
Malam itu mereka habiskan untuk mengobrol segala sesuatu yang mereka gemari mulai dari hobi hingga keinginan di masa depan, bahkan Ruben yang sedari awal nampak kaku seperti kanebo kering kini nampak lebih nyaman bercanda ria dengan Raya sang majikannya.
Malam itu merupakan malam dimana hubungan antara majikan dengan anak buah berubah menjadi hubungan pertemanan yang akrab atau anak jaman sekarang menamakannya sebagai BESTIE, karena semenjak malam itu mereka berdua sering menghabiskan waktu bersama-sama, hal itu sontak saja membuat Rian dan juga Asep menjadi sangat kesal. Mereka tidak habis pikir jika Ruben kaki tangannya Dion yang terkenal dingin dan juga monoton bisa dengan mudahnya membuat Raya menjadi ketergantungan padanya dalam waktu hanya enam bulan saja. Tidak jarang jika mereka berdua sering membuat masalah agar Ruben mau menjauhi Raya tapi usaha mereka sia-sia karena semakin hari Ruben dan juga Raya nampak semakin akrab. Hal itu berbanding terbalik dengan Sophia yang nampak senang jika Raya semakin akrab dengan Ruben, karena dengan demikian keinginannya untuk memisahkan Raya dengan Dion akan segera terwujud.
" Raya kamu mau kemana? pagi-pagi seperti ini sudah rapi dan cantik saja" goda Sophia
" Seperti biasa setiap hari Kamis jadwalku untuk menjenguk Maya di dalam penjara tapi sebelumnya aku mau mengajak Ruben sarapan bubur ayam dulu" jelas Raya sambil dirinya meraba-raba meja untuk mengambil ponselnya.
" Oh bubur ayam langganan kita itu? oke deh kalau begitu have fun ya!" ucap Sophia sambil sumringah
" Apa sih kamu ini, sarapan bubur aja kayak yang lagi mau ngedate, oh ya seperti biasa aku titip Athala dulu" sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas.
" Tenang saja, sudah sana pergi! kasihan Ruben sudah menunggu kamu dari semenjak kamu mandi tadi" ujar Sophia sambil memapah Raya menemui Ruben di ruang tamu.
Dengan sigap Ruben segera menggandeng Raya dan membawanya turun ke basement tempat dirinya memarkirkan mobilnya.
" Maaf Nyonya, itu safety beltnya tolong di pakai dulu" ucap Ruben setelah berada di dalam mobil
Raya berusaha memasang safety beltnya tapi dia merasa sedikit kesusahan, Ruben yang mengetahui hal itu segera meminta izin untuk membantunya.
" Maaf Nyonya boleh saya bantu?" tanya Ruben antusias
Raya hanya bisa mengangguk sambil menahan tawa karena geli dengan tingkah Ruben yang masih terlalu sopan terhadap dirinya.
Ruben mendekat ke arah Raya sedikit demi sedikit tubuh keduanya nampak begitu dekat hanya berjarak beberapa senti saja.
Napas Ruben yang hangat terasa sampai ke kulitku, bahkan detak jantungnya pun terdengar kencang di telingaku, apa jangan-jangan dia sedang nervous berdekatan denganku? imut banget nih bocah. Raya tersenyum tipis
__ADS_1
" Sudah selesai Nyonya, sekarang kita bisa jalan" ujar Ruben
" Nanti kita mampir dulu ke tempat bubur ayam, aku mau belikan buat Maya sekalian kita sarapan dulu disana." kata Raya mengingatkan
" Baik Nyonya" balas Ruben singkat
Usai mengiyakan keinginan majikannya, Ruben pun melajukan mobilnya menuju rumah makan yang di maksud Raya. Setibanya disana Raya meminta Ruben segera membawanya masuk dengan dalih dirinya sudah sangat kelaparan.
Di dalam rumah makan itu Ruben melihat beberapa karyawan yang bekerja di perusahaan milik Dion sedang sarapan.
Bagaimana ini kalau aku melewati mereka yang ada aku dan Nyonya akan jadi bahan gosip karena aku berani berpegangan tangan dengan Nyonya bos.
" Ruben kenapa diam saja? ayo jalan!" perintah Raya tidak sabaran
" Maaf Nyonya, di depan ada beberapa karyawan dari perusahaan Tuan Muda , saya takut mereka akan salah paham jika kita melewati mereka" jelas Ruben
" Nyonya saya antar dulu ke mobil, nanti saya akan beli buburnya dengan di bungkus" ujar Ruben
" Aku enggak mau di bungkus, kamu beli bubur sekalian sama mangkoknya saja biar aku bisa langsung memakannya di dalam mobil" perintah Raya
" Baiklah kalau begitu Nyonya " Ruben membawa Raya kembali ke mobil sedangkan dirinya berlari membeli bubur pesanannya Raya, dengan penuh kehati-hatian Ruben membawa mangkok yang berisi bubur ke dalam mobil dan memberikannya kepada Raya. Raya yang memang sudah lapar langsung melahap bubur itu dengan buru-buru hingga membuat bibirnya belepotan, dengan sengaja Raya menyuruh Ruben untuk mengelapinya.
" Ruben tolong dong kamu bersihkan bibirku!" sambil memanyunkan bibirnya
Ruben berusaha untuk tetap profesional dengan pekerjaannya walau dia tahu kalau hatinya sudah tidak bisa lagi untuk di ajak profesional, itu terbukti dari keringat dingin yang keluar dari pelipisnya tatkala dia membersihkan bibir Raya.
Cobaan apa yang Tuhan berikan kepadaku? kalau terus seperti ini hatiku lama-lama tidak akan bisa sehat. Tuan muda tolong pulanglah biar hatiku tidak lagi mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin bisa dia miliki.
__ADS_1
" Terima kasih Ruben, sekarang kita langsung pergi ke tempatnya Maya saja, kamu sudah membeli bubur buat dia kan? " tanya Raya coba memastikan
" Sudah Nyonya " jawab Ruben singkat
Singkat cerita mereka sudah berada di salah satu lembaga Pemasyarakatan yang berada di kota Jakarta. Raya turun dari mobil menggunakan tongkatnya, dia tidak mau di temani oleh Ruben karena dia ingin lebih intim mengobrol dengan Maya. Alangkah terkejutnya Raya ketika sipir disana mengatakan kalau Maya sedang berada di rumah sakit untuk melakukan persalinan.
" Maaf Pak bukannya usia kandungan Maya masih delapan bulan? kenapa dia mau melakukan persalinan?" tanyanya bingung
" Saya tidak tahu soal itu " jawab sipir singkat
" Kalau begitu tolong beri tahu saya dimana Maya melakukan persalinan?" tanya Raya lagi
" Dia melakukan persalinan di rumah sakit kasih bunda" jawab sipir itu
Dengan terburu-buru Raya keluar dari kantor polisi dan berjalan menuju mobil Ruben, saking antusias nya Raya kurang berhati-hati di dalam berjalan hingga dirinya nyaris terjatuh untung saja ada Ruben yang menangkapnya tepat waktu.
" Nyonya tidak apa-apa? " tanya Ruben cemas
" Aku tidak apa-apa terima kasih, oh ya kenapa kamu bisa dengan cepat menangkapku? bukankah kamu berada di dalam mobil? " kata Raya sedikit curiga
" Maaf Nyonya, sebenarnya saya dari tadi menunggu Nyonya di depan kantor karena saya merasa khawatir jika terjadi sesuatu sama Nyonya, begitu Nyonya keluar saya langsung mengikuti dari belakang secara perlahan makanya begitu anda terjatuh saya bisa langsung menangkapnya" jelas Ruben
" Ya ampun Ruben, jadi selama ini kamu selalu menunggu aku di depan kantor polisi? kenapa sebegitu khawatirnya kamu sama aku? apa kamu tidak percaya kalau aku bisa menjaga diri?" lanjutnya
" Maaf Nyonya kalau rasa khawatir saya yang berlebihan membuat Nyonya tidak nyaman, saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap Ruben dengan penyesalannya
" Yasudah tidak apa-apa, aku tahu kamu melakukan ini karena amanat dari suamiku untuk bisa selalu menjagaku aku sangat menghargainya, sekarang kamu antarkan aku ke rumah sakit kasih bunda karena Maya sedang melakukan persalinan disana" perintah Raya
__ADS_1
Segera Ruben membantu Raya memasuki mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit kasih bunda.