
Kecemburuan yang melanda hati Dion membuatnya menjadi sesosok monster yang menyeramkan di mata Raya sang istri, Raya yang di tarik tangannya untuk mengikuti setiap langkah sang suami sudah merasa sangat kesal.
" Sudah mas lepaskan, sakit " sambil berusaha menarik tangannya yang di genggam erat Dion
" Kenapa kamu suka sekali bikin aku emosi?" menatap istrinya dengan tatapan mengintimidasi
" Mas sudah cukup ya, aku enggak mau bahas ini terlebih dahulu, karena sekarang yang terpenting menemukan baby Atala." ujar Raya
" Oh jadi kamu ingin mengalihkan pembicaraan kita gitu? kamu jawab dulu dengan jujur, apa kamu sengaja bertemu dengan Rian dan Sophia di sini?" tanya Dion lagi dengan nada yang penuh penekanan
Raya yang mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan oleh suaminya membuat dirinya jengah, bagaimana tidak dalam kondisi genting saat ini suaminya malah mengajukan pertanyaan yang membuat Raya ikut emosi.
" Aku tidak pernah membuat janji sama Sophia apalagi dengan Rian, aku saja kaget ketika Rian ada disini, terserah mas mau percaya atau tidak yang jelas itulah kebenaran nya." jawab Raya dengan sedikit emosi
Pertengkaran antara suami istri itu membuat salah satu orang yang sedang memandangnya merasakan kebahagiaan, itu terlihat dari senyum menyeringainya.
" Dion dan Raya kalian aku pastikan sebentar lagi akan merasakan kehancuran, aku bersumpah akan terus menghantui rumah tangga kalian sampai benar2 hancur berantakan." sambil mengangkat ponsel dan menelepon seseorang.
" Halo Darwin sebaiknya kamu letakkan bayi sialan itu di pusat informasi sekarang, agar pasangan suami istri itu terus saling menyalahkan satu dengan yang lainnya."
" Baik Maya " jawab lelaki yang berada di seberang sana
__ADS_1
Dengan tatapan penuh kebencian dan senyuman sinisnya wanita itu memandang jauh ke depan sambil memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana lalu melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
Tidak lama berselang pengumuman tentang anak hilang pun memenuhi taman hiburan, bahkan suara itupun sampai di telinga Raya dan Dion, mereka yang mendengarkannya saling memandang satu sama lain dengan muka yang di hiasi senyuman, tanpa pikir panjang lagi segera mereka mendatangi pusat suara, sesampainya di sana Raya yang melihat bayinya sehat tanpa ada luka sedikitpun merasa lega sekaligus bahagia karena apa yang menjadi prasangka buruknya tidak menjadi kenyataan, dengan penuh kasih sayang Rayapun mendekap erat bayinya.
" Syukur lah Atala baik-baik saja" celetuk Dion dengan ekpresi muka datarnya
" Kamu ya mas, enteng sekali berbicara seperti itu, apa tidak merasa bersalah karena kelalaian mas aku hampir saja kehilangan bayiku." sedikit kesal
" Itu sudah tidak penting lagi, bukankah yang terpenting bayi ini selamat tidak tergores sedikitpun jadi buat apa di permasalahkan?" sambil mengangkat alisnya
Jawaban yang di lontarkan oleh Dion seketika merubah mood Raya, dia merasa kalau suaminya benar-benar salah satu lelaki egois yang ada di muka bumi ini, ingin sekali dia melakukan suatu hal pada lelaki itu sebagai bentuk pelajaran agar dia bisa menyadari kesalahan yang dia perbuat, tapi apa daya semua itu tidak akan bisa Raya lakukan karena dirinya di depan suaminya hanya wanita lemah, untuk saat ini yang bisa dia lakukan hanya meninggalkan lelaki itu dan masuk ke dalam mobil.
Dion melihat istrinya masuk ke dalam mobil segera menyusulnya, di bukanya pintu mobil lalu Dion menaruh pantatnya di jok mobil dengan posisi badan menghadap ke istrinya yang sedang merajuk.
" Aku sangat bersyukur baby Atala bisa selamat tapi aku tidak habis pikir kalau mas sebagai ayahnya tidak merasa bersalah sama sekali ketika baby Atala hilang karena kelalaian mas." jelas Raya
" Memang secara tertulis aku ayahnya tapi secara biologis Rianlah ayahnya, walaupun demikian aku sudah berusaha untuk menerima nya sebagai anakku sendiri, dan perlu kamu tahu setiap kali aku melihat wajah bayi itu otomatis aku langsung teringat pengkhianatan yang kamu lakukan dengan Rian, menurutmu apakah aku masih kurang dalam menyayangi baby Atala?" sambil memukul jok mobil dengan frustasi.
Jadi selama ini Dion sudah berusaha menerima baby Atala dan menyayanginya, walau dia masih belum bisa melupakan kejadian itu, tapi aku akan berusaha membuat Dion melupakan kejadian pahit di masa lalu agar emosinya bisa stabil.
" Maafin aku mas, aku tahu mas sudah berusaha yang terbaik untuk keluarga kecil kita, mulai saat ini aku berjanji akan berusaha menjadi istri yang lebih bisa mengerti keadaan kamu" sambil tangannya mengelus pundak suaminya.
__ADS_1
Api yang ada di hati Dion perlahan padam tatkala mendapat belaian lembut dari sang istri, perasaan di perhatikan serta di sayangi oleh pasangan hidupnya membuat Dion ingin mengungkapkan perasaan di hatinya melalui sebuah perbuatan, di belainya pipi istrinya lalu wajahnya mendekat dan mencium bibir Raya dengan lembut dan penuh kasih sayang, Raya yang mendapatkan ciuman yang begitu lembut di bibirnya hanya bisa pasrah dan menikmatinya.
Di sisi lain Sophia yang merasa penasaran dengan hubungan antara Rian, Dion dan juga Raya mencoba untuk menanyakannya kepada Rian.
" Maaf kalau boleh aku tahu sebenarnya ada hubungan apa di antara kalian bertiga? " tanya Sophia dengan penuh kehati-hatian
" Aku dan Dion dulunya bersahabat sampai pada akhirnya persahabatan yang kita jalin harus hancur berantakan tatkala ada sebuah kesalah pahaman di antara kita." terang Rian
" Kalau boleh aku tahu kesalah pahaman apa yang membuat persahabatan kalian hancur?" tanya Sophia lagi dengan penuh penasaran
" Dion memergoki aku dan Raya saling berpelukan di atas ranjang, dia mengira kami melakukan hubungan suami istri padahal aku memeluk Raya hanya untuk menenangkannya." jelas Rian
Mendengar penjelasan dari lelaki di hadapannya sejenak Sophia berpikir, kemudian dia mengingat sesuatu.
" Tunggu seperti nya aku pernah mendengar cerita bahwa Baby Atala itu bukan anak kandung Dion, melainkan anak Raya dengan sahabatnya Dion, apakah kamu lelaki yang di maksud sebagai selingkuhannya Raya?"
" Sophia kalau boleh aku menyarankan sebaiknya kamu jangan terlalu ingin tahu dengan masa lalu kami, karena aku takut semakin kamu terlibat di dalamnya kamu akan mendapat masalah besar, yang jelas perlu kamu ketahui ayah kandung Atala ya si Dion itu, adapun kenapa ceritanya jadi serumit ini tanya saja pada Raya, aku tidak punya hak untuk mengungkapkan semua kejadian di masa lalunya." jelas Rian
" Aku jadi semakin bingung sekaligus penasaran dengan kisah kalian, sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu, kenapa aku merasa kalau kalian seperti menutupi sebuah kebenaran." Sophia mencoba menduga-duga
" Sudahlah Sophia sebaiknya kita jangan membahas ini lagi, biarkan semuanya menjadi rahasia di antara aku kamu juga Raya bahwa Atala anak kandung Dion." Rian berusaha meredam rasa penasaran Sophia.
__ADS_1
Tidak bisa aku harus mencari tahu apa yang terjadi di masa lalu mereka, kayaknya aku butuh seorang detektif handal untuk menangani kasus ini.