Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Kebenaran yang terungkap


__ADS_3

Hinaaan dan umpatan yang di tujukan kepada Dion tidak mampu membuat dirinya menjadi murka justru dia menanggapinya dengan muka datar dan juga gayanya yang santai, hal itu sontak membuat Maya kebingungan memikirkan sebenarnya apa yang terjadi kepada suaminya itu, karena yang dia tahu bahwa suaminya akan sangat murka jika harga dirinya di permainkan.


Apa yang terjadi pada iblis ini, biasanya dia akan sangat murka jika dirinya di rendahkan oleh seseorang apalagi ini beberapa orang, seharusnya dia akan murka tidak terkendali, tapi ini malah santai banget seperti bukan Dion aja.


" Kenapa kamu hanya diam saja, seharusnya kamu marah ketika teman-temanku menghinamu?" tanya Maya sedikit bingung


" Buat apa aku marah? jika mereka bisa aku bereskan hanya dengan sekali jentikan" jawab Dion dengan sombongnya


" Waaahh... kayaknya suamimu ini belum percaya jika kamu sudah menguasai harta benda miliknya" tutur salah satu teman Maya yang bernama Zuldan


" Coba Maya kamu tunjukkan kepadanya bukti yang menyatakan jika semua aset yang dia miliki telah jatuh ke tanganmu, dan kami juga mau lihat bukti itu untuk memastikan ke depannya kita bisa melakukan kerja sama yang dulu sempat laki-laki sombong ini tolak." kata Zuldan dengan senyum tengilnya


" Dasar pecundang tidak tahu diri, bisanya cuma mengemis" Kata Dion sambil menyeringai


" Apa kamu bilang? beraninya kamu berkata seperti itu, kita lihat saja apa kamu masih bisa sesombong ini jika Maya menunjukkan bukti surat pemindahan seluruh aset yang kamu miliki." balas Zuldan


Dion tidak membalas perkataan Zuldan dia hanya tersenyum tipis untuk menanggapinya, Zuldan yang melihat ekspresi yang di tunjukkan Dion kepadanya merasa kalau dirinya sedang di ejek, tanpa berpikir panjang lagi lelaki itupun mencoba memukul Dion tapi Dion yang sudah memiliki persiapan dengan mudahnya menghindari pukulan itu. Zuldan merasa semakin panas tatkala semua orang bersorak memuji Dion dan merendahkan dirinya, dengan sisa-sisa tenaga yang dimiliki dia mencoba menyerang kembali tapi hasilnya tetap saja sama, Dion dengan mudahnya menghindari semua serangan-serangan yang di tujukan kepadanya. Maya yang melihat kejadian itu langsung menyuruh temannya untuk berhenti tapi karena rasa sakit hati dan malu yang teramat sangat membuat Zuldan tidak mengindahkan perkataan Maya dan berlanjut menyerang Dion.


Dion yang sudah kesal dengan kelakuan lelaki itu langsung melumpuhkannya dengan cara menarik lengan Zuldan sampai ke belakang sembari menendang sendi lututnya hingga membuat lelaki itu berlutut seketika.


" Maya cepat tolong aku" pinta Zuldan

__ADS_1


" Dion stop! lepaskan dia " kata Maya


" Buat apa aku melepaskan lelaki tidak tahu sopan santun seperti dia" ujar Dion


" Dion kamu harus ingat bahwa akulah sekarang penguasa rumah ini, jadi kamu harus menuruti semua perintahku jika kamu tidak mau berakhir di bawah kolong jembatan" ancam Maya


Dion pun akhirnya menuruti kemauan Maya untuk melepaskan lelaki itu.


" Nah gitu dong sayang mulai detik ini kamu harus menuruti semua perintahku kalau tidak aku pastikan kamu akan menyesal." ucap Maya dengan gaya genitnya


" Jangan berharap aku akan tunduk dengan wanita murahan sepertimu, mulai detik ini aku talak kamu!" Dion berkata dengan tegasnya membuat Maya menjadi emosi.


" Oh jadi kamu lebih memilih tinggal di kolong jembatan daripada di rumah megah ini bersamaku?" tanya Maya dengan nada suara yang cukup keras


" Dion... Dion... kamu belum juga bisa menerima kekalahan? mau tahu buktinya? ini lihat baik-baik!" sambil memperlihatkan kertas yang dia bawa "Di sana tertulis bahwa semua kekayaan yang kamu miliki akan di serahkan sepenuhnya kepada istri kedua yang tidak lain adalah aku" lanjutnya dengan bangga. "Daaann coba kamu lihat deh ini apa?" sembari menunjuk ke pojok bawah kertas tersebut "Ini adalah cap jari kamu, jadiiii sudah jelaskan bahwa surat ini sah menurut hukum"


Dion mendengar penjelasan dari Maya hanya bisa terdiam tidak bergeming, Maya yang melihat musuhnya kelihatan terpojok merasa sangat senang saking senanangya dia tidak berhenti untuk mengolok-olok dan menertawakan suaminya di depan semua teman-temannya. Tapi seketika tertawa mereka langsung meredam tatkala tiba-tiba Dion tersenyum dengan senyuman seramnya.


" Apa kamu lupa Maya bahwa yang kamu lawan adalah iblis yang berhati dingin? kamu kira kamu bisa menang begitu saja? kamu pikir aku ini bodoh?" pertanyaan demi pertanyaan yang keluar dari mulut Dion seperti sebuah ***** yang menghantam dada Maya


" Apa maksud dari ucapanmu itu? jangan coba-coba untuk menghardikku, aku tidak takut" Maya mengatakan itu dengan susah payah karena dirinya kini sudah merasakan sendi-sendi lututnya sudah mulai bergemetar dan nyaris tidak bisa menopang tubuhnya.

__ADS_1


Tidak membalas ucapan dari Maya justru Dion menepuk tangannya sekali dengan sangat keras, seakan-akan dia sedang memberi kode kepada seseorang, tingkah Dion itu membuat Maya mulai jatuh mental di pikirannya bertanya-tanya apa yang akan di lakukan Dion padanya.


Tidak lama masuklah Ruben dengan beberapa anggota polisi yang mengepung seluruh sudut rumah, hal itu membuat semua orang menjadi panik dan kebingungan.


" Dion apa yang kamu lakukan?" tanya Maya yang sudah ketakutan


" Aku mencoba memberi pelajaran kepada perempuan tidak tahu malu seperti kamu" sambil menunjuk ke arah Maya


" Memberi pelajaran maksudnya apa? aku tidak merasa melakukan kesalahan" sangkal Maya yang di barengi senyum getirnya


" Kamu masih pura-pura bego? mau aku sebutkan semua kesalahan-kesalahan yang kamu lakukan? Ruben bacakan semua kesalahan nya"


Dengan sigap Ruben segera membacakan semua kesalahan yang di lakukan istri kedua bosnya itu, mulai dari penipuan soal kehamilan, memanipulasi surat pemindahan kekayaan, hingga kasus penculikan terhadap Raya.


Mendengar itu semua Maya langsung ambruk dan mulai menangis histeris meminta ampunan, Darwin yang melihat kondisi Maya terpojokkan mencoba membelanya.


" Tunggu kamu tidak bisa menangkap Maya begitu saja karena tidak ada barang bukti yang menyatakan dia bersalah"


" Ruben perlihatkan semua barang bukti" perintah Dion


" Baik tuan" jawab Ruben singkat sambil mengeluarkan beberapa barang yang ada di dalam tasnya

__ADS_1


" Ini adalah rekaman CCTV yang berada di dalam kamar tuan muda Dion di sana sangat jelas terlihat bahwa Maya mencuri beberapa dokumen berharga yang tuan muda miliki tapi sebenarnya yang di curi Maya itu adalah dokumen palsu, dan ini adalah rekaman video yang di ambil oleh salah satu pelayan kami di situ memperlihatkan kalau Maya menyuruh anak buahnya untuk membuang nyonya Raya ke suatu tempat, dan satu lagi ini adalah surat tes kehamilan yang menyatakan bahwa Maya hamil baru satu bulan sedangkan tuan muda mengaku kalau dirinya tidak pernah menyentuh Maya selama dua bulan terakhir, jadi sangat jelas janin yang di kandung oleh Maya bukan darah daging tuan muda." Ruben menjelaskan dengan sangat mendetail hingga Maya tidak sanggup lagi untuk menyangkalnya, bahkan Darwin yang bermaksud ingin menjadi superhero buat Maya malah jadi mati kutu.


__ADS_2