
Mendengar jawaban dari wanita yang berada di depannya membuat Darwin sedikit syok, bagaimana tidak wanita itu telah bersuami tapi dia ingin mempunyai anak darinya.
" Apa kamu benar-benar ingin melakukannya? " tanya Darwin memastikan
" Iya aku benar-benar ingin melakukan nya, kenapa kamu tidak bisa membantu? kalau kamu tidak mau membantu oke tidak masalah, aku akan mencari laki-laki lain untuk mengahamiliku." menjawab dengan santainya.
" Kamu sudah gila ya? kalau kamu melakukan nya dengan sembarang orang bisa saja kamu tertular penyakit kelamin karena belum tentu orang yang kamu ajak itu dia bersih, oke kalau kamu benar- benar ingin melakukannya aku akan membantu tapi aku sarankan kamu jangan menyesalinya. " jelas Darwin
" tenang saja " Sambil tersenyum
Darwin yang melihat Maya tersenyum nakal di depannya sudah tidak kuasa lagi menahan hasratnya, tanpa pikir panjang lagi Darwin segera meraih dagu Maya dan ******* habis bibir wanita itu dengan ganasnya, sambil terus mencium bibirnya tangan Darwin berusaha untuk membuka pakaian Maya agar dia bisa segera memakannya, setelah puas dengan bibir Darwin pun melanjutkan penjelajahannya menuju gunung kembar yang nampak empuk dan kenyal itu, di sana Darwin bermain menggunakan tangan dan bibirnya tentu saja itu membuat sang pemilik merasakan sensasi sengatan listrik yang luar biasa, benar-benar membuat Maya menjadi lemas di buatnya tidak cukup di situ penjelajahan Darwin berlanjut menuju hutan belantara di sanalah tempat dimana surga dunia berada, tanpa memikirkan hal lain apalagi mikirin hutang, Darwin pun langsung menjelajahi hutan itu dengan perasaan yang sangat bahagia karena dia bisa mencicipi kue apem milik Maya, wanita yang dulu bahkan sekarang masih dia cintai.
Setelah mereka puas melakukan pertarungan, Maya pun pamit untuk segera pulang ke rumah suaminya.
" Kenapa buru-buru sekali, aku masih belum puas bermesraan denganmu. " ucap Darwin
" Tenang saja aku akan sering datang kesini sampai aku benar-benar hamil. " jelas Maya
" Benarkah, dengan demikian maka kita akan sering melakukan hubungan suami istri dong? " tanya Darwin dengan antusiasnya seperti hal nya anak kecil yang nampak bahagia apabila setiap hari di beri coklat.
" Oke kalau begitu kamu boleh pergi dari sini asalkan beri aku ciuman perpisahan ya " pinta Darwin
__ADS_1
Maya pun mengabulkan permintaan Darwin setelah itu dia pergi meninggalkan rumah Darwin dengan perasaan yang sulit untuk di terjemahkan karena dia merasakan kembali belaian seorang pria yang dia tidak bisa dapat kan dari suaminya.
Perasaan macam apa ini, kenapa aku benar-benar menikmati setiap detik kebersamaan ku dengan Darwin, enggak aku harus membuang perasaan ini jauh-jauh aku tidak boleh memiliki perasaan khusus terhadap laki-laki itu karena dia hanya sebagai alat agar aku bisa mewujudkan mimpiku untuk menjadi nyonya seutuhnya dari suami kaya raya.
Di sepanjang perjalanan Maya memikirkan cara agar bisa menyingkirkan Raya, tiba-tiba dia teringat akan sosok Sophia sahabat Raya, jika dia ingin menyingkirkan Raya maka dia harus menyingkirkan Sophia terlebih dahulu agar tidak ada lagi yang bisa membantu Raya ketika dirinya hendak melancarkan aksinya. segera dia menelepon seseorang dan memerintahkan untuk melenyapkan Sophia untuk selamanya.
Di sisi lain Sophia yang baru keluar dari kampusnya berjalan menuju minimarket di seberang jalan, ketika Sophia berada di tengah jalan tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang menuju ke arahnya, Sophia yang melihat itu hanya bisa mematung dan berteriak sekencang nya, tapi tanpa di duga tiba-tiba tubuhnya di tarik oleh seseorang ke pinggir jalan hingga keduanya terjatuh secara bersamaan.
" Kamu tidak apa-apa kan? " tanya laki-laki itu memastikan
" Iya aku tidak apa-apa, terima kasih sudah menyelamatkan ku. " sambil berusaha untuk bangun
" Sama-sama, sini biar aku bantu kamu berdiri. "
Dengan sigap lelaki itu meraih tubuh Sophia dan membantunya berjalan menuju minimarket yang letaknya tidak jauh dari mereka.
" Kamu duduk di sini dulu ya, aku mau membeli obat buat lukamu itu. " sambil membantu Sophia duduk di kursi depan minimarket
" oke " jawab Sophia singkat
Sophia memandangi punggung lelaki itu terus sampai lelaki itu masuk ke dalam minimarket.
__ADS_1
Benar-benar lelaki idaman banget, sudah tampan, perhatian, suka menolong lagi, andai saja aku bisa hidup bersamanya selamanya, iiihhh aku mikirin apaan sih, siapa tahu dia sudah punya pacar atau bahkan sudah beristri, karena enggak mungkin cowok keren kayak gitu tidak punya gandengan rasanya mubadzir. batin Sophia
Tidak lama kemudian lelaki itu datang dengan membawa beberapa obat untuk mengobati luka Sophia.
" Sini aku bantu mengobati lukamu itu " kata lelaki itu
" Memangnya enggak papa ya aku merepotkan kamu? Oh iya kita belum kenalan, namaku Sophia kamu siapa? "
" Aku Rian, kamu jangan merasa sungkan justru aku merasa senang bisa membantu mengobati luka yang ada di tangan dan kaki kamu."
Dengan hati-hati Rian mengolesi obat dan memberi plester ke luka Sophia, bahkan tanpa malu dia juga memijit pergelangan kaki Sophia yang terkilir, melihat semua yang di lakukan Rian membuat hati wanita itu berbunga-bunga, dia belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya. Setelah selesai mengobati Sophia, Rian pun berpamitan karena masih ada urusan, sebenarnya Sophia belum ikhlas melepaskannya tapi mau bagaimana lagi mereka tidak mempunyai hubungan apapun, sehingga tidak ada alasan bagi Sophia untuk menghalangi lelaki itu untuk pergi, sebelum mereka berpisah Sophia sempat meminta nomer ponsel Rian, dia berharap setelah ini hubungan mereka semakin dekat.
Di rumah Dion, Maya yang baru pulang dan mendapat telepon dari anak buahnya yang mengabari kalau rencana mereka gagal membuat Maya marah besar sampai-sampai dia tidak henti-hentinya mengumpat pada anak buahnya itu dengan kata-kata kasarnya. Setelah itu Maya segera menghubungi ibunya.
" Mah, hari ini aku benar-benar kesal sekali karena semua rencanaku gagal, aku bingung mesti berbuat apa untuk melenyapkan dua wanita sialan itu. " sambil berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.
"Tenang saja mama akan selalu mendukung dan membantu kamu mewujudkan mimpimu itu" kata seseorang di seberang sana
" Biar gampang buat mengerjai Raya bagaimana kalau mama tinggal bersama aku saja disini nanti aku minta izin ke Dion. " kata Raya
" Terserah kamu saja kalau Dion mengizinkan, mama segera datang ke rumahmu. " jawab mama Maya dengan antusias
__ADS_1
Mendengar jawaban dari mama nya membuat Maya merasa senang karena sebentar lagi perjuangannya untuk menjadi nyonya besar akan segera terwujud mengingat dia mendapat dukungan penuh dari mamanya, bahkan perjuangan nya kini tidak lagi sendiri, akan ada seseorang yang membantunya.