
Arka sampai disekolahnya bertepatan dengan bel berbunyi waktu istirahat siang.
Setelah memarkirkan mobilnya Arka dan Endri berjalan menyusuri kolidor sekolah tersebut menuju ruangannya.
Saat sampai di ruangannya endri duduk dikursinya dan meyuruh Endri mengeluarkan berkas yang ingin diperiksa dan ditanda tangani olehnya.
"End mana berkas yang ingin di tanda tangani." ucap Arka dan Endri segera memberikan berkas yang sedari tadi dia bawak.
"Ini Ar." Arka mengambilnya dan mulai memeriksa berkas tersebut terlebih dulu.
Endri melirik jam ditangannya waktu sudah menunjukan jam makan siang.
" Ar, sudah waktunya makan siang, mau makan disini atau diluar."
"Sepertinya disini saja End." ucap Arka tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang dia baca.
"Baiklah kalau begitu aku pesankan dikantin sekolah ya."
"Oke."
Setelah Arka menyetujuinya Endri keluar dari ruangan Arka dan Tiba-tiba Endri terkejut dengan kehadiran Ghani dan Ghava yang sudah berdiri tepat didepannya.
*******
Didalam kelas Ghani dan Ghava merapikan kembali buku mereka dan segera keluar dari kelasnya sambil menenteng bekal makan siang mereka.
"Kaka kita jadikan keruangannya Papa."
"Iya, ayo kita kesana."
Ghani dan Ghava berjalan dikolidor sekolahnya menujuh ruangan Arka. Sebelum sampai diruangan Arka, Ghani dan Ghava melihat Endri keluar dari ruangan Papa mereka.
Mereka tersenyum dan dengan penuh keyakinan jika Papa mereka ada diruangannya mereka berlari kearah Endri yang membuat Endri terkejut karena mereka tiba-tiba sudah berdiri dihadapannya.
*******
Sambil mengelus dadanya Endri menatap kedua bocah kembar yang membuatnya gemas sendiri dengan penuh selidik.
"Huuu kalian membuat saya terkejut, untung saja saya tidak jantungan kalau iya bisa berabe nanti."
" Maafkan kami Paman Heheheheh." ucap Ghava sambil tersenyum menunjukkan semua gigi putihnya.
"Ada apa kalian datang kesini." tanya Endri.
"Kami ingin bertemu Papa, apa Papa ada didalam Paman." ucap Ghani datar.
Semenjak Ghani dan Ghava diijinkan memanggil Arka Papa, Endri hanya biasa saja saat mendengar sikembar memanggil Arka dengan sebutan Papa.
"Mmm ini anak kalau ngomong wajahnya dingin dan datar sama seperti Arka, Ayah dan anak sama saja seperti pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." ucap Endri dalam hati sambil melihat kearah Ghani.
"Oh kalian ingin bertemu dengan Arka, dia ada didalam, Sebentar Paman panggilkan." Ghani dan Ghava merasa senang karena benar Papa mereka ada didalam.
__ADS_1
Endri membuka pintu ruangan Arka, tanpa masuk kedalam dia menimbulkan kepalanya saja dan memanggil Arka.
"Ar, ada yang ingin menemuimu."
"Siapa." jawab Arka singkat
"Ini dua bocah tampan yang membuat diri ku gemas melihatnya, mereka mencarimu." ucap Endri dengan sedikit candaan. Saat dia mendengar kalau kedua bocah kesayangannya sedang mencarinya Arka tersenyum dan menghentikan kegiatannya.
" Suruh mereka masuk End." ucap Arka sambil menutup berkas diatas meja.
Saat mendengar Arka mempersilahkan Ghani dan Ghava masuk, keduanya berlari sambil tersenyum dan melewati Endri begitu saja.
"PAPAAAAA." ucap keduanya senang dan disambut oleh Arka dengan pelukan hangat.
" Ohhhh.... Akhirnya kita berjumpa." ucap Arka sambil memeluk sikembar.
"Kami sangat merindukan Papa. Karena Papa sedang sibuk berkerja jadi kita tidak bisa berjumpa." ucap Ghava mengadu.
" Iya Papa lagi banyak pekerjaan dikantor jadi Papa tidak bisa datang untuk berjumpa dengan kalian." ucap Arka sambil melepas pelukannya dengan lembut.
"Apa yang kalian bawak itu." ucap Arka yang sedari tadi melirik yang dipegang sikembar.
"Oh ini bekal makan siang kami Papa." ucap Ghani.
" Apa Papa tidak makan siang ? ayo kita makan bersama ." ucap Ghava dengan semangatnya.
"Baiklah, kita duduk dulu di sana, kita tunggu Paman Endri yang sedang membeli makan siang untuk Papa." ucap Arka sambil berjalan dibelakan mengikiti sikembar.
******
"Eh itu bukannya Hana ya, apa dia bertemu seseorang disini juga." karena penasaran Mami Alin memanggilnya.
"Hana....Hana.." teriak Mami Alin.
Sedangkan Hana yang merasa ada yang memanggilnya dia mencari siapa yang memanggilnya, matanya tertuju pada seorang wanita parubaya yang masih sangat cantik dan anggun sedang melambaikan tangannya.
"Itu kan Tante Alin." sambil tersenyum Hana berjalan mendekati Mami Ali.
"Halo Tante, selamat siang." ucap Hana
"Siang Hana." ucap Mami Alin sambil memeluk dan cipika cipiki
" Tante sendiri saja disini." tanya Hana karena melihat Mami Alin duduk sendiri saja.
" Iya Han, biasa Tante sangat bosan sendirian dirumah jadi Tante menikmati waktu tante datang kesini."
"Oh begitu, bagai mana menurut tante suasana diCafe ini."
"Cafe ini sangat nyaman apa lagi Cakenya sangat enak dan membuat tante ketagihan."
"Syukurlah kalau tante suka." ucap Hana. Saat sedang mengobrol seorang pelayan mendatangi Hana.
__ADS_1
" Permisi Bu Hana ini laporan keuangan yang Ibu minta dan ini Latte panas pesanan anda." ucap Pelayan tersebut sopan.
"Baik lah terimakasih Ana."
"Sama-sama Bu, saya permisi dulu."
"Iya." Mami Alin yang mendengar pembicaraan Hana dan Pelayan tersebut membuatnya penasaran.
"Apa kamu pemilik Cafe ini Han." tanya Mami Alin.
"Iya Tante saya pemilik Cafe ini." ucap Hana tersenyum
"Wah kamu hebat masih mudah bisa menjalankan bisnis ini."
"Ah Tante memuji saja, Cafe ini sebenarnya milik orang tua saya Tante karena orang tua saya sudah meninggal jadi saya yang meneruskannya." ucap Hana tiba-tiba sendu teringan kedua orang tuanya.
"Kamu yang sabar ya sayang." Mami Alin memegang lembut tangan Hana.
"Mmm tidak masalah Tante, tapi kesuksesan Cafe ini juga atas bantuan teman saya Tante, semenjak saya berjumpa dengannya hidup saya yang sendirian berubah menjadi berwarna ." ucap Hana sambil tersenyum.
"Oh iya pasti dia sangat baik."
"Tentu Tante dia sangat baik dia sajalah keluarga saya satu-satunya, Apa tante mau saya kenali dengannya dia sangat cantik dan oh iya dia juga yang membuat semua Cake-cake yang ada diCafe ini Tante."
"Oh iya boleh-boleh."
Hana memanggil pegawainya dan memintanya memanggilkan Khayra.
"Sinta tolong kamu paggilkan Khayra ya."
"Baik Bu."
Setelah Pelayan tersebut perhi tak lama Khayra datang kemeja Hana.
" Khay, kemarilah ada seseorang yang ingin aku perkenalkan kepadamu."
"Tante perkenalkan Dia Teman saya itu namanya Khayra."
" Halo Tante saya Khayra." Mami Alin yang melihat Khayra tersenyum lembut.
"Halo, saya Alin kamu memang beneran sangat cantik." ucap Mami Alin sambil menyentuh pipi Khayra.
" Terima Kasih Tante." Ucap Khayra tersenyum manis.
" Khay, Tante Alin sangat menyukai Cake-cake buatan mu loh."
"Oh iya Tante, Khayra sangat senang jika tante menyukainya."
"Benar tante sangat menyukainya sampai-sampai Tante ingin mencobanya lagi."
"Oh syukurlah tante."
__ADS_1
Ketiganya sangat cepat dengan akrabnya seperti sudah lama saling mengenal pada hal mereka baru saja ketemu, Mereka bercerita dengan santai tidak ada kecanggungan diantaranya. Kadang terselip tawa dan candaan didalamnya membuat ketiganya nyaman.