
Malam yang dingin menyelimuti kota lampu-lampu kota menerangi malam seperti taburan bintang dilangit Arkana yang duduk dibalkon kamar salah satu Hotelnya tempatnya menginap saat ini dia sedang duduk santai sambil memikirkan gadis yang dia tiduri enam bulan yang lalu.
Entah kenapa Arkana tidak bisa melupakannya Sudah hampir enam bulan ini dia mencari gadis yang menghabiskan malam dengannya waktu itu dengan menggunakan sedikit ingatannya karena dia sempat memandangi wajah gadis itu tapi percuma saja dia tidak tau kemana mencari keberadaan gadis itu seperti hilang ditelan bumi .
Semenjak kejadian itu Arkana tidak bisa melupakan malam itu atau pun gadis itu selalu terlintas difikirannya dan bertanya-tanya tentang gadis itu siapa dia ? Bagaimana bisa dia masuk kekamar yang biasanya aku gunakan jika aku malas untuk pulang kerumah ? Apa yang saat itu dia rencanakan ? Banyak pertanyaan-pertanyaan yang terlintas dibenaknya tentang gadis itu dan menyuruh Endri untuk memeriksa diHotelnya dengan bertanya kepada bagian Resepsionis kenapa gadis itu bisa masuk kekamarnya ternyata Resepsionis itu juga tidak tau dan mereka juga tidak mengetahui siapa gadis itu, mereka juga memeriksa diruangan CCTV tapi hasilnya nihil karena CCTV yang merekam gadis itu sudah terhapus, belum sempat Endri mengeceknya tenyata semua rekamannya hilang karena saat itu semua CCTV yang berada diHotel tersebut sedang dalam keadaan mati karena perbaikan hal hasil pencariannya pun sia-sia.
--------
Saat sedang asik melamun ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan kerja Arkana dan membuyarkan lamunannya.
"Tok...Tok...Tok "
Ternyata itu Endri asisten pribadi Arkana.
__ADS_1
"Ya ada apa End ?" Ucap Arkana
" Sudah saatnya kita pergi ke pertemuan itu Tuan dan Helinya juga sudah siap" jawab Endri kepada Arkana.
" Baik lah kalau begitu " ucap Khairaf sambil bangun dari kursinya dan berjalan diikuti Endri dibelakangnya Arkana pun menuju lantai atas ke landasan Helinya.
--------
Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi Mama Wanti dan Kinan pun sudah tidak ada dirumah hanya Khayra yang saat itu ada dirumah untuk mengerjakan semua pekerjaan yang ada dirumah itu dan setelah semuanya selesai saatnya bagi Khayra untuk berbelanja sayuran untuk makan siang, segera dia mengambil switer dengan ukuran besar dan memakainya untuk menutupi perutnya yang sudah mulai membesar agar para tetangga tidak curiga dengan perutnya.
" Eh eh ibu-ibu itu bukannya si Khay ya ?"Ucap salah satu ibu-ibu itu mulai bergosip
" Mana..? " jawab ibu-ibu yang lain.
__ADS_1
" Bukanya dia nampak gemukan ya perasaan yang saya tau anak itu badannya kurus dan ramping tapi kenapa dia seperti itu ya ?" Ucap ibu itu.
" Iya ya, mungkin karena bajunya itu bu, lihat lh switer yang dia pakai kan besar " jawab ibu-ibu yang lain.
" tapi kan bukan itu aja loh saya lihat dia gemukan, 2 hari yang lalu gak sengaja saya melihat dia sedang membersihkan halaman rumahnya dia nampak gemukan dan perutnya buncit seperti orang hamil " ucap ibu itu dengan semangan.
" Ah masa si seperti itu " jawab ibu-ibu yang lain.
" Iya loh Bu apa jangan-jangan di lagi Hamil ya soalnya perutnya besar kayak orang lagi Hamil saya lihat" ucap ibu itu sambil meneruskan gosipannya.
Bapak tukang sayur yang sedari tadi mendengar gosipan-gosipan para ibu-ibu pelanggannya hanya bisa menggeleng-geleng kepala melihatnya. Sebelum Ibu-ibu itu melanjutkan menggosipnya Khayra menyapa ramah kepada ibu-ibu itu.
" Selamat pagi Ibu-ibu sudah pada siap belanjanya ?"ucap Khayra dengan ramah.
__ADS_1
Belum sempat Ibu-ibu itu menjawab siBapak tukan sayur menjawabnya.
"belum ini Neng pada sibuk menggosip " jawab bapak tukang sayur sambil menyindir ibu-ibu itu.