
Pagi yang cerah di sambut kicauan burung yang saling bersahutan membuat suasana menjadi penuh suka cita, begitu pula dengan perasaan Raya saat ini penuh dengan warna warni kebahagiaan yang bersarang di hatinya. Bagaimana tidak sudah lama dia menikah dengan Dion tapi belum pernah sekalipun menghabiskan waktu bersama untuk sekedar mencari hiburan, kali ini Dion mengajaknya untuk menghabiskan weekend bersama dengan anak mereka membuat Raya tidak akan pernah menyia-nyiakan momen langka ini. Dengan semangat dia menyiapkan semuanya mulai dari bekal makanan sampai pakaian ganti untuk buah hatinya, bahkan dia rela bangun lebih awal untuk mempersiapkan hari ini.
" Raya apa yang kamu lakukan pagi-pagi seperti ini" tanya Dion yang muncul dari belakangnya secara tiba-tiba.
" Mas Dion kamu sudah bangun? aku lagi menyiapkan perbekalan nih buat nanti kita jalan-jalan." jawab Raya dengan antusias
" Kenapa harus repot-repot membuat bekal, kan di luaran sana banyak sekali restauran yang enak kita bisa mencicipi nya bersama."
" Aku mau kita bisa piknik gitu, bawa bekal dan duduk di atas tikar pasti seru." jelas Raya menimpalinya
" Terserah kamu saja asalkan kamu bahagia aku ikut, tapi apa tidak terlalu berlebihan jika kamu melakukan nya sendirian tanpa melibatkan pelayan? tanya Dion yang kasihan melihat istrinya nampak kelelahan.
" Tenang aku baik-baik saja, lagian sejak kapan kamu tidak mempercayaiku untuk melakukan pekerjaan rumah tangga?" tanya Raya yang membuat Dion seperti terkena skakmat.
" Ya sudah kalau itu kemauanmu aku kembali ke kamar dulu untuk bersih-bersih agar kita bisa berangkat lebih awal."
Raya segera menyelesaikan pekerjaan nya setelah melihat suaminya pergi meninggalkan dapur, setelah itu dia masuk kedalam kamar baby Atala untuk memandikan dan mendandaninya.
Setelah semua siap Dion dan keluarga kecilnya berangkat ke pusat taman bermain, mereka sengaja tidak mengikut sertakan para pelayan atau bodyguard agar liburan mereka kali ini benar-benar terasa hangat.
Dion yang melihat istrinya tersenyum lebar dan sangat antusias memasuki taman bermain sambil mendorong stroller baby Atala merasakan kebahagiaan di dalam hatinya, Dia sudah lama tidak merasakan perasaan itu karena perasaannya selama ini di tutup oleh rasa dendam yang menyelimuti seluruh hatinya sehingga dia mengesampingkan nalurinya sendiri.Tapi kali ini dia berjanji di dalam hatinya bagaimana pun keadaannya dia akan selalu berada di samping Raya istri yang paling dia cintai, karena dia tidak mau lagi menepis rasa yang ada di dalam hatinya dari dahulu hingga saat ini.
__ADS_1
" Mas aku mau makan icecream, aku pergi ke sana dulu ya buat membelinya, kamu tungguin baby Atala disini dan ingat jangan pergi ke mana-mana lo ya." Raya mencoba mengingatkan suaminya itu sambil mengangkat telunjuknya dan menggoyangkan ke kanan dan kiri.
Dion membalas dengan anggukan kepalanya sambil tersenyum yang menandakan bahwa dia akan mematuhi apapun yang di katakan oleh istrinya tersebut, melihat suaminya bertingkah imut tidak seperti biasanya membuat hatinya tergelitik ingin sekali tertawa tapi tak kuasa ia lakukan karena takut mood lelaki blasteran indo jerman itu menjadi jelek.
Di rasa cukup aman meninggalkan anaknya bersama suami kulkasnya, Raya segera pergi membeli ice cream kesukaannya. Dengan membawa dua contong ice cream di tangannya Raya kembali ke tempat di mana dia meninggalkan anak dan suaminya tadi, dia berjalan dengan penuh kegembiraan berharap dia bisa menikmati ice cream dengan suami tercinta tapi mendadak netranya terbelalak ketika dia melihat stroller milik buah hatinya tidak ada penghuninya.
" Mas... mas... mas " Raya memanggil suaminya yang sedang menelepon tidak jauh dari tempatnya dengan penuh kepanikan. "baby Atala enggak ada di stroller". imbuhnya lagi
" Tenang dulu jangan panik, coba cerita dengan perlahan, apa yang terjadi?" sambil memegang pundak istrinya.
" Itu mas stroller gak ada baby Atalanya" sambil menunjuk ke arah stroller yang tidak berpenghuni
" Enggak ada gimana? dari tadi aku tidak melihat ada orang yang melintas lewat sini"
Melihat sifat suaminya yang seakan-akan tidak mau di salahkan rasa kecewa yang ada di hati Raya terlihat sangat ketara tatkala dia langsung pergi meninggalkannya.
" Tunggu Raya kamu mau kemana? kita bisa bicarakan baik-baik dan mencari Atala bersama-sama." bujuk Dion
" Baiklah kita cari baby Atala bersama-sama, tapi biar lebih cepat ketemunya sebaiknya kita menyebar." mencoba memberi solusi
" Oke kita cari secara terpisah, tapi dengan satu syarat ketemu atau tidak baby Atala selama tiga puluh menit harus kembali ke tempat ini, biar nanti aku kerahkan anak buahku untuk mencarinya." jelas Dion
__ADS_1
" Baik aku setuju, aku akan mencari ke arah sana" sambil menunjuk ke satu arah.
" Sedangkan mas Dion ke arah sana ya" sambil menunjuk ke arah berlawanan.
Dengan pikiran yang di penuhi banyak sekali prasangka-prasangka di tambah lagi pandangannya yang di arahkan ke segala sudut tempat tak jua menemukan sesosok yang di carinya membuat wanita berparas cantik itu nampak frustasi, sudut matanya sudah merasakan hangat buliran air yang siap untuk meluncur ke pipi tirusnya, tapi Raya mencoba untuk menahannya agar dirinya tidak menjadi pusat perhatian orang-orang disana.
Dengan sisa semangat yang dia miliki Raya terus menelusuri tiap tempat yang berada di taman hiburan tersebut, sampai pada akhirnya pandangannya tertuju pada satu sosok manusia yang sangat dia kenal di masa lalunya berada tepat di hadapannya.
" Rian " satu kata itu tiba-tiba terucap oleh Raya, langkah kakinya pun perlahan mendekati lelaki yang memakai kaca mata itu. Lelaki di hadapan Raya tidak kalah terkejutnya ketika dirinya melihat kehadiran Raya yang perlahan berjalan mendekatinya.
" Raya apa kabar kamu?" tanya lelaki itu sambil mengulurkan tangannya
Raya yang melihat uluran tangan itu ingin membalasnya tapi belum sempat dia menjabat nya tiba-tiba Dion datang dan menarik tangan Raya.
" Raya apa-apaan kamu, mau menjabat tangan lelaki lain selain suamimu" bentak Dion, di bentak suaminya sendiri di depan umum membuat Raya malu sekaligus kesal karena sifat suaminya yang baru saja hangat terhadap dirinya kembali berubah dengan sekejap. Raya hanya bisa diam mendapat perlakuan seperti itu.
" Hai Raya kamu di sini juga " sapa Sophia yang datang dengan membawa dua cup ice cream di tangannya. " Loh kalian kenapa tegang gitu sih, memangnya saling kenal" tanya Sophia lagi dengan penuh penasaran.
" Tidak penting, ayo Raya kita pergi " sambil menarik tangan istrinya agar wanita itu mengikuti setiap langkahnya
" Loh ada apa sih ini? kenapa mereka pergi begitu saja, Rian memangnya kamu mengenal mereka? " tanya Sophia
__ADS_1
" Iya aku sangat mengenal mereka, bahkan mengenal dengan baik siapa mereka." dengan terus menatap kepergian Dion dan Raya yang semakin jauh dari pandangannya.