Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Harus bersabar


__ADS_3

Apartemen yang Dion tempati termasuk apartemen mewah yang berada di kota Seoul, apartemen ini memiliki 4 kamar yang cukup luas dengan warna putih yang mendominasi di padu dengan pemilihan perabotan vintage disertai aneka dekorasi berupa permadani, lampu, dan berbagai barang antik yang penuh kemewahan.


Di apartemen inilah Dion menghabiskan waktunya sendirian tanpa ada teman, sanak keluarga maupun kekasih hati yang menemaninya.


Dengan adanya Raya yang sekarang menjadi penghuni baru di apartemen itu Dion merasa sangat senang saking senangnya dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika Ruben berpamitan untuk kembali ke hotel guna mengambil barang bawaan Raya dan anak-anak yang sudah terlelap di kamar tamu, dengan sigap Dion membopong tubuh Raya masuk ke dalam kamarnya lalu di baringkan nya wanita itu di atas ranjang yang cukup besar, awalnya Raya menolak dengan dalih bahwa mereka sudah bercerai tapi memang dasar buaya jika mangsanya mau lepas dia akan sekuat tenaga untuk mempertahankannya dengan berbagai cara begitu pula dengan Dion, tidak habis-habisnya dia dalam mempermainkan sebuah kata hingga Raya terbuai akan kata-kata manisnya.


Di saat Raya sudah pasrah Dion pun memulai aksinya dari menciumi bibir hingga mencumbui leher jenjangnya. Tapi Dion segera menghentikan aksinya tatkala Athala menangis sambil berjalan mencari mama nya.


" Aduh gangguan apa lagi ini" keluhnya


sambil turun dari ranjang dan berjalan ke arah Athala


Raya yang masih terduduk di atas ranjang berusaha merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan akibat ulah Dion. Setelah rapi dengan perlahan sambil meraba-raba Raya berjalan keluar kamar untuk menemui anak dan juga mantan suaminya.


" Mas sini kasih ke aku, biar aku gendong Athala nya" ujar Raya


" Enggak papa biar aku saja yang menggendong dan menidurkannya kamu istirahat saja dahulu!"


" Yasudah aku tidur dulu" balas Raya singkat


" Kok malah tidur sih? aku belum puas mainnya" ucap Dion sedikit kesal


" Mas, sepertinya Athala bangun karena dia merasa kalau orang tuanya akan melakukan sebuah kesalahan sehingga dia ingin mencegahnya agar kesalahan di masa lalu tidak akan terulang lagi yang mengakibatkan sebuah penyesalan" perkataan Raya mengkoyak sanubari Dion dia benar-benar merasa seperti seorang lelaki brengsek.


Dengan penuh penyesalan dia memeluk buah hatinya sambil mencium keningnya.

__ADS_1


" Terima kasih sayang kamu sudah menyadarkan papa, papa janji akan lebih menghargai mama mu" ucap Dion


Raya yang mendengarnya merasa sangat terharu, sampai dirinya tidak bisa lagi membendung air mata.


" Raya kamu kenapa menangis?" Dion khawatir melihat wanita yang di cintainya tiba-tiba mengeluarkan air mata, ingin segera di peluknya tapi apa daya kedua tangannya kini sedang menggendong Athala yang terlelap di dekapannya.


" Mas tidak perlu khawatir aku bukan menangis sedih melainkan menangis terharu karena ucapan mas kepada Athala tadi" jelas Raya


" Benarkah? yasudah kalau begitu kamu tidur saja dulu, nanti aku menyusul setelah menidurkan Athala"


Raya menuruti perkataan mantan suaminya itu dengan perlahan dia kembali ke kamarnya, dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.


Malam itu Raya merasa hatinya begitu damai karena bisa kembali berkumpul dengan keluarga kecilnya, sebelum tidur dia berdoa agar di kemudian hari keluarganya bisa terus berkumpul bersama selamnya.


Mendengar hasilnya cukup bagus Dion dan Raya merasa senang sekaligus lega karena Raya tidak perlu melakukan operasi donor mata yang mengharuskan untuk mencari donor mata dan itu prosesnya cukup lama, operasi yang akan di lakukan oleh Raya adalah operasi untuk mengurangi tekanan pada serabut saraf dan pembuluh darah yang menyuplai saraf pengelihatan dengan mengurangi pembengkakan yang terjadi akibat trauma/cedera.


" Syukurlah mas, dalam waktu beberapa hari kedepan aku bisa melihat lagi" ucap Raya kegirangan


" Aku senang melihat kamu yang penuh semangat seperti ini, aku janji akan selalu menemanimu menjalankan proses ini sampai akhirnya kamu bisa melihat lagi" kata Dion sambil memegang pipi Raya


" Jadi hanya sampai aku melihat saja kamu menemani ku? selebihnya?" tanya Raya dengan nada manjanya


" Enggak seperti itu juga, kita akan segera menikah jadi sudah jelas kalau aku akan menemanimu sampai akhir hayatku" jelas Dion


Usai percakapannya dengan Raya, Dion melanjutkan diskusi nya dengan dokter perihal waktu pelaksanaan operasi, setelah melakukan diskusi panjang lebar akhirnya mereka sepakat operasi mata Raya akan dilaksanakan besok siang. Setelah mendapatkan sebuah kesepakatan Dion pun berpamitan kepada dokter tersebut.

__ADS_1


Dion dan Raya keluar dari rumah sakit penuh dengan harapan yang besar atas kesuksesan operasi yang akan dilaksanakan besok siang, karena itu adalah awal perubahan yang akan mereka alami.


" Raya sebelum kita pulang bagaimana kalau kita makan dulu di restauran dekat sini, aku jamin kamu akan menyukainya" Dion mencoba menawarkan


" Memangnya kamu mau ajak aku makan apa?"


" Masakan khas Indonesia" jawab Dion cepat sambil membelai rambut Raya "Karena aku tahu kalau lidahmu itu Indonesia banget, iya kan?" ledeknya


" Iiihh.... rese" tangan Raya mencubit pinggang Dion, alhasil membuat Dion mengerang kesakitan. "Ampun sayang, jangan di cubit lagi! kalau di cium mau" goda Dion


Sontak pipi Raya langsung merona mendengar ucapan Dion, "Udah jangan mulai nakal deh mentang-mentang Athala tidak ada disini, ingat janji mas Dion sama Athala tadi malem" kata Raya sambil tersenyum


Dion yang gemas langsung membopong tubuh Raya, Raya yang terkejut sontak berteriak. "Kamu mau aku di tangkap dengan tuduhan penculikan, yang ada nanti aku bisa di penjara memangnya kamu mau aku masuk ke dalam penjara?" bisik Dion


Raya Pun menutup mulutnya kali ini dia pasrah dengan perlakuan Dion terhadap dirinya, dia yakin kalau Dion tidak akan berani untuk berbuat macam-macam. Benar saja Dion hanya meletakkan tubuh Raya di dalam mobil lalu dia membantu Raya mengenakan sabuk pengamannya baru setelah itu Dion mencium kening Raya.


Ketika Dion hendak kembali ke posisi kemudi nya dia sempat melihat bibir Raya yang menggemaskan membuat hatinya bergejolak, ingin sekali dia mel*mat bibir indah itu dengan penuh gairah, sambil menelan ludah segera pikiran kotornya dia hilangkan. Raya yang merasakan napas Dion yang tersengal-sengal mencoba untuk bertanya "Mas ada apa?" Dion yang frustasi hanya bisa menjawab "Tidak ada apa-apa" tapi Raya merasa ada sesuatu yang disembunyikan.


" Mas jangan bohong, katakan saja!" desak Raya


" Aku ingin sekali menikmati bibir indahmu itu Raya, tapi aku.... " Dion tidak bisa melanjutkan perkataannya, dia benar-benar frustasi.


Raya menggenggam tangan Dion "Mas aku tahu ini berat buat kamu, karena selama beberapa bulan ini kamu menahan hasrat dan sekalinya bertemu kita sudah mantan" sambil tersenyum "Kamu sabar ya! tidak akan lama lagi kita akan menjadi suami istri kembali dan setelah itu kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau" lanjutnya memberi semangat


Dion semakin bersemangat setelah mendengar beberapa kata yang keluar dari mulut kekasih hatinya itu. Dia yakin tidak akan lama lagi dia bisa hidup bahagia bersama Raya selamanya.

__ADS_1


__ADS_2