
Membuat satu pilihan bagi sebagian orang terasa sulit, terlebih pilihan itu berhubungan dengan kelangsungan hidupnya nanti, bahagia atau tidaknya di masa depan tergantung dengan apa yang dipilih saat ini, itulah yang di rasakan Raya. Dia bingung harus memilih ikut suaminya yang selalu berkata kasar dan cuek dengannya atau memilih ikut sahabatnya yang baik, pengertian dan sayang terhadapnya.
" Raya cepat kesini, dimana sebenarnya otak kamu, bisa-bisanya di perdaya dengan orang asing, bukankah kamu baru mengenalnya? " Dion berbicara dengan ketusnya
" Apa kamu bilang di perdaya? jangan sembarangan bicara ya, aku bersahabat dengan Raya itu tulus, memangnya kamu, suami yang hanya bisa menyakiti istrinya sendiri, suami macam apa kamu?" balas Sophia
" Sebaiknya kamu tinggalkan istriku di sini, dan cepat pergi dari hadapanku sebelum aku benar-benar kehilangan kesabaran. " Dion mencoba memperingatkan
" Sophia sebaiknya kamu pergi saja, biar aku kembali bersama Dion, lagian dia suami ku, tidak mungkin jika dia berani menyiksaku jadi kamu enggak usah khawatir. " kata Raya
" Enggak Raya, jika kamu kembali hidup dengan lelaki arogan itu sepanjang hidupmu tidak akan pernah bahagia, karena dia hanya akan terus menyakiti, belum lagi anak kamu yang saat ini sedang membutuhkan banyak kasih sayang dari orang sekitarnya tapi itu tidak akan dia dapatkan jika dia di besarkan di dalam rumah yang seperti neraka, apa kamu tidak peduli dengan kesehatan mentalnya, jadi please banget Raya ikut denganku jangan pedulikan Suamimu lagi." Sophia mencoba meyakinkan Raya
" Aku tahu kamu begitu perhatian denganku, tapi benar kata Dion kalau kamu itu orang asing yang baru saja aku kenal, dan aku tidak tahu apa kamu benar-benar tulus membantu atau ada niatan terselubung, terlebih lagi kamu rela mati-matian untuk membelaku, ini terasa sangat tidak wajar terlepas kita hanya satu kali bertemu. " jelas Raya dengan nada suara penuh keraguan.
Maafkan aku Sophia harus mengatakan itu padamu, karena aku tidak mau kalau Dion menyakiti kamu bahkan keluargamu .
" Raya kenapa kamu bisa bicara seperti itu? apakah kamu masih ragu akan ketulusanku? kita memang baru satu kali bertemu, tapi tidak tahu kenapa aku sudah sayang dan bahkan menganggapmu sebagai saudaraku sendiri. Mungkin aku terlalu naif karena berharap bisa menjadi sahabat terbaikmu " berkata dengan penuh kekecewaan.
__ADS_1
" Sekarang kamu sudah mendengarnya sendiri bukan, kalau istriku lebih memilih untuk pulang denganku daripada ikut dengan orang asing yang tidak tahu tata krama seperti mu. " kata Dion sambil menyeringai
" Enggak aku tetap tidak akan menyerah untuk membawa Raya bersamaku, karena aku tahu kalau Raya itu orangnya labil jadi aku akan terus meyakinkan dia supaya meninggalkan suami tidak bertanggung jawab seperti mu. " balas Sophia lagi
Maya yang melihat keributan itu dari kejauhan mencoba untuk mendatanginya.
" Sayang kamu sudah pulang, kenapa tidak langsung masuk ke dalam rumah? " tanya Maya setelah berada dekat dengan Dion
" Bukan urusanmu " tanpa menoleh ke arah Maya
" Jangan gitu dong sayang, kita masuk yuk di sini panas. " ajak Maya
" Sayang kenapa sih masih saja peduli sama Raya yang sudah meracuni kamu sehingga harus kehilangan projek besar, biarin saja wanita bar-bar itu membawa Raya sejauh mungkin, kan masih ada aku yang selalu setia melayanimu. " mencoba merayu
" Aku butuh Raya yang jadi istriku bukan kamu, masalah projek sudah berhasil aku taklukan jadi kamu enggak usah khawatir tentang itu. "
" Tapi sayang, Raya ini kan selalu membuat masalah, kamu enggak takut kalau dia nanti bakal membuat masalah yang lebih besar dari sebelumnya. " Maya masih mencoba menghasut Dion
__ADS_1
" Aku sudah bilang supaya kamu pergi dari sini, karena kehadiranmu di sini hanya membuat suasana tambah runyam saja. " bentak Dion
" Iya baiklah kalau begitu aku pergi " sambil berjalan meninggalkan mereka
Menyebalkan sekali sih, cowok itu benar-benar dingin seperti gunung es yang susah sekali di taklukan kalau begini caranya usahaku untuk menjadi nyonya Dion seutuhnya masih harus tertunda, sebaiknya aku pikirkan cara lain untuk menyingkirkan Raya.
Di sisi lain Ruben asisten Dion yang berada di dalam mobil sedang sibuk dengan laptopnya akhirnya dia sudah berhasil mendapatkan informasi tentang Sophia dan juga kedua orang tuanya. Tanpa menunda waktu lagi dia segera menghampiri bos nya dan memberikan semua informasi tentang Sophia dan keluarganya.
" Sophia Fadhilla nama asli Jesica Putri Carolus anak dari pasangan Martin Carolus dan Iris Carolus, seorang mualaf yang memiliki usaha pakaian Muslimah yang berada di Jakarta Pusat, dan orang tua yang memiliki usaha di bidang perhotelan yang sudah memiliki cabang lebih dari 25 hotel di seluruh indonesia bahkan ada juga yang berada di luar negeri, tidak memiliki saudara kandung, selalu tinggal berpindah-pindah dari hotel satu ke hotel yang lainnya. " Ruben membacakan semua informasi yang dia dapat dengan suara yang lantang.
" Kamu berani sekali mencari informasi pribadiku tanpa minta izin terlebih dahulu, kamu benar-benar lelaki yang tidak punya tata krama. " kata Sophia dengan nada tinggi
" Tidak punya tata krama?, bukannya kamu yang tidak memiliki itu, berani masuk rumah orang tanpa izin bikin onar lagi, belum lagi mencoba untuk menculik nyonya rumah, bisa saja aku melaporkanmu ke polisi dengan semua tindakan aroganmu itu. Dan lebih parahnya lagi aku juga bisa meruntuhkan kerajaan bisnis dari orang tuamu dalam waktu semalam saja, kamu tahu kan siapa aku? aku Dion Perkasa pemilik Central Group." jelas Dion dengan bangganya
Mendengar perkataan Dion, Sophia nampak berpikir sejenak dia tidak takut jika harus berhadapan dengan polisi atau usahanya di bikin bangkrut sekalipun karena menurut dia persahabatan lebih berharga di bandingkan semua itu, cuma dia tidak bisa jika karena tindakannya saat ini membuat kedua orang tuanya harus kehilangan kerajaan bisnisnya yang mereka rintis dengan keringat dan air mata.
Sepertinya Dion tidak main-main di dalam mengancam, karena dia sudah terkenal di kalangan para pembisnis sebagai orang yang dingin dan kejam jika itu berurusan dengan harga dirinya, aku yakin dia melakukan ini bukan karena cinta atau takut kehilangan Raya melainkan karena dia merasa jika harga dirinya kini telah aku permainkan, sebaiknya aku mengalah terlebih dahulu dan memikirkan cara untuk menyelamatkan Raya di kemudian hari.
__ADS_1
" Baiklah tuan Dion untuk kali ini aku mengaku kalah, tapi perlu kamu ingat aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Raya karena bagaimanapun juga dia berhak untuk hidup bebas dan bahagia. " jelas Sophia