Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Bertepuk sebelah tangan


__ADS_3

Terjebak dalam kondisi yang membuat dilema karena dirinya di paksa memutuskan dengan segera antara dia mau membantu atau pergi meninggalkan Ruben dalam penderitaan karena harus menahan segala hasrat di dalam dirinya. Sempat berpikir beberapa saat membuat Raya yakin memutuskan untuk membantu Ruben melepaskan segala hasratnya.


" Tidak Raya, aku tidak akan menyentuhmu bagaimana pun juga aku sudah berjanji pada tuan muda" tolak Ruben sambil tertunduk lesu


Tanpa bicara Raya mendekati Ruben sambil menyentuh pundak dan menatapnya dengan maksud ingin memberitahu bahwa semua akan baik-baik saja, sentuhan itu berhasil membuat pertahanan Ruben roboh seketika. Dengan segera di ciumnya bibir Raya secara lembut sambil tangan kanannya memegang pipi sedangkan tangan kirinya menjelajahi seluruh tubuh wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu.


Awalnya Raya merasa canggung karena dia belum pernah melakukannya dengan siapapun kecuali sang mantan yaitu Dion.


Tapi belaian lembut yang di berikan Ruben membuat Raya merasakan ketegangan di sekujur tubuhnya, hingga pada saat Ruben menidurkannya di atas ranjang dan mulai menciumi seluruh bagian sensitif nya, Raya merasa terbang di atas awan, hingga dia tidak mampu lagi untuk berfikir, yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah menutup mata dan mulai menikmati permainan yang sedang suami barunya lakukan.


Di keesokan harinya Raya yang terbangun di balik selimut nampak panik sejadi-jadinya tatkala dia tersadar jika dirinya tidak memakai benang satu helai pun. Dia mencoba mengingat kembali kejadian tadi malam bersama Ruben suami barunya.


Oh my God, ternyata tadi malam aku benar-benar sudah melakukan kewajibanku sebagai seorang istri, aduh bagaimana ini jika Ruben terbangun pasti rasanya canggung banget, terlebih apa yang aku katakan ke mas Dion. sembari mengacak rambutnya sendiri


" Apa yang kamu lakukan?" tanya Ruben yang ternyata sedari tadi sudah memperhatikan semua gerak-gerik istrinya.


Raya yang panik tidak berani menoleh ke belakang, dia hanya bisa mematung dan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


" Apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Ruben kembali yang kali ini dia mengatakannya di dekat telinga Raya. Sontak jantung Raya berdegup dengan kencang karena hembusan napas yang Ruben keluarkan begitu hangat di telinganya.


Ruben yang gemas dengan tingkah istrinya itu langsung membalikkan badannya dan menidurkannya di atas ranjang sambil kedua tangan Ruben mengapit tubuh Raya.


" Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Raya gugup

__ADS_1


" Aku akan melakukan apapun yang ingin aku lakukan bukankah aku sudah mendapatkan izin darimu?" jawab Ruben dengan lembutnya


Raya langsung teringat dengan perkataannya tadi malam yang mengatakan jika Ruben boleh melakukan apapun terhadapnya.


" Tidak kamu tidak boleh melakukannya kembali! karena tadi malam aku hanya membantumu untuk mengatasi rasa sakit yang sedang kamu alami, lagipula kamu harus ingat kalau kita akan berpisah setelah tiga bulan dan aku mau kamu merahasiakan kejadian tadi malam dari mas Dion" ucapan Raya menjadi tamparan keras bagi Ruben. Dengan rasa kecewa Ruben beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi tanpa menghiraukan Raya sedikitpun.


Raya awalnya bingung dengan tingkah Ruben tapi setelah dia merenunginya dia tersadar jika kata-katanya barusan pasti sangat menyakiti hati Ruben yang selama ini mencintainya.


Kenapa bisa berkata seperti itu, bodohnya aku. Kalau sudah kayak gini bagaimana caraku untuk meminta maaf, pasti canggung banget. Raya merasa putus asa dengan apa yang barusan dia katakan kepada Ruben.


Di saat Raya termenung di atas ranjang sambil menutupi tubuhnya dengan selimut Ruben keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya.


Raya yang mengetahui Ruben keluar dari kamar mandi langsung menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.


" Apa yang sedang kamu lakukan Raya? kita ini suami istri jadi untuk apa kamu masih kaku seperti itu" kata Ruben lirih tepat di hadapan Raya


Ruben hanya terdiam melihat Raya meninggalkannya, dia merasa kalau kejadian semalam tidak ada arti apa-apa buat wanita yang kini dinikahinya


Aku kira setelah aku bisa meniduri nya maka Raya akan menjadi milikku selamanya, tapi ternyata aku salah dia melakukan itu semua semata-mata hanya untuk menolong ku tanpa ada perasaan sedikitpun.


Tidak mau terlalu larut di dalam kekecewaan Ruben memilih untuk meninggalkan kamar dan menuju ke restauran untuk sarapan pagi sambil menunggu Raya untuk turun dan sarapan bersamanya.


Hampir dua jam Ruben menunggu Raya di Restauran tapi yang di tunggu tidak jua datang menghampirinya, akhirnya Ruben memutuskan untuk kembali ke kamar sambil membawa beberapa potong roti dan satu botol susu murni.

__ADS_1


Di dalam kamar Ruben mendapati ruangan yang sudah terlihat sangat bersih dan rapi tanpa ada Raya di dalamnya, dengan penuh kepanikan dia mencari-cari istrinya di setiap ruangan yang berada di dalam kamar tersebut mulai dari kamar mandi hingga ke balkon tapi tetap saja dia tidak bisa menemukannya.


Di balkon Ruben yang hampir putus asa mencoba mencari istrinya dengan cara mengedarkan pandangannya ke bawah, dia menghentikan pandangannya tatkala melihat sesosok wanita yang sangat mirip istrinya sedang duduk di pinggir kolam renang. Dengan segera Ruben berlari menuju kolam renang untuk memastikan bahwa itu adalah Raya sang istri.


Sesampainya di tempat tujuan Ruben merasa bahagia karena wanita itu benar-benar Raya istrinya.


" Raya apa yang kamu lakukan disini?" tanya Ruben ketika sudah mendekati Raya.


Raya mendengar ada seseorang yang menyapanya langsung menengok ke sumber suara.


" Mas Ruben? kenapa kamu kemari?" tanya Raya balik


" Aku tadi menunggumu di restauran hampir dua jam lamanya tapi kamu tak juga datang. karena khawatir terjadi sesuatu akhirnya aku berusaha mencarimu ke setiap ruangan dan aku sangat bersyukur bisa menemukan mu disini " jelas Ruben dengan sorot mata penuh kekhawatiran.


" Maaf kalau sudah membuatmu khawatir, lain kali tidak perlu bersikap seperti itu karena akan membuat aku semakin tidak nyaman ada di dekatmu." ucap Raya dengan nada lirih


" Memangnya salah kalau seorang suami khawatir dengan keselamatan istrinya?" tanya Ruben penuh penekanan


" Mas kita ini bukanlah pasangan suami istri pada umumnya, kita menikah karena adanya suatu masalah bukan karena kita saling mencintai jadi aku mohon mas berhenti bersikap peduli padaku, aku lebih nyaman kalau kita bisa bersikap selayaknya teman seperti dulu jauh sebelum aku mengetahui perasaanmu"


Ruben mengepalkan tangannya, pertanda jika hatinya kini sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja setelah mendengar ucapan Raya.


" Kenapa tiba-tiba kamu bersikap seperti ini Raya? apakah kamu menyesal dengan apa yang kita lakukan tadi malam?" Ruben penasaran dengan jawaban Raya

__ADS_1


" Tolong lupakan kejadian tadi malam! jangan pernah kamu mengungkitnya lagi, biarlah itu menjadi rahasia kita berdua karena aku tidak mau kalau mas Dion tahu akan hal itu" lanjutnya


Mendengar beberapa kalimat yang keluar dari mulut Raya benar-benar membuat Ruben patah hati sepatah-patahnya.


__ADS_2