Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Terulang kembali


__ADS_3

Lari dan lari hanya itu yang bisa di lakukan oleh Raya saat ini pikirannya kacau dia tidak bisa lagi berpikir kenapa sang suami begitu kekeh ingin dirinya untuk mengulang lagi pemeriksaan, padahal sudah jelas hasilnya bahwa dia sedang mengandung anak dari suaminya, bukankah seharusnya dia senang mendengar berita itu bukannya bertingkah seakan-akan dia ingin melakukan penolakan. Ketika melewati ruang tunggu Asep yang duduk di sana melihat Raya berlari ke luar rumah sakit tanpa adanya Dion segera menyusul.


" Teh Raya tunggu!" teriak Asep


Raya pun berhenti tatkala namanya di panggil.


" Teteh kenapa berlarian seperti itu, memangnya ada masalah apa? terus kak Dion kemana?" tanya Asep


Raya tidak langsung menjawab pertanyaan dari Asep dia mencoba mengatur napasnya yang kembang kempis.


" Teteh lari meninggalkan Dion karena kesal dengan tingkahnya yang enggak jelas, masa dia menyuruh untuk melakukan pemeriksaan ulang padahal sangat jelas kalau hasilnya teteh positif hamil, seharusnya sebagai suami yang baik dia merasa senang bukannya berperilaku seperti itu." Raya menjelaskan dengan mimik kesalnya


" Kenapa bisa seperti itu ya? atau jangan-jangan kak Dion tidak yakin kalau bayi yang teh Raya kandung adalah darah dagingnya?" ucapan yang Asep lontarkan membuat Raya berpikir bahwa mungkin saja apa yang di katakan Asep itu benar.


" Raya kenapa kamu pergi begitu saja meninggalkan aku?" ucap Dion yang baru datang menghampiri Raya


Raya yang masih kesal hanya terdiam sambil berjalan ke belakang punggung Asep.


" Kak sepertinya teh Raya masih kesal lebih baik kita pergi ke tempat yang sekiranya bisa nyaman untuk kalian berdua berbicara dari hati ke hati." Asep mencoba memberi solusi


" Jangan ikut campur urusanku dasar bocah ingusan!" sambil memukul pipi Asep dangan kerasnya sontak hal itu membuat tubuh Asep tumbang. Melihat Dion yang memukul Asep secara tiba-tiba membuat Raya murka, dengan emosi yang meluap di tamparnya pipi suaminya itu.


" Apa yang kamu lakukan? tega sekali kamu memukul Asep yang tidak bersalah apa-apa." teriak Raya


" Kenapa kamu jadi membela laki-laki ini? bahkan kamu berani menamparku, atau jangan-jangan kecurigaan ku benar." dengan senyuman yang menyindir


" Apa maksud kamu mas? " dengan tatapan tajam

__ADS_1


" Aku berpikir kalau bayi yang kamu kandung itu buah hasil dari hubungan gelap kalian" kata Dion tanpa berpikir panjang


Mendengar tuduhan yang di layangkan suaminya, Raya langsung tersentak darahnya seakan-akan naik ke atas ubun-ubun tapi secara perlahan dia mencoba menenangkan diri dengan cara mengatur pernapasan, setelah itu bukannya dia mencoba mengelak atau membela diri justru dengan acuhnya Raya mencoba membantu Asep berdiri.


" Sep ayo kita pergi dari sini!" ajak Raya


" Loh teh bukannya urusan kalian belum kelar?" tanya Asep bingung


" Sudahlah tidak usah bahas ini dulu aku hanya ingin menenangkan diri" jawab Raya seperti orang yang sedang menahan emosi.


Dion yang merasa di acuhkan oleh Raya segera menarik tangannya.


" Mau kemana kamu? urusan kita belum selesai" bentak Dion


" Aku malas jika terus berhadapan dengan orang yang tidak waras seperti kamu, perlu kamu ketahui selama ini aku sudah cukup sabar menghadapi semua tingkahmu yang amat sangat menyebalkan itu" Raya berkata dengan penuh penekanan


Dengan mengumpulkan sisa-sisa tenaga nya, Raya mencoba menguatkan hatinya untuk mengatakan kebenaran.


" Dion selama ini kamu sudah tertipu dengan membaca buku diary yang selalu aku letakkan di atas meja rias, sebenarnya diary itu aku tulis berdasarkan pola pikirmu bukan asli perjalan kehidupan ku, diary yang benar-benar asli cerita kehidupan ku aku sembunyikan di bawah lemari baju kita. Sengaja aku menyembunyikan nya karena aku ingin menjaga kewarasan mu, tapi ternyata usahaku sia-sia sampai kapanpun kamu akan selalu menjadi sosok Dion yang egois dan selalu mempercayai apa yang ada di dalam otakmu, jadi lebih baik untuk sementara waktu kita pisah dulu agar kita bisa introspeksi diri." Raya pun melepaskan cincin pernikahan yang selama ini melingkar di jari manisnya


" Mas aku titip cincin ini kepadamu, jika kamu rasa hubungan ini sudah tidak layak untuk di pertahankan lebih baik kamu buang cincin itu dan silahkan kamu menggugat cerai aku." imbuh Raya lalu dengan santainya dia membelakangi Dion dan berjalan pergi.


Dion yang panik akan kepergian istrinya mencoba meraih tangannya kembali tapi sayang sang istri tidak membiarkan jika tangannya di sentuh oleh Dion.


" Rayaaa... jangan tinggalkan aku, aku mohon kepadamu maafkan aku" teriak Dion dengan nada putus asa.


Raya yang sudah terlanjur sakit hati karena tuduhan yang di layangkan suaminya sendiri berpura-pura tidak mendengar panggilannya.

__ADS_1


" Teh jangan pergi dalam kondisi hubungan kalian yang kusut seperti ini, sebaiknya teteh jelaskan kepada kak Dion apa yang terjadi biar dia tidak lagi berprasangka buruk terhadap teh Raya." Asep mencoba memberi masukan tapi Raya tetap melangkahkan kakinya


" Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi dengannya." jawab Raya singkat


Mendengar jawaban itu Asep hanya bisa terdiam dan mengikuti setiap langkah perempuan yang ada di depan nya. Dia sempat menengok ke belakang untuk melihat kondisi Dion, Asep melihat Dion yang mematung sembari terus melihat ke arah istrinya membuatnya merasa iba.


Kasihan kak Dion sepertinya dia sangat terpukul dengan kepergian istrinya, tapi aku juga tidak bisa memaksakan teh Raya untuk memaafkan suaminya yang sangat keterlaluan dalam menuduh, yasudahlah mungkin ini jalan terbaik buat mereka berdua.


Asep pun melanjutkan perjalanannya mengikuti Raya. Di depan rumah sakit tiba-tiba ada mobil sedan berwarna putih berhenti tepat di depan mereka.


" Raya kenapa kamu ada di luar sini? bukannya kamu sedang sakit" ucap Sophia yang baru keluar dari mobil sambil menggendong baby Athala


Melihat sahabat dan anaknya ada di depan matanya membuat Raya langsung memeluk keduanya sambil sesenggukan.


" Sebenarnya ada apa ini? " tanya Rian yang baru datang


" Teh Raya dan kak Dion berselisih mengenai bayi yang sedang teh Raya kandung." Asep memberanikan diri untuk menjawabnya karena melihat Raya yang hanya bisa menangis di pelukan Sophia


" Apa kamu bilang mengandung? jadi Raya hamil lagi? " tanya Rian dengan muka bingungnya


" Siapa yang hamil? Raya? kamu hamil lagi Raya? " tanya Sophia yang tak kalah hebohnya mendengar sahabatnya hamil lagi.


Raya mengusap air matanya kemudian dia mencoba mengatur emosinya agar lebih stabil.


" Iya benar aku hamil dua minggu, dan Dion tidak mau mengakuinya bahkan dia menuduhku telah berselingkuh dengan Asep." jelas Raya dengan nada suara yang lemah.


Mendengar penjelasan dari Raya membuat Rian tersulut amarah, tanpa bicara lagi segera dia masuk ke halaman rumah sakit untuk menemui Dion, Raya yang menyadari jika Rian pergi menemui Dion segera menyuruh Asep untuk menghalanginya.

__ADS_1


__ADS_2