
Setelah semua kebusukannya terungkap Maya beserta mamanya di usir oleh Dion dari rumahnya, mereka yang sudah tidak memiliki rumah lagi nampak kebingungan harus tinggal dimana, itu karena mama Maya beranggapan akan menjadi orang kaya selamanya sehingga mama Maya menjual rumah yang dahulu ditempati.
" Mama sih jual rumah, kita sekarang bingung kan mau tinggal di mana." Maya menyalahkan mamanya
" Kamu ini anak durhaka bisanya cuma menyalahkan mama saja, bukannya bantu mikir, sekarang di ATM mu ada berapa, kita cari rumah kontrakan yang sesuai dengan budget yang kamu miliki." kata mama Maya mencoba memberi solusi
" Semua kartu ATM yang di berikan Dion ke aku di ambil lagi, aku hanya pegang ATM yang lama mungkin di dalamnya ada saldo berkisar dua ratus ribuan." jelas Maya
" Apa dua ratus ribu? uang segitu buat apa Maya, perhiasan yang di belikan Dion mana biar aku jual lumayan buat ngontrak rumah."
" Kan Maya sudah bilang semua yang Dion kasih ke aku di ambil lagi tidak ada sisa."
" Kenapa kamu gak umpetin salah satunya, malah di kasih semuanya dasar anak bodoh kalau kayak gini kita bisa jadi gembel yang tidur di emperan toko orang." kata mama Maya dengan kesalnya
" Mama tega ih jelekin anaknya sendiri, atau gini aja, bagaimana kalau kita menginap di tempat nya Darwin."
" Apaaaa menginap di rumah lelaki mesum itu? apa tidak ada cara lain lagi, memangnya kamu mau setiap saat di pakek ama tuh laki?" tanya mama Maya geram
" Ya mau gimana lagi, aku di jakarta tidak punya teman selain dia, kalau masalah di pakek gapapa lah lagian aku butuh dia buat menghamili aku." dengan santainya
" Kamu ini benar-benar sudah kehilangan akal, yasudah mau bagaimana lagi kita kesana sekarang, mama sudah lelah harus berjalan terus seperti ini." keluh mama Maya
" Oke kalau gitu kita naik angkot kesananya." jelas Maya.
Sesampainya di depan rumah Darwin, sang pemilik rumah mempersilahkan mereka masuk. Di dalam rumah mama Maya melihat ke sekeliling ruangan dia melihat satu kasur lantai yang berada di pojokan dengan seprei yang lusuh sebagai penutupnya lalu di sampingnya terdapat kamar mandi kecil yang tidak ada bak mandi di dalamnya hanya ada ember untuk menampung air, dia merasa agak jijik berada di ruang sempit itu tapi mau bagaimana lagi dia kini tidak punya uang sepeserpun.
" Kalau boleh aku tahu kalian kesini kenapa bawa koper sebesar itu?" tanya Darwin penasaran
" Aku di usir sama Dion karena ketahuan menindas istri pertamanya, jadi aku putus kan untuk tinggal sementara waktu di sini sampai aku hamil, boleh gak? " tanya Maya dengan sedikit menggoda
__ADS_1
" Tentu saja boleh, aku malah senang kalau di rumah ini ada wanita cantik seperti dirimu, dengan demikian aku tidak akan tidur sendirian." sambil mengedipkan matanya
" Jangan berbuat macam-macam sama anakku, kalau tidak aku akan memberi perhitungan denganmu." ancam mama Maya
Aku tidak akan biarkan Maya hamil anak dari cowok gembel ini, aku pastikan akan menemukan cara untuk segera keluar dari rumah kumuh ini.
" Ma sudah dong jangan terlalu galak sama Darwin bagaimana pun juga dia sudah membantu kita."
" Oke mama mengalah, sekarang lebih baik kita pikirkan bagaimana caranya untuk menghancurkan hubungan antara Dion dengan Raya, agar kamu bisa kembali lagi ke rumah itu sebagai nyonya besar, kalau menunggu kamu hamil itu kayaknya terlalu lama lagian belum tentu juga Dion mengakuinya." jelas mama Maya
" Mama benar tapi bagaimana caranya agar mereka bisa berpisah."
" Kamu lupa ya kalau Raya punya selingkuhan, kita harus segera menemukannya dan membuat dia bisa kembali lagi dengan Raya dengan demikian kita bisa menguasai Dion seutuhnya." jelas mama Maya dengan antusias
" Waow ide mama briliant sekali, oke kalau gitu kita harus cari tuh cowok, kalau gak salah namanya Rian, tapi masalahnya kita cari di mana?" tanya Maya lagi
" Kamu kan bisa cari informasi itu di kampus tempat mereka kuliah dulu, gimana sih gitu aja bingung, sudah cepat sana kalian pergi! lebih cepat kita bertindak maka lebih cepat pula kita kembali lagi ke istananya Dion." kata mama Maya mencoba menyemangati
" Ya sudah biar aku dan teman tongkrongan ku yang mencari informasi tentang keberadaan lelaki itu, kamu istirahat saja di sini beb." sambil mengelus pipi Maya dengan lembut
" Yang benar kamu Darwin? wah kamu memang seorang pria yang bisa di andalkan pokoknya tenang saja kalau kamu bisa mencari informasi tentang keberadaan lelaki itu aku pasti akan memberimu service terbaikku." sambil mengedipkan matanya
" Sudah sana pergi jangan kebanyakan bicara." bentak mama Maya
Darwin pun segera pergi untuk mencari informasi tentang keberadaan Rian.
Disisi lain Dion yang merasa bersalah terhadap istrinya berusaha untuk mendekati dan melakukan berbagai cara agar istrinya itu bisa kembali ceria seperti sedia kala. Bahkan dia rela mengundang Sophia datang ke rumahnya untuk menyenangkan hati istrinya itu, memang rencananya berjalan dengan sukses karena saat ini istrinya nampak bahagia mengobrol dengan Sophia di taman belakang rumah. Tapi Dion yang sedari tadi melihat istrinya dari atas balkon kamarnya merasa sangat kesal.
" Apa-apaan sih Sophia pakek acara tiduran di paha Raya, kalau di biarkan terus menerus seperti itu yang ada paha Raya bisa bengkak, aku harus mencari cara agar tuh cewek segera cabut dari rumahku." sambil melihat ke segala arah untuk menemukan sesuatu yang bisa membuat Sophia pergi.
__ADS_1
Dion melihat ada selang yang tergeletak di samping pintu balkon segera mengambilnya lalu menancapkan ujung selang ke mulut kran yang ada di wastafel yang letaknya tidak jauh dari tempatnya berdiri, setelah itu di semburkannya air dalam selang itu ke arah Sophia. Sontak saja Sophia langsung ngomel-ngomel mendapatkan dirinya basah kuyup akibat ulah Dion.
" Dion kamu apa-apaan sih nyemprot orang seenaknya saja, basah nih baju aku." omel Sophia
" Mana aku tahu kalau kamu di sana, niatku hanya ingin menyiram tanaman." jawab Dion dengan santainya sambil sesekali tersenyum menahan tawa
" Iiihhh... nyebelin banget sih suamimu itu Raya, pengin deh rasanya kasih dia sedikit pelajaran biar dia gak seenaknya lagi kayak gini." celoteh Sophia
" Sudah-sudah jangan emosi lagi, bagaimana kalau sekarang kamu masuk ke dalam kamarku buat bersih-bersih dan mengganti pakaian basah mu itu dengan pakaianku." ujar Raya
" Oke deh kalau begitu aku ganti baju dulu." sambil berjalan masuk ke dalam kamar Raya.
Melihat Sophia masuk ke dalam kamar Raya, Dion segera turun dan menemui istrinya.
" Raya kamu tidak ikut basah kan?" sambil melihat Raya dari ujung kepala sampai kaki
" Enggak tenang saja, lagian mas Dion kenapa sih melakukan itu kepada Sophia, kasihan tahu bagaimana pun juga dia itu sahabat sekaligus orang yang telah menyelamatkan aku." jelas Raya
" Biarkan saja salah sendiri tiduran di paha kamu, memangnya dia mau bertanggung jawab kalau paha kamu itu bengkak karena aliran darah tersumbat." jelas Dion panjang lebar dengan mimik muka yang serius
Mendengar penjelasan Dion yang terkesan mengada-ngada membuat Raya hanya bisa tersenyum menahan tawa.
" Kamu kenapa senyum-senyum kayak gitu?" tanya Dion sedikit curiga
" Enggak ada apa-apa kok, lucu saja mengingat Sophia di semprot pakek air hanya karena tiduran di atas paha aku." jawab Raya
" Oh gitu kirain kamu menertawakan ku, ngomong-ngomong besok kan weekend bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman hiburan bersama baby Atala, apakah kamu bersedia? " tanya Dion dengan sedikit gugup
" Beneran nih, aku mau banget pasti baby Atala bahagia kita ajak jalan-jalan kesana." jawab Raya antusias
__ADS_1
Mendengar jawaban dari istrinya itu membuat Dion merasa sangat bahagia karena dia sudah lama tidak merasakan jalan-jalan bersama dengan keluarga kecilnya itu.