Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Sebuah akhir yang indah


__ADS_3

Cahaya mentari yang bersinar cerah di negeri ginseng tak mampu menghangatkan hati Raya yang hampa karena di tinggal sang kekasih. Sebagai orang terdekat, Dion berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Raya bisa kembali ceria seperti sedia kala. Namun upayanya kali ini belum juga membuahkan hasil, dengan penuh kesabaran dia tetap berusaha merawat dan menemani Raya walau terkadang dia pernah merasa kesal karena Raya masih saja mengacuhkannya.


" Raya ini aku bawakan bubur ayam kesukaanmu, coba dulu pasti kamu akan ketagihan " bujuk Dion sambil menyuapinya


Raya tidak bergeming sedikitpun tatapan matanya kosong, dan mulutnya terkunci rapat.


" Ayo Raya cicipin dulu buburnya mumpung masih hangat" Dion masih berusaha membujuk tapi sayang wanita di depannya tidak merespon sedikitpun.


Sambil menelan ludah Dion berusaha membuat emosinya tetap stabil karena dia tidak mau menyakiti orang yang paling di cintainya itu.


" Raya mau sampai kapan kamu terus terdiam seperti ini? kasihan anak-anak, mereka merindukan mamahnya untuk bermain bersama" Dion menggenggam tangan Raya "Raya kita sudah berada di Korea selama enam minggu tapi mengapa kamu masih saja membisu? apakah aku tidak cukup baik untuk kamu percayai? Mungkinkah kamu lebih nyaman bila berada di dekat Sophia? kalau itu bisa membuatmu kembali ceria aku akan dengan ikhlas melepasmu, aku rela kehilanganmu asalkan kamu bisa terus bahagia di luaran sana!" Dion tertunduk merasakan hatinya yang pilu.


Dengan tiada terduga tangan Raya mengelus lembut kepala Dion, sontak hal itu membuat Dion kegirangan.


" Raya apakah kamu berusaha meresponku? tunggu sebentar aku akan menelepon dokter untuk memeriksa mu" ucap Dion gembira sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ia pun segera menghubungi dokter yang selama ini menangani Raya.


" Raya kamu sabar dulu ya! sebentar lagi dokter akan segera datang, aku senang sekali akhirnya kamu mau meresponku setelah sekian lama mengacuhkanku"


" Mas... aku mau hidup bersamamu, jangan pernah lagi meninggalkanku" seru Raya


Mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Raya membuat Dion hampir tidak percaya dengan pendengaran nya.


" Apa yang kamu katakan Raya? apa kamu bersungguh-sungguh?" tanya Dion memastikan


Raya mengangguk sembari tersenyum kecil, tak kuasa menahan kebahagiaan Dion pun memeluk Raya dengan erat.


" Aku sangat terharu Raya dengan apa yang kamu katakan barusan, kalau boleh aku ingin mendengarnya lagi" ucap Dion dengan tatapan penuh harap.


" Aku ingin hidup menua bersamamu hingga maut memisahkan kita, aku ingin kita membesarkan Athala, Dion junior, dan baby Perkasa bersama-sama, apakah aku masih mempunyai kesempatan menjadi istrimu satu kali lagi?"

__ADS_1


" Aku hampir tidak percaya dengan apa yang aku dengar ini Raya, ini seperti mimpi. Bagaimana bisa kamu tiba-tiba berubah dan mengatakan semua ini sedangkan enam minggu yang lalu kamu terus diam dan mengacuhkan ku? sebenarnya ada apa Raya?" Dion berusaha mencari jawaban dari apa yang selama ini mengganjal pikirannya.


Dengan senyum yang agak di paksakan Raya berusaha menceritakan apa yang selama ini dia rasakan.


" Sebelumnya aku mau minta maaf terlebih dahulu karena selama enam minggu terakhir telah merepotkan dan menyusahkan mu, sebenarnya aku terdiam dan bersifat acuh itu semua sebagai bentuk rasa lelah dan kecewa terhadap kehidupan yang selalu mempermainkan ku, semakin aku berusaha tegar dan sabar maka selalu saja ujian datang menghampiri ku, aku benar-benar lelah dengan semuanya aku hanya ingin diam dan hidup tenang untuk beberapa saat. Awalnya aku ragu untuk ikut bersamamu ke Korea Selatan karena aku takut jika gangguan yang ada di dalam otakmu membuat mental mu tidak stabil dan akan membahayakan anak-anak. Tapi tidak aku sangka jika kamu kali ini benar-benar bisa menjaga emosi dan cenderung sangat sabar menghadapi ku. Di situlah aku merasa terharu dan memutuskan ingin terus hidup bersamamu"


Jawaban Raya membuat Dion tak bisa lagi mengontrol hasrat yang terpendam di dalam dirinya. Tanpa basa basi Dion langsung mencium bibir Raya dengan penuh kehangatan. Baru saja dia bisa menikmati momen romantis bersama Raya tiba-tiba dokter yang menangani Raya masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, tentu saja hal itu membuat Dion kesal.


" Dok bisa tidak sebelum masuk ketuk pintu dulu?" tanya Dion dengan nada sinis


Raya menyenggol lengan Dion "Mas jangan bicara seperti itu!" sambil tersenyum ke arah dokter yang sedari tadi terpaku


" Tolong maafkan atas kelancangan saya! saya benar-benar menyesal" jelas sang dokter sambil sedikit membungkukkan badannya


" Tidak perlu meminta maaf dok! kami bisa memahami jika dokter terburu-buru masuk ke dalam kamar karena takut terjadi sesuatu terhadap saya, iya kan?" sambil tersenyum Raya mencoba mencairkan suasana yang sedikit canggung di antara mereka.


" Baik tuan"


Dokter pun mulai memeriksa kondisi Raya, dengan penuh kehati-hatian. Dion yang berada tidak jauh dari sang dokter melihat setiap gerakan yang di lakukan oleh dokter itu.


" Bagaimana dok? apakah Raya sudah bisa dinyatakan sembuh total?" tanya Dion penasaran


" Selamat tuan Dion, pasien sudah benar-benar sembuh" terangnya


Mendengar jawaban dari dokter perasaan Dion seketika di selimuti kebahagiaan, dipeluk nya Raya dengan erat.


" Berarti Raya sudah tidak memerlukan perawatan atau obat lagi?" tanya Dion kembali


" Iya benar, pasien sudah tidak memerlukan lagi itu semua tapi jika ada keluhan yang masih di rasa bisa segera menghubungi saya" jelas dokter

__ADS_1


" Baik dok, Terima kasih selama ini sudah merawat saya" ujar Raya


" Kalau sudah tidak ada lagi pertanyaan maka saya pamit dulu, permisi" ucap dokter sambil membungkukan badannya lalu berjalan keluar kamar.


Melihat dokter yang sudah pergi Dion kembali mendekati Raya.


" Raya aku akan segera menikahi mu tiga hari lagi, supaya kita bisa segera menjadi keluarga yang utuh" Ucap Dion tiba-tiba


Sebenarnya Raya agak kaget dengan ucapan Dion tapi dengan yakin akhirnya dia pun menjawabnya.


" Iya mas aku mau, tapi apa tidak terlalu cepat jika tiga hari lagi? bukankah kita harus mempersiapkan segalanya mulai gedung, pakaian hingga masalah katering dan undangan. Apa itu semua cukup hanya dengan tiga hari saja?" tanya Raya


" Sebaiknya kita menikah jangan terlalu banyak tamu undangan, bagaimana kalau kita menikah hanya akad di masjid saja tanpa adanya resepsi? karena jujur aku masih sedikit trauma dengan sebuah perceraian, pernikahan mewah tidak menjamin langgengnya sebuah hubungan. Bagaimana pendapat mu Raya?"


" Iya aku setuju, lagipula dulu kita pernah menyelenggarakan sebuah pesta pernikahan yang sangat mewah tapi semua hanya kedok belaka, sekarang aku berharap pernikahan kita kali ini adalah pernikahan kita yang terakhir dan langgeng sampai kakek nenek" Raya berkata dengan mata yang berkaca-kaca


Dion mendekatinya lalu membalikkan tubuh Raya supaya menghadap ke arahnya.


Sambil menggenggam tangan wanita di depannya dengan penuh keyakinan Dion berkata "Kali ini aku tidak akan berjanji untuk melindungi dan juga menjagamu, tapi kali ini aku akan berusaha semampuku agar bisa terus menjaga dan melindungimu beserta anak-anak"


" Terima kasih mas, kamu masih mau menerimaku padahal kemarin aku sempat mengkhianati mu"


" Huuusstt....Jangan pernah mengungkit-ungkit masa lalu, masa lalu ada sebagai penguat untuk kita melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Jadi aku berharap kamu jangan pernah menyesali apa yang sudah terjadi di masa lalu, okey! Daripada kita memikirkan masa lalu bagaimana kalau kita sekarang mengabari Ryan, Sophia dan juga Asep agar mereka bisa menjadi saksi di pernikahan kita?"


" Iya mas kalau begitu cepat hubungi mereka sekarang" kata Raya penuh dengan semangat.


Kisah hidup yang aku jalani seperti roll coaster, terkadang membuat ku ingin menyerah tapi aku selalu yakin jika Tuhan tidak akan memberikan ujian berat yang melebihi kemampuan dari hamba itu sendiri. Dan setiap ujian yang berhasil aku hadapi membuatku semakin bisa bersyukur karena ternyata di akhir ujian aku mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah aku sangka-sangka sebelumnya.


Terima kasih atas kebahagiaan ini semoga kedepannya aku dan keluarga kecilku bisa terus bersama-sama hingga akhir hayat. Amin

__ADS_1


__ADS_2