
Selama berada di kota Padang, akhirnya Raya menyadari bahwa suaminya selama ini telah menanggung banyak penderitaan, kesalahpahaman yang tercipta di antara hubungan mereka bisa terjadi akibat kurangnya keterbukaan. Seandainya saja waktu bisa di tarik mundur maka Raya ingin sekali menyelesaikan permasalahan yang ada dengan menggunakan hati bukan hanya ego semata, karena di dalam hubungan yang di perlukan adalah keterbukaan dan rasa saling mengerti satu dengan yang lain.
Di dalam pesawat Raya banyak merenung, dia menduga-duga alasan yang membuat suaminya pergi meninggalkannya.
Dengan mengetahui masa lalu kita berdua dan juga fakta tentang dirinya yang tidak mandul, apakah ini semua menjadi alasan kepergian nya? Dia merasa bersalah atau dia merasa tidak sanggup menanggung rasa berdosanya kepadaku sehingga dia pergi? mas aku tidak tahu pasti alasan kepergian mu hanya saja selama aku masih bisa bernapas maka selama itu pula aku akan menunggu kepulanganmu bersama anak kita baby Athala disini.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan, menguras tenaga dan juga air mata akhirnya mereka sampai kembali di apartemen milik Sophia. Setelah memasukkan kata sandi, Asep masuk duluan ke dalam rumah di susul dengan Raya, Rian dan juga Ruben yang membantu Raya membawakan kopernya.
" Teh, kok baby Athala sama kak Sophia tidak ada di rumah?" seru Asep tiba-tiba
" Mungkin mereka lagi jalan-jalan, coba kamu hubungi Sophia! " perintah Raya
Asep segera melakukan perintah dari Raya, di telepon nya Sophia untuk menanyakan keberadaannya tapi alangkah terkejutnya Asep tatkala Sophia memberitahukan bahwa dirinya kini berada di rumah sakit.
" Memangnya kak Sophia sakit apa?" tanya Asep dengan nada suara yang tinggi, dan itu membuat Raya yang duduk tidak jauh darinya menelepon tidak sengaja mendengarnya.
" Sophia sakit apa Sep? " tanya Raya cemas
" Maaf teh ternyata yang sakit bukan kak Sophia melainkan baby Athala, katanya dia demam tinggi hingga step" jelas Asep dengan penuh kehati-hatian agar Raya tidak syok ketika mendengarkannya.
" Apa???baby Athala step? aku harus kesana sekarang juga, Ruben tolong kamu antar aku ke rumah sakit" ajak Raya dengan paniknya.
" Baik Nyonya " jawab Ruben singkat
" Tunggu dulu Raya!" cegah Rian
" Sebaiknya kamu tenang dulu, jangan panik seperti ini" sambil memegang lengan Raya
__ADS_1
" Bagaimana aku tidak panik kalau Athala di rawat di rumah sakit, sudahlah sebaiknya kamu dan Asep istirahat di rumah saja biar aku yang menemui Athala dengan Ruben saja" ucap Raya sambil melepaskan tangan Rian
" Baiklah jika itu kemauanmu, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik" kata Rian pasrah
" Terima kasih pengertiannya"
" Teh, aku mau ikut " pinta Asep
" Enggak Sep, kamu disini saja sama Rian! lagipula di rumah sakit tidak boleh banyak orang yang menjenguk, untuk kali ini aku mohon kamu nurut ya sama teteh" ujar Raya
Merasa tidak enak hati Asep pun memilih untuk menuruti apa yang di katakan oleh Raya yaitu tetap tinggal di rumah bersama Rian.
Dirasa sudah selesai perbincangan mereka, akhirnya Raya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dengan Ruben.
Selama perjalanan menuju rumah sakit Raya terus mengkhawatirkan buah hatinya, dia merasa sangat menyesal telah meninggalkannya.
Mobil yang Raya kendarai akhirnya berhenti di sebuah rumah sakit umum yang letaknya tidak terlalu jauh dari apartemen yang mereka tinggali saat ini.
" Kita sudah sampai mari saya bantu Nyonya untuk turun" ucap Ruben setelah membukakan pintu untuk Raya
" Terima kasih" sambil mengulurkan tangannya
Dengan penuh kehati-hatian Ruben membantu Raya untuk berjalan memasuki rumah sakit.
" Nyonya duduk disini terlebih dahulu biar saya tanyakan kamar rawatnya nona Athala" Ruben membantu Raya untuk duduk di kursi tunggu tamu.
Ketika Raya sedang menunggu Ruben tiba-tiba ada perempuan yang mendekatinya.
__ADS_1
" Kenapa kamu berada disini?" ucap wanita itu
Mendengar suara yang tidak asing baginya Raya pun dengan penuh kepercayaan diri menjawab " Sophia" belum sempat Raya melanjutkan ucapannya wanita itu langsung menarik tangan Raya agar dirinya mengikuti setiap langkahnya. Setibanya di suatu tempat yang Raya rasa cukup sepi dia pun tak kuasa untuk bertanya.
" Kamu bawa aku kemana Sophia? aku mau bertemu baby Athala" ucap Raya sedikit lantang
" Untuk apa kamu menanyakan Athala jika kamu hanya bisa mementingkan urusan pribadimu daripada dirinya?perlu kamu ketahui, ketika kamu pergi meninggalkannya dia rewel dan terus menangis semalaman sambil memanggil ibu, ibu, dan ibu. Aku tidak habis pikir betapa teganya kamu meninggalkan darah dagingmu sendiri Raya! dan kamu tahu setelah itu? Dia mengalami demam tinggi dan akhirnya kejang-kejang di sepertiga malam, coba kamu bayangkan! aku yang tidak pernah merawat seorang bayi tiba-tiba melihat Athala yang kejang betapa paniknya aku pada saat itu Raya? sambil menahan tangis aku terus berusaha menelepon kalian tapi tidak ada satupun diantara kalian yang mau menjawab panggilan telepon ku, kalian memang benar-benar egois. Terlebih kamu Raya" teriak Sophia sambil menunjuk Raya
Raya hanya bisa terpatung dengan keringat dingin yang membasahi punggung serta pelipisnya, hatinya remuk mendengar semua keluh kesah dari sahabatnya, ingin rasanya dia melontarkan kalimat maaf tapi bibirnya tak mampu bergeming sedikitpun. Dia merasa sangat menyesal dengan semua perbuatannya.
" Kenapa Raya kamu tidak bicara sedikitpun? apa kamu sekarang merasa sangat menyesal karena telah meninggalkan Athala dan kamu disana tidak mendapatkan petunjuk akan kepergian Dion? aku rasa jika kamu mendapatkan petunjuk dimana Dion berada mungkin kamu langsung menyusulnya tanpa memikirkan Athala lagi, iya kan?" sindir Sophia
" Cukup Sophia! aku tahu kalau aku salah karena telah meninggalkan baby Athala begitu saja, tapi aku mohon kamu jangan berbicara sembarangan dan jangan memancing emosiku" Raya berbicara cukup lantang hingga suaranya mampu terdengar hingga keluar ruangan.
Tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar lalu masuklah Ruben mendekati Raya.
" Nyonya anda tidak apa-apa?" tanya Ruben memastikan
" Aku tidak apa-apa Ruben, kenapa kamu bisa kemari? dan sekarang kita berada dimana?" tanya Raya balik
" Saya dari tadi mencari Nyonya ke setiap ruangan tapi anda tidak saya temukan sampai akhirnya saya mendengar teriakan Nyonya disini, sekarang kita berada di tangga darurat, sebenarnya apa yang terjadi kenapa harus mengobrol di tempat seperti ini?" Ruben merasa penasaran
" Aku sengaja membawa Raya kesini agar aku bisa meluapkan segala kekesalan yang sudah aku pendam beberapa hari" jawab Sophia ketus
" Kenapa kamu harus kesal dengan Nyonya saya? memangnya salah apa dia?" tanya Ruben lagi
Pertanyaan Ruben membuat Sophia semakin kesal, " Kamu tidak perlu tahu" jawab Sophia singkat
__ADS_1
" Raya katanya kamu mau menemui Athala? ayo kita pergi sekarang!" ajak Sophia sambil menggandeng tangan Raya. Sophia sengaja mengajak Raya pergi dari tempat itu karena dia tidak mau mati kesal akibat dari pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan oleh Ruben