Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Akhir cerita


__ADS_3

Raya memulai cerita tentang asal usul penyebab suaminya mengalami gangguan pada otaknya.


" Dion sebenarnya mempunyai kakak perempuan yang cantik bernama kak Diana, tapi sayang sekarang kak Diana sudah tidak ada lagi dunia ini, dia meninggal ketika berusia enam belas tahun dan pada saat itu Dion masih duduk di bangku SD tepatnya kelas empat." kata Raya mengawali cerita


" Apa penyebab Kakaknya Dion meninggal semuda itu?" tanya Sophia memotong cerita Raya


" Kak Diana meninggal karena bunuh diri, dan itu salah satu penyebab Dion menjadi trauma. Kak Diana bunuh diri karena tidak kuat mendapatkan banyak hinaan dan ketidakadilan." Raya bercerita sambil menghembuskan nafas dengan kasar


..." Memangnya kak Diana melakukan kesalahan apa? sehingga banyak orang yang menghinanya?" tanya Sophia penasaran...


..." Kak Diana di hina karena ketahuan hamil di luar nikah, padahal dia hamil itu karena perbuatan para lelaki bejat yang sudah merenggut kesuciannya bukan karena dia wanita gampangan." Raya bercerita dengan ekspresi marah...


Sophia membelai lembut punggung tangan Raya" Kalau boleh aku tahu bagaimana kronologi ceritanya?" Sophia bertanya dengan hati-hati


Untuk sesaat Raya terdiam sambil mengarahkan pandangannya lurus ke depan.

__ADS_1


" Kejadian itu terjadi ketika kak Diana dan Dion pulang dari minimarket lalu melewati gang kecil yang sepi, tanpa mereka sadari ada sekelompok preman yang sudah mengintai mereka dari semenjak mereka keluar dari minimarket.


Di saat jalan benar-benar sepi preman-preman itu langsung beraksi dengan membius kak Diana dan Dion.


Singkat cerita Dion tersadar dari pingsannya dan melihat ke sekeliling ruangan, dia sangat syok ketika matanya mendapati kakak yang paling dia cintai di gagahi oleh beberapa preman dengan cara yang kasar tepat di depan matanya. Dion kecil hanya bisa menangis di balik mulutnya yang di sumpal kain dan di rekat oleh lakban, dia pada saat itu hanya bisa menjerit di dalam hati dan menyalahkan dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah para preman itu selesai dengan aksi bejatnya mereka meninggalkan kak Diana begitu saja, kak Diana yang masih merasa sakit di sekujur tubuhnya berusaha berjalan mendekati Dion dengan tertatih-tatih, begitu sampai di depan adiknya kak Diana langsung membuka semua ikatan yang melilit tubuh adiknya itu. Kak Diana menjadi bingung melihat adiknya yang terdiam dengan sorot mata kosong, tanpa berpikir panjang lagi kak Diana segera membawa adiknya ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit kak Diana menjadi sorotan banyak orang karena melihat dirinya yang berantakan dengan pakaiannya yang lusuh, tapi untung saja para suster dan dokter dengan cekatan membantu mereka. Ketika orang tua mereka datang, kak Diana menceritakan semua nasib malang yang menimpa dirinya dan juga adiknya, mendengar cerita dari anaknya orang tua mereka merasa syok bahkan ibu mereka tak henti-hentinya menangisi nasib yang menimpa kedua anaknya, melihat istrinya yang larut dalam kesedihan ayah mereka berniat membawa kasus ini ke jalur hukum tapi kak Diana mencegahnya, dia tidak mau jika dirinya di sorot oleh banyak orang karena itu akan membuat dirinya dan juga keluarganya kehilangan muka. Dengan berat hati ayah mereka menyetujui permintaan anak gadisnya itu." untuk sesaat Raya terdiam dan menyapu pipinya yang sudah basah karena air mata yang terus mengalir.


" Raya kamu tidak apa-apa? kalau menurut kamu ini berat untuk di ceritakan sebaiknya sudah cukup sampai di sini saja dulu, lain kali kita sambung lagi." ucap Sophia sambil mengelus punggung sahabatnya


" Tidak apa-apa, aku hanya teringat dengan mendiang kak Diana yang sangat baik dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi tapi harus mendapat nasib buruk seperti itu, ini semua seperti tidak adil terlebih para preman itu sampai sekarang masih bisa hidup dengan bebas di luaran sana." tangan Raya mengepal


" Kamu memang benar, tapi efek kejadian itu sangat berpengaruh besar buat hidup Dion karena membuat jiwanya terguncang sehingga untuk bertahan otaknya menghapus semua memori tentang kejadian itu, bahkan otaknya bukan hanya menghapus kejadian itu tapi juga menghapus semua ingatan tentang kekerasan s*ksual yang berada di sekitarnya termasuk kekerasan s*ksual yang dia lakukan terhadap aku. Oh ya perlu kamu tahu kalau Dion itu pernah menjadi penghuni rumah sakit jiwa." jelas Raya


" Kok bisa?" Sophia tiba-tiba menyela cerita Raya "Bukannya dia baik-baik saja?" tanya Sophia merasa tidak percaya dengan apa yang di ceritakan Raya.


" Dia baik-baik saja setelah keluar dari rumah sakit karena amnesia disosiatifnya membuat dirinya melupakan kejadian yang menimpa pada kakaknya, tapi beberapa minggu setelahnya dia mendapati kakaknya meninggal gantung diri di kamarnya membuat jiwanya kembali terguncang dan itu benar-benar membuat Dion jadi sering berhalusinasi sampai pada akhirnya dia harus di rawat di rumah sakit jiwa kurang lebih delapan bulan baru dia dinyatakan sembuh, setelah dia sembuh dan kembali bersekolah banyak teman-teman yang menghindarinya bahkan tidak sedikit yang menghinanya, di saat dia terpuruk di situlah aku menjadi teman satu-satunya."

__ADS_1


" Oh pantas dia sangat protektif sama kamu, karena hanya kamu yang dia miliki bahkan dia bisa bersifat sangat impulsif, jadi ini alasan kenapa kamu berusaha sekuat tenaga agar dia tidak mengingat masa lalu?" tanya Sophia memastikan


Raya menjawab pertanyaan dari sahabatnya dengan mengangguk


" Oh ya ibunya Dion kemana? kok aku tidak pernah melihatnya, seharusnya dia selalu berada di sisimu agar bisa mengendalikan Dion." kata Sophia


" Ibunya Dion sudah meninggal karena mendapat serangan jantung." jawab Raya singkat


" Meninggal? pantas saja aku tidak pernah bertemu dengan beliau, padahal kalau ibunya Dion masih hidup pasti dia akan selalu membelamu sehingga kamu tidak perlu mendapat perlakuan kasar dan tidak adil dari Dion." celoteh Sophia


" Justru karena beliau membela aku habis-habisan sehingga dia harus kehilangan nyawanya" Raya meneteskan air matanya lagi karena mengingat masa lalunya


" Maksudnya? aku enggak ngerti." tanya Sophia


" Ibunya Dion menceritakan semua yang Dion lakukan padaku, tapi Dion menyangkalnya bahkan dia tetap berkeyakinan kalau aku berselingkuh dengan Rian sampai hamil. Karena sifat kerasnya Dion yang selalu menyangkal tiba-tiba ibunya Dion merasakan dadanya sakit dan badannya menjadi lemah sampai pada akhirnya ibunya Dion tersungkur di lantai, melihat ibunya Dion seperti itu segera aku mau membantunya tapi Dion menghardik dan juga mengancam kalau saja terjadi sesuatu terhadap ibunya maka dia akan membuat aku membayar sepuluh kali lipat karena dia beranggapan ini semua kesalahan ku. Oleh sebab itu setelah ibunya meninggal dia setuju menikahi ku agar dia bebas membalas semua rasa sakit hatinya." Raya mengakhiri ceritanya dengan berurai air mata

__ADS_1


__ADS_2