Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Ingatan itu


__ADS_3

Rahasia terbesar apa sebenarnya yang di sembunyikan oleh sahabatnya Raya sampai-sampai sahabatnya itu begitu enggan untuk menceritakan semuanya, padahal bukan hanya rasa penasaran yang bersarang di hati Sophia melainkan rasa ingin di anggap sebagai orang spesial di hati Raya, orang yang bisa di percaya seutuhnya oleh Raya lebih tepatnya. Sebenarnya dia menghargai privasi Raya hanya saja rasa penasaran di dalam hatinya lah yang terus memaksa dirinya untuk bisa mengungkap semua rahasia, tanpa Raya ketahui secara diam-diam Sophia sudah menyuruh detektif terkenal untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kehidupan sahabatnya itu dengan dua laki-laki di masa lalunya. Tapi sayang sekali informasi itu seperti di hapus oleh seseorang sehingga sangat sulit untuk mencari kebenarannya. Sophia masih terus meyakinkan Raya untuk bisa jujur terhadapnya tapi Raya masih tetap bungkam seribu bahasa.


" Yaudah deh aku enggak maksa lagi buat kamu cerita, tapi jika suatu saat kamu ingin membuka diri dan mau berbagi cerita aku siap dengan senang hati mendengarkannya." ungkap Sophia


" Makasih kamu udah ngertiin aku, kamu memang sahabat yang terbaik. Oh ya udahan dulu, aku mau mandiin baby Atala. Assalamu'alaikum."


Setelah mendengar jawaban salam dari sahabatnya, Raya segera mematikannya, sejenak dia terdiam memikirkan perkataan dari Sophia.


Aku heran kenapa Rian menceritakan rahasia ini kepada Sophia, padahal dia sudah berjanji tidak akan memberi tahu kepada siapapun tentang ayah kandung baby Atala, kalau begini aku jadi tidak enak hati kepada Sophia dia pasti berpikir bahwa aku belum bisa percaya dengan dirinya sepenuhnya, apa yang harus aku lakukan? apa aku harus menceritakan semuanya? ah tahu ah bingung.


Raya yang gusar terus berjalan bolak balik di dalam kamarnya sambil sesekali terdiam untuk berpikir mengambil keputusan yang tepat.


Di lihatnya jam yang berada di dinding kamarnya menunjukkan pukul lima lebih lima belas menit, Raya tersentak dia teringat belum memandikan baby Atala, tanpa menunda lagi segera dia berlari ke arah kamar bayi mungil itu, sesampainya disana dia mendapati kalau bayinya sudah bersih dan wangi.


" Maaf nyonya tadi saya yang memandikan baby Atala, saya pikir nyonya ketiduran di kamar jadi saya berinisiatif untuk memandikannya." jelas baby sister yang melihat Raya nampak tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar


Raya mendengar penuturan baby sisternya menghembuskan nafas dengan lega, " Terima kasih ya mbak" kemudian dia menggendong bayinya dan hendak menyusuinya.

__ADS_1


Di lain tempat Dion yang mulai merindukan istri pertamanya merasa bosan tatkala berjalan-jalan di dalam mall bersama Maya, dia terus mengajak istri keduanya itu untuk pulang dengan alasan bahwa dirinya sudah lelah dan ingin beristirahat, tapi Maya yang merasa ini kesempatan langkanya tidak mengabulkan permintaan suaminya itu.


" Nanti dong sayang, aku kan belum puas belanja bajunya, lagian baju yang aku punya sekarang sudah tidak bisa aku pakai lagi, kamu bisa lihat sendiri kalau badan aku sudah mulai gemuk, masa kamu tega sih" sambil terus menggelayut di lengan Dion dengan manja


" Baiklah kamu puas-puasin belanjanya, aku mau pulang, ini aku kasih kamu kartu ATM terserah kamu mau beli apa saja, bahkan mall ini sekalian juga tidak apa-apa." Dion mengatakannya dengan rasa sedikit kesal karena merasa sudah jenuh berada di dekat istri keduanya itu, dia pikir dengan memberi kartu ATM pada wanita itu bisa segera lepas dari cengkeramannya.


" Lah kok gitu sih sayang? aku kan mau belanja di temenin kamu" sambil merengek berharap laki-laki didepannya bisa luluh hatinya.


" Aku sudah bilang kalau aku capek butuh istirahat" berkata dengan penuh penekanan dan tatapan tajam ke arah Maya, Maya melihat perubahan mood pada diri suaminya mulai merasakan merinding yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


" Oke deh sayang kamu boleh pulang duluan biar nanti aku pulang sendiri" sambil memaksakan diri untuk tersenyum.


" Hai Dion apa kabar kamu? " lelaki di hadapannya itu mulai basa basi, tapi Dion hanya diam tanpa berekspresi. " Kamu masih sama seperti yang dulu ya? dingin." lanjut laki-laki itu.


" Mau apa kamu? tanya Dion curiga


" Jangan pasang ekspresi muka kayak gitu dong, bagaimana pun juga dulu kita sahabatan lo." laki-laki itu berusaha mencair kan suasana

__ADS_1


" Sahabat kamu bilang?" Dion yang tersulut amarah langsung mengangkat kerah laki-laki yang berada di hadapannya, laki-laki itu hanya bisa pasrah sambil kedua telapak tangannya di hadapkan ke depan.


" Dion sabar kita bisa bicarakan ini baik-baik" berusaha merendam amarah Dion


" Rian sebenarnya apa yang kamu rencanakan sekarang?" sambil melepaskan cengkeramannya dan mulai tenang


" Rencana? apa maksud kamu? aku tidak mengerti, lagian tujuanku menyapa hanya ingin berbincang-bincang dengan kamu sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan persahabatan kita yang dulu hancur karena sesuatu." jelas Rian


" Memperbaiki hubungan persahabatan?" Dion tersenyum meledek "Kamu yakin? atau itu hanya sebagai alasan agar bisa masuk ke dalam hidupku dan berusaha merebut Raya kembali?" Dion bertanya dengan sedikit penekanan


" Dion aku benar-benar sudah muak dengan segala tuduhanmu itu, apa belum cukup selama ini pengorbananku? aku sudah merelakan Raya menikah denganmu? sampai-sampai aku harus lari ke luar negeri agar bisa melupakan dia" Rian mulai terpancing, emosinyapun mulai tidak bisa dia kendalikan.


" Cuih.... belagak jadi korban, ingat ya kamu sudah meniduri istriku jauh sebelum kita menikah, kamu kira aku bisa memaafkanmu, hah?? dasar bedebah!!!Dion langsung melayangkan bogem mentahnya ke pipi Rian dengan muka beringasnya


Rian yang mendapat hantaman itu langsung oleng seketika, sambil terhuyung Rian berusaha bangkit dan berjalan ke arah Dion yang seperti iblis di matanya.


" Puas kamu Dion? jika belum nih aku kasih pipi kiriku" sambil memamerkan pipi kirinya yang masih mulus belum tersentuh oleh bogem dahsyatnya Dion. "Dion perlu kamu tahu Raya selama ini tidak pernah melakukan kesalahan sedikit pun yang bermasalah itu justru otak kamu, sebaiknya kamu lakukan pemeriksaan sebelum semua terlambat dan penyesalan akan menghantui setiap langkahmu." Setelah berkata demikian Rian berbalik arah dan berjalan perlahan meninggalkan Dion

__ADS_1


Apa maksud dari perkataan bedebah itu? Raya tidak pernah melakukan kesalahan? otak ku yang bermasalah?


Dion bertanya-tanya dalam hatinya sebenarnaya ada apa yang terjadi, dia berusaha mengingat peristiwa dua tahun yang lalu, semakin dia memikirkannya semakin terasa sakit kepalanya. Tiba-tiba kaki Dion melemas, kakinya sudah tidak bisa lagi menopang tubuhnya sehingga Dion tersungkur di dekat mobilnya.


__ADS_2