
Terlihat seorang pria paru baya dengan pakaian rapi dan mewahnya memasuki Khaleed Company dengan gagahnya, walaupun ia sudah tidak terlihat muda lagi tapi pesonanya masih tetap terlihat menawan.
Bersama dengan Asistennya dan beberapa pengawal dibelakangnya, Aliyansyah Khaleed Ayah dari sang CEO dingin perusahaan ini dan pemengang saham terbesar kedua setelah Arka berjalan memasuki lobi.
Semua para karyawan diperusahaan itu yang berpas pasan dengannya menundukan kepala memberi hormat kepadanya.
Saat ingin berjalan menuju Lief khusus para petinggi perusahaan itu, tiba-tiba suara jeritan anak kecil yang sudah lama dia rindukan terdengar nyaring ditelinganya.
" OPAAAA"
Ali mencari sumber suara itu dan terlihat bocah kecil yang sangat tampan berlari menghampirinya sambil merentangkan kedua tangannya.
Ali yang melihatnya merasa sangat senang karena bisa berjumpa dengan cucu kesayangnnya yang amat sangat ia rindukan.
" Oohh cucu kesayangan Opa." ucap Papa Ali sambil memeluk cucu kesayangnnya itu.
Kejadian yang mengharu biru itu tak luput dari sorat mata para karyawan yang ada disana begitu pun juga dengan Asisten pribadi Ali ia merasa terkejut dengan bocah kecil yang sedang dipeluk oleh Tuannya itu.
" Apa yang kau lakukan disini sayang dan dimana Ghani." tanya Papi Ali sambil mencium seluruh wajah cucunya itu.
" Itu Opa." Ghava menunjuk kearah dimana Ghani dan Endri berjalan menghampiri mereka.
" Ah cucu kesayangan Opa Ghani. Opa sangat merindukan kalian berdua, apa kalian tidak merindukan Opa." ucap Papi Alin sambil mencium seluruh wajah Ghani seperti yang Opanya lakukan kepada adiknya.
" Kami juga merindukanmu Opa, sangat rindu." ucap keduanya dan mereka langsung memeluk erat Opa kesayangan mereka.
"Tuan." ucap Asisten Papi Ali tiba-tiba.
" Ah iya Heri, inilah kedua cucu ku yang aku ceritakan kepadamu tempo hari, mereka menggemaskan bukan dan mereka kembar." Heri yang masih terkejut langsung menetralkannya karena dia tidak menyangka kalau Tuannya itu memiliki dua cucu yang sudah besar. Karena yang ia fikirkan kalau cucu dari Tuannya ini masih bayi.
" Nah Ghani, Ghava perkenalkan ini Asisten Opa namanya Heri." keduanya melihat kearah pria paru baya yang seperti Opa mereka dan menghampirinya.
" Assalamualaikum Kakek Utih." ucap keduanya sambil mencium tangan Heri dan itu membuatnya terharu.
" Kenapa kalian memanggilnya Kakek Utih." tanya Papi Ali yang tadi mendengar kedua cucunya memanggil Asistennya Kakek Utih.
" Itu karena Kakek Heri rambutnya putih makanya kami manggilnya Kakek Utih." mendengar penjelasan dari cucunya Papi Ali tertawa lepas karena mendengarnya. Ya memang benar rambut yang Heri punya sudah putih dan hanya sedikit warna hitam disana.
" Hhhahahaha, cucu-cucu ku ini ada-ada saja, gemasnya." ucap Papi Ali.
__ADS_1
Endri yang sedari tadi hanya melihat adegan haru anatar kakek dan cucu kesayangannya itu akhirnya bisa menyapa Papinya itu.
" Selamat sore Papi, selamat datang." ucap Endri dan langsung mencium tangan sang Papi.
" Siang juga Nak, Apa semuanya lancar." Tanya Papi Ali. karena tujuannya datang keperusahaan itu adalah karena dia mendapat kabar kalau perusahnnyanya yang ada di Berlin mengalami masalah yang serius.
Seakan mengerti arah pembicaraan Papinya itu, Endri langsung menjelaskan semua keadaannya.
" Seperti itulah Papi, makanya Endri dan Arka akan langsung terbang ke Berlin malam ini untuk mengurus masalah ini, dan sebaiknya kita bicarakan permasalahan ini dirungnnya Arka saja Pi." Endri mengajak Papi dan Asistennya untuk membicarakannyanya diruangan Arka.
" Baiklah ayo kalau begitu Oh iya apa kedua jagoan Opa itu jug mau ikut keruangan Papa Kalian." tanya Papi Ali.
" Tidak Opa kami masih ingin melihat-lihat perusahaan ini." jawab Ghava.
" Baiklah kalau begitu. Joko, Budi." Papi Ali memanggi pengawal yang dia bawak tadi.
" Iya Tuan." ucap keduanya.
" Kalian jaga dan awasin kedua cucu ku ini dengan baik."
" Baik Tuan."
" Siap Opa."
"Yasudah ayo nak kita keruangan Arka." Papi Ali, Endri dan juga Pak Heri berjalan memasuki Lief khusus untuk menemui Arka diruangannya sedangkan para bocah kembar itu mulai menyelusuri setiap ruangan yang ada diperusahaan besar itu dengan didampingi oleh pengawal Papi Ali.
--^^--
Saat tibanya di depan ruangan Arka Endri mengetuk pintu ruangan itu dan langsung masuk kedalam.
Arka yang sedang mengerjakan pekerjaannya pun menghentikan kegiatannya dan melihat siapa yang datang
" Papi." ucap Arka sambil berdiri dari kursi kebesarannya dan menghampiri Papinya.
" Ada apa Papi kesini, apa ada masalah, kenapa tidak menghubungi Arka terlebih dahulu." tanya Arka.
" Apa Papi tidak boleh datang kesini hanya untuk sekedar berjumpa dengan anak sendiri." ucap Papi Ali ketus.
Endri dan Pak Heri yang mendengar itu menahan tawanya agar tidak keluar sedangkan Arka hanya bisa menggaruk pipinya yang tidak gatal.
__ADS_1
" Baiklah Papi maaf perkataan anak mu ini." ucap Arka dan langsung memeluk Papinya itu.
" Cih... dasar anak nakal, yasudalah Papi kesini bukan untuk mengomelin kamu."
" Hehehehe." Arka mempersilahkan Papi dan Pak Heri untuk duduk.
" Oh iya End, apa kau melihat anak-anakku tadi." tanya Arka yang menyadari anak-anaknya itu belum juga kembali keruangannya.
" Tadi Papi ketemu mereka dilobi mereka ingin melihat-lihat perusahaan dan Papi mengijinkannya. jadi kamu tenang saja para pengawal Papi menjaga mereka." jawab Papi Ali dan dianggukin oleh Endri.
" Baiklah kalau begitu."
"Lalu dimana Khayra bukanya sikembar datang bersama dengnnya bukan ?." tanya Papi Ali yang sedari tadi tidak melihat calon mantunya itu.
" Iya, tadi sikembar datang bersama dengan Khayra kesini tapi tadi tiba-tiba pegawai cafe meneleponnya karena ada pesanan Cake yang harus dibuat hari ini jadi dia pergi dan menitipkan anak-anak sama Arka." jelas Arka.
Iya setelah sikembar keluar dari ruangan Arka tiba-tiba telpon Khayra berbunyi dan itu dari karyawan Cafe, karena ada pesanan Cake yang harus segera dibuat dan membuat Khayra harus segera pergi keCafe.
" Oh begitu ya sudah, jadi bagaimana dengan masalah perusahan kita yang ada diBerlin apa sudah kau bereskan Nak."
" Nanti malam Arka akan langsung pergi keBerlin dan langsung turun tangan menyelesaikan masalah ini Pi, Endri sudah mengurus semuanya Pi."
" Baguslah kalau kamu yang langsung turun tangan Nak, tapi bukannya untuk menyelesaikan itu memakan waktu yang lama dan hari pernikahan mu tinggal menghitung hari, Apa kamu sudah berdiskusi dengan Khaya"
" Masalah itu sudah Arka bicarakan dengan Khayra dan kami juga sudah sepakat kalau pernikahan kami tetap di lanjukan sesuai jadwal dan Arka akan mengusahaakan masalah diBerlin dapat diselesaikan sebelum hari pernikahan kami Pi."
.
.
.
.
.
Hay temanteman setia Othor jangan pernah bosan untuk menunggu episode-episode selanjutnya ya.
Dan terus dukung Othor dengan like, comment and vote serta masukkan kedaftar favoritmu agar dapat tau episode baru lainnya.
__ADS_1
See you