Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Kisah masa lalu


__ADS_3

Di sepanjang lorong Raya berusaha mengejar dan memanggil nama sahabatnya, tapi sang pemilik nama pura-pura tidak mendengarkannya dia hanya bisa berlari dan berlari dengan hati yang hancur berkeping-keping melihat sahabatnya berpelukan dengan lelaki yang selama ini dia kagumi. Dia sudah tidak tahu lagi bagaimana menahan gejolak yang ada di dalam hatinya, ia ingin melampiaskan semuanya tapi dia takut jika ada seseorang melihatnya, melihat pintu lift terbuka segera Sophia masuk kedalamnya yang di susul oleh Raya, sebenarnya Sophia keberatan dengan adanya Raya di dalam lift tapi mau bagaimana lagi dia sudah tidak sangggup mengusirnya, akhirnya dengan terpaksa dia membiarkan sahabatnya itu ikut bersamanya.


" Sophia kamu kenapa tidak mengindahkan panggilanku? padahal aku mau menjelaskan semuanya." Raya mencoba berbicara dengan penuh kehati-hatian agar sahabat yang ada di sampingnya bisa menerima semua ucapannya dan tidak memberontak.


Sophia mendapat pertanyaan dari Raya langsung berjongkok dan mengeluarkan semua emosi dan gejolak di dalam hatinya melalui tangisan dan teriakan. Raya melihat Sophia bertingkah seperti itu berusaha menenangkannya dengan cara mengelus-elus punggungnya dengan lembut.


" Lepaskan semuanya jangan ragu-ragu biar hatimu bisa lega." ucap Raya


Sophia menatap lekat wajah perempuan yang selama ini dia sayangi dengan tatapan sendunya, dengan cepat Sophia meraih tubuh itu dan memeluk erat sambil menangis sejadi-jadinya.


" Raya maafkan aku" sambil sesenggukan.


" Konyol ngapain kamu minta maaf? memangnya kamu punya salah apa?" Raya mengusap pipi Sophia yang basah. "Kita ngobrol di taman dekat sini yuk! biar lebih leluasa ngobrolnya." ajak Raya


Sophia menyambut ajakan Raya dengan anggukan sambil tersenyum manis ke arahnya.


Setelah keluar dari lift mereka pun berjalan menuju taman yang berada tidak jauh dari apartemen Rian.


" Nah disini lebih nyaman buat kita saling berbicara dari hati ke hati" Raya menunjuk salah satu bangku yang ada di taman itu lalu duduk di atasnya, di susul Sophia yang duduk tepat di samping Raya.


" Sophia sebelum aku bercerita tentang kehidupan ku di masa lalu, aku mau bertanya sama kamu dan tolong jawab dengan jujur" menatap tajam ke arah Sophia "Apa kamu cinta sama Rian?" tanya Raya dengan mimik wajah yang serius

__ADS_1


" Iya " jawab Sophia sambil mengangguk malu


" Sejak kapan kamu menyukainya?" tanya Raya lagi


" Semenjak dia menolong aku ketika ada sebuah mobil seperti sengaja ingin menabrak." jawab Sophia dengan semangat. "Tapi sayang aku belum bisa menemukan siapa pelaku dari insiden tersebut" imbuh Sophia kesal


" Kamu mengalami kecelakaan kenapa tidak memberitahuku?" tanya Raya kaget


" Sudahlah itukan sudah berlalu, yang terpenting sekarang aku baik-baik saja." Sophia tersenyum lebar "Oh ya katanya kamu mau bercerita tentang masa lalu antara kamu, Dion dan juga Rian." berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Aku bingung harus mulai darimana" Raya menghembuskan nafasnya dengan kasar


" Terserah darimana saja, aku pasti akan mendengarkan dengan baik" jawab Sophia dengan antusias.


" Tunggu... tunggu... kok sahabat bukannya kalian pacaran? apa teman jadi pacar?" tanya Sophia bingung


" Enggak...,aku dan Dion tidak pernah pacaran, justru yang jadi pacar aku pada saat itu adalah Rian, dia itu cinta pertama aku." jelas Raya yang membuat Sophia nampak gusar, melihat wajah Sophia yang berubah Raya berusaha untuk menenangkannya. "Kamu tenang saja Rian bagiku hanya masa lalu sedangkan masa depanku adalah Dion, jadi kamu harus lebih percaya diri lagi di dalam mengejar Rian, aku akan mendukungmu." Kata-kata dari Raya mampu membuat Sophia kembali bersemangat


" Terimakasih ya, aku jadi benar-benar malu sudah berpikiran yang tidak-tidak sama kamu" sambil cengengesan


" Kok Sophia sekarang jadi insecure sih, mana Sophia yang selalu percaya diri dan energik?" goda Raya

__ADS_1


" Ah Raya kamu benar-benar buat aku malu" Sophia jadi salah tingkah "Sudah sekarang kamu lanjutin ceritanya kenapa Dion sampai bisa beranggapan kalau kamu itu pacarnya sedangkan Rian selingkuhanmu." tanya Sophia semakin penasaran


" Itu karena otak Dion mengalami gangguan yang di sebut amnesia disosiatif, dia akan mengalami panik attack ketika di depan matanya terjadi kekerasan s*ksual, setelah itu otaknya akan mengubur ingatan yang berhubungan dengan kekerasan tersebut." jelas Raya


" Terus hubungannya dengan kamu apa? Sophia bertanya seakan-akan dirinya sudah tidak sabar mengetahui kelanjutan ceritanya.


" Aku di nodai oleh Dion" jawab Raya lirih sambil mengepalkan tangannya


" What? sumpah aku enggak ngerti deh, kok bisa Dion merampas kesucianmu? bukannya tadi kamu bilang kalau Dion sangat protektif di dalam menjaga kamu agar laki-laki lain tidak bisa menyentuh." Sophia mulai kesal mendengar cerita Raya


" Jadi ceritanya malam itu di pesta ulang tahun Rian ada sekelompok anak nakal secara diam-diam naruh alkohol di minumannya Dion, hingga akhirnya dia jadi mabuk karena aku khawatir akhirnya aku meminta izin Rian untuk mengantar Dion ke rumahnya, sebenarnya pada saat itu Rian merasa keberatan dia ingin dirinya ikut mengantar Dion, tapi aku meyakinkan Rian bahwa aku bisa mengantarnya sendirian dan aku menyuruhnya tetap melanjutkan pestanya, akhirnya Rian dengan berat hati memberi izin kepadaku."


" Terus sesampainya di rumah Dion kamu di nodai gitu? memang brengsek itu orang." Sophia menyela ucapannya Raya, dia sudah benar- benar kesal


" Ya kamu benar tapi dia melakukannya tanpa sadar, Dion masih di kuasai oleh alkohol." Raya mencoba menjelaskan kepada Sophia dengan kejadian yang sebenarnya agar dia tidak terlalu berpikiran buruk.


" Tetap saja dia itu munafik, menyebalkan." Celoteh Sophia "oke setelah itu apa yang terjadi?" tanya Sophia sedikit tenang


" Dia yang sudah mulai sadar melihat aku menangis sesenggukan di bawah tubuhnya, langsung merasa panik seketika itu juga dia menghentikan aksinya dan segera mengenakan celana pendeknya lalu pergi entah kemana meninggalkan aku sendirian di kamarnya dan itu membuat aku jadi ketakutan sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk menelepon Rian untuk menjemput ku. Rian dengan cepat datang ke rumah Dion, sesampainya disana dia melihat aku yang tidak mengenakan sehelai benang pun membuat dia gerak cepat mengambil selimut dan membungkusnya ke tubuhku." Raya bercerita dengan sedikit malu


" Rian melihat kamu tanpa busana? kok bisa? kenapa kamu tidak menutup tubuh kamu dengan selimut sebelum Rian datang?"

__ADS_1


" Pada saat itu aku hanya larut dalam ketakutan dan keterpurukan aku benar-benar syok sampai-sampai aku tidak sadar jika aku tidak berpakaian."


" Terus bagaimana kelanjutannya? apa Dion kembali lagi?" Sophia begitu tampak tidak sabaran untuk mendengarkan kelanjutan ceritanya. Tapi Raya yang jahil malah menunda ceritanya dan menyuruh Sophia untuk membelikannya air mineral terlebih dahulu.


__ADS_2