
Langit yang cerah seketika menjadi mendung tatkala ada awan hitam yang menyelimuti nya, perumpamaan ini sangat cocok untuk
menggambarkan kehidupan Raya saat ini, bagaimana tidak baru saja dia merasakan menjadi Ratu satu-satunya di istana suaminya seketika harus merelakan posisinya di bagi menjadi dua dengan madunya, terlebih madunya sekarang sedang mengandung putra mahkota yang di gadang-gadang akan menjadi pewaris kerajaan bisnis Central grup.
Sebenarnya Raya tidak terlalu peduli dengan harta dan tahta yang di miliki suaminya tapi yang dia khawatirkan jika suaminya bersikap tidak adil lagi terhadap dirinya dan anak semata wayangnya.
Apa yang harus aku lakukan jika suatu hari nanti Dion lebih condong terhadap istri keduanya dan juga anak yang sedang Maya kandung, enggak aku harus percaya kalau Dion pasti bisa adil dalam membagi kasih sayang lagipula dia sudah berjanji padaku akan selalu mencintai dan melindungi ku beserta baby Atala.
Lamunan Raya seketika buyar ketika dia mengetahui madunya sedang menghampiri nya di dapur.
" Hai Raya kamu sedang masak apa? " sapa Maya dengan sok ramah
" Ngapain kamu ada disini?" tanya Raya ketus
" Enggak boleh jutek lo sama wanita hamil, aku yakin kamu sudah mengetahuinya secara kamu pernah hamil kan?"
" Lalu apa tujuanmu datang kemari" tanya Raya sedikit kesal
" Aku kesini mau belajar masak sama kamu, biar aku bisa jadi istri yang semakin di cintai oleh suamiku, ups sorry maksud aku suami kita." sambil tersenyum centil
" Aku belum terlalu mahir memasak, sebaiknya kamu belajar memasak sama chef keluarga dia lebih berpengalaman." jelas Raya
" Tapi aku mau nya sama kamu" sambil memegang lengan Raya
Melihat tingkah manja yang di lakukan Maya membuat Raya sedikit muak melihatnya, ingin sekali mengusir wanita itu dari hadapan nya tapi dia mengurungkan niatnya mengingat Maya sedang mengandung bayi dari suaminya.
__ADS_1
" Kamu sedang hamil lebih baik banyak istirahat, biar urusan rumah tangga aku yang mengerjakannya." sambung Raya
" Aku enggak merasa capek kok, jadi kamu tenang saja, aku bantuin kamu memasak ya?" kata Maya dengan antusias
" Sudahlah Maya, kamu tidak perlu berperilaku sok baik gini sama aku, sebenarnya apa sih yang kamu rencanain?" tanya Raya dengan rasa muak di hatinya
" Kok kamu curiga gitu sih sama aku? kamu takut kalau aku berbuat jahat lagi? mestinya kamu tidak usah khawatir karena Dion sudah memperingatkanku untuk tidak menindas kamu lagi, kalau sampai aku melakukan nya Dion akan mengusirku dari sini." jelas Maya serius
" Oh ya? bagus dong jadi kamu tidak bisa lagi mengganggu kehidupanku di masa depan, lebih baik mulai sekarang kita tidak usah saling bicara, anggap saja kita tidak saling mengenal, jadi kamu urus apa yang menjadi urusanmu dan jangan pernah ikut campur dengan urusanku." kata Raya dengan tegas
" Sombong sekali kamu Raya, lihat saja cepat atau lambat aku akan menjadi nyonya besar satu-satunya di rumah ini." jelas Maya dengan nada kesal
Raya tidak meladeni lagi perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Maya, dia hanya memandang Maya melalui sudut matanya lalu pergi meninggalkan wanita itu di dapur.
Ketika Raya hendak masuk ke dalam kamar baby Atala, tiba-tiba dia melihat sosok laki-laki yang dia rindukan sepanjang hari berjalan mendekati dirinya.
" Hari ini apa saja yang kamu lakukan?" tanya Dion membuka pembicaraan sambil mengusap lembut pipi istrinya.
" Ya seperti biasa menjadi ibu rumah tangga dengan seabreg pekerjaan rumah." jelas Raya
" Kenapa kamu tidak meminta bantuan dari pelayan?"
" Bukannya mas tidak suka kalau pakaian dan barang-barang yang berada di kamar utama di sentuh oleh orang lain selain aku?"
" Kamu benar juga" sambil mencubit gemas pipi Raya
__ADS_1
" Sakit ih" sambil mengelus-elus pipinya
Tanpa di duga Maya tiba-tiba datang mendekati mereka dan mencoba mencuri perhatian Dion, awalnya Dion tidak bereaksi tapi Maya terus menggodanya dengan menggunakan bayi yang berada di kandungannya sebagai alasan.
" Ayo dong sayang kita pergi jalan-jalan, supaya bayi yang berada dalam kandunganku ini merasakan kebahagiaan jadi dia bisa tumbuh dengan baik." mencoba cari simpati
" Maya jangan gitu dong, mas Dion ini kan baru pulang dari kantor masa kamu langsung mengajak nya keluar, dia pasti kecapean butuh istirahat dan makan." Raya menentang keinginan Maya untuk mengajak suaminya pergi jalan-jalan, dan dia menjelaskan kepada Dion supaya tidak mengabulkan apa yang menjadi keinginannya Maya, tapi Dion membela Maya dengan dalih bahwa ibu hamil itu harus di jaga moodnya agar bayi dalam kandungannya bisa berkembang dengan baik. Merasa dirinya di bela oleh Dion membuat Maya menjadi semakin manja dan segera melingkar kan tangannya di lengan Dion.
" Ayo sayang kita pergi sekarang, keburu malam tiba" ajak Maya kepada Dion dengan manjanya "oh iya Raya mau nitip apa? kalau tidak mau nitip juga tidak apa-apa, kamu baik-baik di rumah ya! bye.. bye" sambil tersenyum licik ke arah Raya
Raya melihat senyuman Maya yang tertuju padanya di balas oleh Raya dengan tatapan tajam yang mengisyaratkan sebuah ancaman, ancaman yang mengatakan bahwa dirinya akan membalas perbuatan madunya itu dengan berbagai cara karena dia tidak rela apa yang jadi miliknya di rebut oleh orang lain tidak terkecuali madunya itu.
Aku harus cepat-cepat bertindak, mengumpulkan barang bukti kalau si ular itu pasti mempunyai niatan buruk kembali ke rumah ini, tapi bagaimana caranya ya membuktikan semuanya secara dia belum melakukan tindakan-tindakan yang mencurigakan, tunggu aku punya ide kayaknya aku harus bekerja sama dengan Sophia untuk masalah ini.
Tanpa ragu Raya segera menghubungi sahabatnya itu dan menceritakan tentang kembalinya Maya serta rencananya untuk mengungkap kebusukan madunya.
" Kamu tenang saja selama masih ada Sophia si nenek lampir tidak akan bisa berbuat macam-macam pada keluargamu." kata Sophia dengan percaya diri
" Terima kasih ya"
" Oh iya ada sesuatu yang harus aku katakan sama kamu mengenai pertemuan antara aku kamu dan Rian di taman hiburan waktu lalu sebenarnya itu ulah Maya, jadi ceritanya si Maya mengirim email ke aku dengan pura-pura menjadi Rian ngajakin ketemuan di taman hiburan sama Rian juga dapat email dari Maya mengatasnamakan aku buat ngajakin ketemuan di taman hiburan." jelas Sophia
" Kamu tahu dari mana? lagian buat apa Maya melakukan hal seperti itu?" tanya Raya lagi
" Ya ampun my honey, kamu lupa kalau suami kamu itu tipe orang pencemburu akut, Maya itu pintar dia mencoba memanfaatkan kekurangan Dion untuk memecah belah hubungan kalian, aku tahu itu semua karena aku menyuruh anak buahku untuk menyelidikinya. Dan ada satu hal lagi yang membuat aku bingung, Rian bercerita kalau baby Atala bukan darah dagingnya melainkan darah daging Dion, apa itu benar?" tanya Sophia penasaran
__ADS_1
" Rian mengatakan demikian? terus apa lagi yang dia ceritakan?" Raya nampak gugup mendengar cerita Sophia
" Rian cuma mengatakan itu saja, dia bilang kalau aku mau tahu lebih banyak aku harus tanya sendiri ke kamu, karena dia tidak punya hak untuk menceritakan nya." jelas Sophia yang membuat Raya sedikit tenang karena rahasianya belum terbongkar sepenuhnya.