
Keesokan paginya Dion yang sudah memiliki tekad bulat untuk segera meninggalkan rumah sakit walau tidak mendapat izin dari dokter, bergegas menuju bandara. Di bandara Dion yang jenuh karena harus menunggu waktu keberangkatan hanya berjalan mondar mandir tanpa henti sembari mulutnya terus mengumpat.
Ruben yang melihat bosnya berjalan bolak balik di hadapannya mencoba untuk menenangkan tapi usahanya sia-sia karena Dion benar-benar sudah di selimuti kegelisahan yang sangat mendalam terhadap istri tercintanya, sehingga membuat dirinya sudah tidak terkendali lagi.
Aku akan menghabisi Maya jika sampai terjadi sesuatu kepada Raya, sayang kamu harus bertahan sedikit lagi. batin Dion sambil mengepalkan tangannya.
" Ruben berapa lama lagi aku harus menunggu" tanya Dion tidak sabaran
" Berdasarkan jadwal keberangkatan kita harus menunggu kurang lebih tiga puluh menit tuan." jelas Ruben dengan tenangnya, Dion yang mendengar penjelasan itu sangat kesal sambil terus bergumam.
Disisi lain tanpa Dion ketahui istri keduanya yaitu Maya yang berada di rumahnya kini bak seorang ratu yang menguasai istananya, bahkan Maya berani mengadakan pesta besar-besaran untuk merayakan kemenangannya.
" Hai Maya aku enggak habis pikir kalau kamu sekarang jadi tajir mlintir kayak gini, memangnya suami kamu sekaya apa sih?" tanya teman Maya yang bernama Fika
" Hah kamu belum tahu suaminya Maya?" timpal salah satu teman Maya yang bernama Irel
" Memangnya kamu tahu suaminya Maya? bukankah waktu pernikahan kita sebagai temannya tidak ada yang di undang ya." keluh Fika sambil sedikit cemberut
" Sudah-sudah jangan di bahas lagi masa lalu, sekarang lebih baik kita happy-happy lagian enggak penting juga acara pernikahan yang aku jalani, yang penting itu sekarang aku sudah bisa menguasai seluruh harta kekayaan suamiku." ucap Maya dengan bangganya
" Kok bisa? gimana caranya? memangnya suamimu itu laki-laki bodoh yang bisa di kibulin?" tanya Fika tambah penasaran
" Ya ampun Fika kamu masih enggak tahu juga suami Maya? Suami Maya itu Dion Perkasa pemilik Central Group." jelas Irel gemas
" Yang benar kamu Ren? Dion yang super duper ganteng itu yang mempunyai kekayaan hingga tujuh keturunan bahkan lebih enggak bakal habis-habis." Celoteh Fika dengan semangatnya
" Benar " jawab Iren singkat
__ADS_1
" Waaahh.... Maya kamu beruntung sekali sih bisa menikahi milyader seperti Dion Perkasa, aku saja hanya bisa bermimpi untuk menikahinya." keluh Fika
" Makanya jadi perempuan itu harus selalu terlihat cantik, seksi dan menawan agar kita mudah untuk menaklukan lelaki manapun yang kita suka, selain itu kita juga harus smart karena percuma kalau kita cantik tapi bodoh, yang ada bukannya kita bisa memanfaatkan mereka tapi justru merekalah yang memanfaatkan kita dan kebiasaan lelaki itu habis manis sepah di buang." jelas Maya panjang lebar sambil sesekali menenggak minuman beralkoholnya.
" Hai sayang " ucap Darwin yang tiba-tiba muncul dari arah belakang sambil mencium pipi kanan Maya dengan hangatnya. Fika yang melihat adegan di depan matanya hanya bisa bengong keheranan.
" Dia siapa Maya " tanya Fika sambil menunjuk ke arah Darwin
" Namanya Darwin dia ini mantan pacarku dulu waktu kuliah" jelas Maya
" Tapi kok mesra sekali, seperti sepasang kekasih" celetuk Fika yang masih terlihat penasaran
" Sudahlah Fik, itu urusan mereka kita kesini kan mau bersenang-senang bukan untuk ikut campur urusan mereka." bisik Iren
" Ya Oke" jawab Fika singkat.
" Bagaimana dengan nasib kita kalau apa yang di katakan nyonya Maya soal pengalihan kekayaan benar adanya?" kata salah satu pelayan yang merasa cemas dengan nasibnya
" Kalaupun itu benar aku yakin kalau tuan Dion tidak akan pernah membiarkan apa yang menjadi jerih payahnya selama ini di kuasai orang lain dengan mudahnya." ujar pelayan yang lain dengan optimisnya
" Iya mudah-mudahan tuan Dion segera datang dan menghentikan kegilaan yang di ciptakan istri keduanya itu, aku tidak habis pikir kenapa tuan muda dulu bisa menikahi perempuan berhati busuk seperti nyonya Maya." celetuk salah satu pelayan
" Huuuusstt!!!! jangan keras-keras nanti kalau ada yang mendengar terus lapor kepada nyonya Maya bisa habis kita" ucap pelayan lainnya yang mencoba mengingatkan
" Sudah jangan suka bergosip sebaiknya kita melanjutkan pekerjaan daripada nanti kena omel nyonya muda" ujar pelayan yang lebih tua di antara mereka
Para pelayan itupun berniat melanjutkan pekerjaannya, Tapi ketika mereka hendak masuk ke dalam dapur tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kemunculan sesosok lelaki yang selama ini mereka hormati yaitu tuan muda mereka Dion Perkasa.
__ADS_1
" Lihat itu tuan muda" tunjuk salah satu pelayan
Dion yang baru saja turun dari mobilnya berjalan dengan penuh kharisma melewati beberapa orang yang menatapnya kagum. Dion tidak memperdulikan mereka sama sekali yang dia tuju hanyalah satu yaitu Maya. Setelah masuk di dalam rumah Maya yang di beri tahu temannya kalau suaminya pulang segera menemui Dion di ruang tamu dengan kondisi sedikit mabuk.
" Sayang kamu sudah pulang ya, sini kita party bareng" kata Maya sambil berjalan menghampiri Dion
Dion yang melihat Maya mendekatinya langsung menarik tangan wanita itu lalu mendudukannya dengan paksa di sofa.
" Katakan dimana Raya? " tanya Dion tanpa basa basi lagi
" Ooohh.. si Raya perempuan kampung itu sudah aku buang di tempat yang jauh dari jangkauan manusia" jawab Maya sambil tersenyum
" Katakan dimana dia? jangan main-main sama aku Maya!" bentak Dion dengan suara yang menggelegar hingga semua orang berpusat padanya
Maya yang di bentak malah tertawa seakan-akan dia sedang mengejek Dion dan menunjukkan bahwa dirinya sudah tidak lagi takut terhadap suaminya itu, Dion yang melihat tingkah laku Maya langsung geram.
" Berani sekali kamu Maya meremehkanku, apa kamu sudah bosan hidup haah?" bentak Dion lagi
" Sayang kamu jangan marah-marah gitu dong enggak bagus lo buat kesehatan, lagian ngapain sih kamu nyariin perempuan kampung itu, toh dia kan sudah mengkhianatimu." ucap Maya dengan nada merayunya
" Kamu benar-benar membuat kesabaranku hilang, sekarang masuk kamar tunggu aku disana! biar aku atasi orang-orang ini." perintah Dion
" Aku enggak mau lagi menuruti semua perintahmu, karena sekarang aku yang berkuasa bukan kamu" kata Maya sambil menunjuk ke arah Dion
" Maksudmu" tanya Dion dengan muka datarnya
" Perlu kamu ketahui bahwa semua aset yang kamu miliki sudah berbalik nama menjadi namaku dengan demikian kamu sekarang secara resmi sudah menjadi gembel." ucap Maya sambil tertawa menghina yang di ikuti oleh teman-temannya
__ADS_1
Seluruh ruangan menghina Dion dengan sindiran dan hujatan yang begitu tidak enak di dengar oleh telinga, Dion yang mendapat hinaan itu hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangannya.