi untuk membayar hutang yang mereka pinjam untuk pengobatan Ayahnya pada hal itu semua hanya kebohongan dan rencana mereka pada hal mereka sama sekali tidak memiliki hutang itu semua hanya lah akal-akalan mereka agar Khayra bisa masuk kedalam perangkap mereka tidak sampai disitu mereka berencana untuk menjual Khaira kepada Om Frendi tapi tidak berhasil karena Om Frendi ketahuan oleh istrinya sebelum Om Frendi masuk ke Hotel tersebut tapi keberuntungan dipihak mereka Khayra terjebak dengan lelaki lain yang mereka pun tidak tau siapa.
untuk menghilangkan jejak mereka Mama Wanti menyusun rencana dengan memanfaatkan pegawai Hotel tersebut Mama Wanti menyuruh pegawai Hotel itu memesankan Kamar dengan atas nama Khayra bukan atas namanya dan dia juga menyuruh pegawai Hotel tersebut untuk memberikan obat kedalam air yang di tawarkan kepada Khayra dengan begitu rencana yang mereka susun akan berjalan lancar.
__ADS_1