
Pemandangan di depan mata nampak memilukan membuat Raya menangis menyesali keputusannya bersembunyi bersama Asep di bukit.
Seandainya saja aku tidak menjadi pengecut mungkin saja semua ini tidak akan terjadi, ini benar-benar sudah kelewatan, mereka tega membakar rumah warga yang tidak tahu apa-apa. Sekarang para warga ada dimana ya? mereka selamat atau malah di sekap?
Belum selesai Raya bergelut dengan pikirannya tiba-tiba dia mendapat lemparan tomat busuk yang tepat mengenai punggungnya.
" Dasar wanita pembawa sial sebaiknya kamu enyah dari kampung ini." Ucap wanita paruh baya yang ada di belakang Raya
Raya menoleh ke arah wanita yang sudah melempari nya tomat busuk, lalu berjalan perlahan mendekatinya.
" Maaf Bu kalau kehadiran saya di kampung ini membuat warga kampung terkena sial, hanya saja saya benar-benar tidak tahu jika semuanya akan menjadi seperti ini" ucap Raya dengan di barengi air mata
" Jangan sok sedih kamu, semua sudah menjadi abu seharusnya kamulah orang yang di mintai pertanggungjawaban atas kejadian ini, kami kehilangan harta benda bahkan rumah itu semua karena kamu bersembunyi, seharusnya kamu tidak melakukan hal bodoh seperti itu, harusnya kamu menyerahkan diri kepada mereka, seenggaknya kamu bisa menyelamatkan banyak orang bukan malah sebaliknya kami harus berkorban hanya demi seorang perempuan yang sama sekali tidak kami kenal sebelumya" ujar wanita paruh baya itu dengan ketusnya
" Aku tahu bu aku salah aku sangat menyesalinya, tapi semua sudah terlambat, aku bahkan tidak tahu harus berbuat apa untuk membayar semua kesalahan ku kepada kalian" Raya terus berkata-kata dengan frustasinya
" Perlu kamu ketahui para preman itu bukan hanya membakar rumah kami tapi jasad nenek Asih juga ikut di bakar oleh mereka, dan itu semua karena keegoisan kamu." tunjuk ibu paruh baya itu
" Apaa...nenek Asih di bakar oleh mereka? tidak mungkin pasti ibu sedang berbohong kan?" tanya Raya memastikan
" Buat apa aku berbohong? tidak ada gunanya." kata ibu itu dengan ketus
Dari kejauhan Asep mendengar apa yang di katakan ibu paruh baya itu langsung bergegas menghampirinya.
__ADS_1
" Apa yang ibu katakan itu benar? kalau nenek saya sudah meninggal?" tanya Asep dengan napas yang tersengal-sengal
"Asep kamu memang cucu yang durhaka, kamu lebih memilih menyembunyikan perempuan ini daripada menyelamatkan nenek kamu, sekarang kamu menyesalkan? meninggalkan nenek yang sudah merawatmu dari kecil demi perempuan yang tidak tahu asal usulnya ini? " wanita paruh baya itu terus berkata yang menyudutkan Raya.
" Jaga perkataan ibu jika tidak tahu pokok ceritanya, saya pergi menyelamatkan teh Raya itu atas dasar perintah dari nenek bahkan nenek memaksa saya untuk berada di samping teh Raya adapun jika nenek wafat, aku sangat yakin sekali nenek melakukan itu dengan ikhlas dan senang hati karena sudah berkorban demi orang yang di sayangin nya." Asep berkata dengan penuh keyakinan.
Perkataan Asep membuat Raya semakin tidak enak hati, dia merasa selain jadi beban dia juga salah satu penyebab nenek Asih di bunuh.
" Kalian cucu dan nenek sama-sama egois demi menyelamatkan satu perempuan tega membuat banyak warga menderita. Sekarang aku mau nanya, coba kamu katakan bagaimana kamu bisa membuat kami mempunyai rumah kembali? apa kamu pikir perempuan yang kamu selamatkan itu bisa bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada warga yang berada di sini?" Ibu paruh baya itu terus mengatakan sesuatu yang membuat Raya semakin jatuh mental.
" Sekarang apa yang ibu inginkan agar bisa memaafkan saya?" tanya Raya dengan muka sedihnya
" Katanya kamu istri orang kaya jadi mudah bagimu untuk membangun kembali rumah kami yang sudah hangus terbakar kan?"
" Tolong ibu jangan terus menyudutkan teh Raya, dia sedang banyak masalah, saya punya cara agar pemerintah bisa membantu kita." Asep mencoba mengemukakan pendapat nya.
" Bagaimana caranya? " tanya ibu paruh baya itu
" Saya akan membuat berita exclusive tentang kebakaran yang menimpa desa kita, lalu akan saya posting di berbagai sosial media agar berita ini bisa cepat viral, jika sudah viral aku sangat yakin sekali akan banyak para reporter yang meliput dan pemerintah juga turun tangan buat membantu kita". jelas Asep
" Ide kamu bagus juga sebaiknya segera kamu membuat videonya mengingat persediaan makanan dan minuman yang menipis".
" Sekarang semua warga tinggal dimana bu?" tanya Raya penuh dengan kehati-hatian
__ADS_1
" Mereka ada di gudang bekas selepan padi milik Pak RT, sebaiknya kamu jangan kesana, karena banyak warga yang merasa kesal terhadap kalian berdua khususnya kamu." ucap Ibu paruh baya itu sambil menunjuk ke arah Raya
" Sudah teteh sebaiknya di sini saja biar saya yang kesana sekalian bertanya pada Pak RT kronologi kebakaran yang menimpa warga sini." saran Asep
" Tapi Sep, saya mau minta maaf kepada semua warga atas kejadian yang menimpa mereka." Raya merasa tidak terima jika dirinya di tinggal di sana sendirian, padahal dia sangat ingin meminta maaf kepada semua warga.
" Teteh bisa meminta maaf kepada mereka jika keadaannya sudah kondusif, kalau saat ini teteh nekat berjumpa dengan mereka yang ada nanti teteh yang terkena masalah kasihan baby Athala, tolong teteh pikirkan lagi! aku tahu kalau teteh sangat merasa bersalah atas apa yang menimpa warga sini tapi teteh juga harus memikirkan baby Athala jika terjadi sesuatu sama teh Raya, mengingat sekarang para warga pasti masih merasa marah karena harta bendanya telah menjadi abu" jelas Asep panjang lebar.
Mendengar semua perkataan Asep Raya akhirnya bisa memahami jika dirinya untuk saat ini belum bisa bertemu dan meminta maaf di karenakan para warga yang masih marah dan kesal terhadap dirinya, dengan berat hati dia menyetujui apa yang di sarankan Asep, dan tetap menunggu di tempat itu sampai Asep selesai dengan rencananya. Di tinggal Asep untuk menemui para warga membuat Raya sangat terpukul tatkala dia kembali memandangi rumah-rumah warga yang hangus terbakar tanpa sisa sedikitpun.
Apa yang harus aku lakukan untuk menolong warga sini, andai saja aku bisa berjumpa dengan mas Dion pasti dia bisa membantuku, oh iya bagaimana dengan keadaannya ya? apa dia baik-baik saja? atau dia.....? tidak-tidak aku tidak boleh berpikiran jelek tentang mas Dion aku yakin kalau mas Dion akan baik-baik saja, dan dia pasti bisa menghadapi Maya.
" Teh apa yang di pikirkan? sampai tidak sadar kalau aku sudah kembali?" tanya Asep tiba-tiba membuat Raya sedikit kaget dibuatnya.
" Kamu ini ngagetin aja, bagaimana apa kamu sudah selesai membuat videonya?" tanya Raya balik dengan penuh penasaran
" Sudah teh bahkan sudah aku posting di berbagai sosial media, semoga saja ikhtiar kita bisa membuahkan hasil ya." ucap Asep penuh harap
" Amin.... semoga ya" kata Raya sambil mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya
Di lain tempat Sophia yang sudah melihat postingan Asep segera menemui Dion di ruang kerjanya.
" Dion coba kamu lihat Video ini" Sophia menunjukkan video yang ada di dalam laptopnya kepada Dion
__ADS_1
Dion terperanga melihat video yang di tontonnya, video itu menunjukkan wawancara yang di lakukan seorang pemuda kepada RT setempat, dimana di sana Pak RT bercerita jika kampungnya mengalami kebakaran itu di akibatkan adanya preman yang sengaja membakarnya dengan dalih mencari seorang perempuan yang bernama Raya.