
Menunggu keputusan apa yang akan Raya ambil membuat Maya kehilangan kesabarannya.
" Lama banget sih ngambil keputusan gitu doang, enggak tahu apa kalau tanganku ini sudah capek nungguin." keluh Maya sambil menarik kembali uluran tangannya.
" Sebelum aku mengambil keputusan aku mau bertemu dengan mas Dion dulu." ujar Raya
" Hah... mau bertemu Dion? ngigau kamu ya? haaaa....., kamu enggak lihat sekarang sudah jam berapa? noh lihat udah jam sepuluh, Dion sudah berangkat dari jam delapan tadi makanya jadi perempuan jangan kebo kalau tidur." Maya masih tertawa dengan tawa yang menyindir
" Kenapa mas Dion tidak membangunkanku?" tanya Raya sedikit protes
" Dion tahu kalau membangunkanmu akan membuat dirinya ribet, secara kamu inikan yang merengek agar Dion tidak jadi pergi ke Padang, lagian siapa kamu Dion harus menuruti kemauan mu?" ledek Maya
" Enggak mungkin mas Dion pergi begitu saja dia pasti punya pesan buat aku kan?" tanya Raya lagi
" Pesan apaan coba? Dion itu langsung pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan. Udah deh enggak usah kepedean sekarang yang terpenting selamatin dulu reputasi kamu dan juga Dion sebelum hancur karena sebuah Video yang akan aku unggah ke sosial media." ancam Maya
" Okay aku akan angkat kaki dari rumah ini tapi sebelumnya beri aku waktu beberapa menit untuk bersih-bersih dan juga ngepacking pakaian ku."
" Kamu tidak boleh membawa apa-apa yang ada di dalam kamar ini karena sebentar lagi kamar ini akan menjadi milikku semuanya." jelas Maya
" Tapi bagaimana caraku berganti pakaian kalau aku tidak boleh membawa beberapa pakaian " tanya Raya mencoba protes
" Aku enggak peduli apa yang menjadi kesulitan di dalam hidup kamu, yang jelas aku sangat peduli dengan kebahagiaanku sendiri." jawab Maya sembari memainkan rambutnya
" Baiklah aku tidak akan membawa apa-apa yang ada di dalam kamar ini tapi izinkan aku untuk membawa beberapa pakaian untuk baby Atala" Raya memohon kepada Maya
" Terserah kamu ajalah mau di bawa semuanya juga tidak masalah, lagian aku tidak mau kalau anakku lahir menggunakan bekas pakaian dari bayi haram seperti anakmu itu." hina Maya
" Tutup mulutmu Maya!!! baby Atala bukan anak haram dia lahir di tengah-tengah orang tuanya yang sudah menikah, jadi jangan sembarangan berbicara" teriak Raya yang mulai tersulut amarah
" Haaa.. ha... lucu sekali kamu ini Raya, yang berbuat siapa yang bertanggung jawab siapa, kamu ini memang benar-benar definisi wanita nakal yang sesungguhnya, aku tidak bisa bayangkan jangan-jangan kamu sudah meniduri beberapa pria sebelum menikahi Dion? wah... aku tidak bisa percaya muka polos tapi tingkah laku menjijikkan.... Cuih!
__ADS_1
Aku jadi punya rencana lain deh kayaknya, bagaimana kalau kita berbisnis bersama, aku akan mencari beberapa produser yang sekiranya bisa menerima kamu sebagai aktris film panas dengan menunjukkan rekaman video ini pasti banyak sekali produser yang tertarik mau mengontraknya, gimana kamu mau enggak? kita bisa kaya bersama lo" Maya tertawa kecil
Raya yang sudah naik pitam mencoba menahan emosinya agar tetap stabil, di cengkeramnya sprei sampai menjadi sangat kusut.
" Pergi sana kamu Maya pergi!!! " teriak Raya sambil melempar beberapa bantal ke arah Maya, Maya yang merasa kewalahan melawan akhirnya dengan kesal meninggalkan kamar Raya. Setelah Maya pergi meninggalkan kamarnya, Raya berusaha menenangkan dirinya dengan cara mengatur napasnya yang sudah naik turun.
" Sebelum aku pergi aku harus meninggalkan pesan kepada mas Dion di kamar ini tapi jangan sampai si ratu ular itu mengetahuinya"
Dengan cepat Raya mencari kertas lalu menuliskan sesuatu di dalamnya kemudian menyimpannya di tempat yang sekiranya Maya tidak bisa mengambilnya, kemudian dia berlanjut mengambil secarik kertas lagi untuk menulis sesuatu yang di perintahkan oleh Maya tadi. Setelah selesai melakukannya Raya segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Maya yang sedang menunggu di luar merasa kesal dengan perlakuan Raya terhadapnya.
" Lihat saja Raya dalam hitungan menit kamu beserta bayi haram itu akan segera hengkang dari rumah ini, dan akan aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa kembali ke rumah ini lagi." Maya pun tersenyum menyeringai kemudian dia kembali berjalan menuju ke kamar baby Atala.
" Dini segera kamu bereskan pakaian Atala dan juga berbagai perlengkapannya, lalu kamu masukan ke dalam tas yang ada di atas lemari itu, secepatnya!!!" perintah Maya
" Baik nyonya akan saya laksanakan" ucap babysitter
" Nyonya ini perlengkapan baby Atala sudah selesai saya rapikan."
" Sekarang kamu letakkan tas itu di ruang keluarga, biar Atala aku yang menggendongnya." Ucap Maya sambil mengangkat baby Atala yang masih tertidur pulas di box bayinya.
Raya yang kebetulan baru keluar dari kamarnya melihat anaknya di gendong Maya merasa tidak senang, segera di rebutnya baby Atala dari tangan Maya.
" Sabar dong bun, enggak perlu bersikap berlebihan seperti itu lagipula aku ini masih punya hati kok, jadi enggak usah takut bakalan aku banting, ih lebay" celetuk Maya
" Bagaimana aku tidak khawatir anak aku kamu gendong secara kamu ini ratu ular yang sangat berbisa, dan tidak tahu malu." umpat Raya
" Apa kamu bilang kurang ajar sekali mulut kamu itu Raya, kamu mau video bugil kamu tersebar ke seluruh sosial media?" ancam Maya
" Oke aku mengalah" sambil mengangkat satu tangannya
__ADS_1
" Nah gitu dong, ingat ya Raya kamu itu tidak akan pernah menang melawan Maya sampai kapanpun, sekarang kamu boleh angkat kaki dari rumah ini dengan membawa tas yang ada di meja itu, tas itu berisikan perlengkapan bayi kamu trus uang senilai lima ratus ribu, aku kira uang itu cukuplah buat kamu naik angkot kalau uang kamu sudah habis yaaaa... itu urusan kamu, kamu mau jual diri juga boleh, haaa.. " Maya terus menghina Raya sambil tertawa puas
" Maya lihat saja nanti kebahagiaanmu ini tidak akan bertahan lama karena kamu memperoleh nya dari hasil mendzolimi orang lain, aku yakin kamu akan terkena karmanya." Setelah berbicara seperti itu Raya segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah.
" Tunggu!!! pelayan aku minta kamu menggeledah pakaian yang di kenakan Raya aku takut dia membawa barang berharga dari rumah ini." perintah Maya kepada beberapa pelayan perempuan.
Raya yang mendengar perintah itu langsung menghentikan langkahnya lalu berbalik badan.
" Keterlaluan kamu Maya, kamu pikir aku seorang pencuri?" bentak Raya
" Ya siapa tahu kamu menyembunyikan uang atau perhiasan" tuduh Maya sambil mengangkat bahunya
Raya akhirnya pasrah dirinya di geledah oleh beberapa pelayan perempuan.
" Nyonya kami tidak menemukan apapun yang berharga kecuali ponsel dari nyonya Raya." terang salah satu pelayan itu
" Yasudah bawa sini ponselnya biar aku hancurkan"
" Tidak jangan Maya jangan, itu satu-satunya yang aku miliki, please biarkan aku membawanya" Raya terus memohon-mohon tapi Maya tidak mengindahkannya bahkan dengan kejamnya Maya menghancurkan ponsel itu di hadapan Raya sontak saja hal itu membuat Raya menjadi murka dan terus menyumpahi Maya yang hanya bisa tertawa seperti orang gila.
" Ajudan segera selesaikan tugas kalian dan jangan lupa tutup kedua mata perempuan itu, sorry Raya aku tidak punya waktu lagi buat meladeni kamu. byeee!" Maya segera berjalan meninggalkan Raya
Raya menatap tajam ke arah Maya yang baru saja meninggalkannya, dia terlihat sangat dendam kepada perempuan ular itu tapi sayangnya untuk saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah mengikuti apa yang diinginkan perempuan ular itu.
Raya yang sudah di tutup kedua matanya menggunakan kain hanya bisa berdoa berharap dia tidak di tinggalkan di sebuah hutan karena dia takut jika bayinya akan mendapat kemalangan jika tinggal disana. Sudah hampir dua jam perjalanan tapi mobil yang di tumpangi Raya beserta ajudannya Maya belum juga berhenti, Raya jadi semakin ketakutan jika dirinya benar-benar tidak akan bisa pulang kembali ke rumah suaminya.
Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari orang-orang yang berbuat jahat, dan aku berlindung pada-Mu dari tempat-tempat yang bisa membuat celakan bayi hamba.
Beberapa menit kemudian mobil pun berhenti, Raya yang masih kesusahan turun karena sedang menggendong bayi dan juga menjinjing tas di paksa turun oleh para ajudan itu sampai pada akhirnya Raya pun terjatuh, tanpa ada rasa belas kasihan Raya di tinggal begitu saja di tempat asing itu.
" Dimana aku? " ucap Raya sambil melihat ke sekeliling
__ADS_1