Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan
Kekhawatiran Raya part. 2


__ADS_3

Raya merasa kecewa kepada suaminya karena tidak bisa tegas bila bersangkutan soal Maya, dia berpikir mungkin suaminya mencoba pura-pura tidak tahu akan apa yang di lakukan istri keduanya itu, dia tidak mengambil pusing karena saat ini Maya sedang mengandung anak darinya oleh sebab itu dia mencoba menutup mata apapun yang Maya lakukan. Kalaupun itu alasannya tetap saja tidak bisa di benarkan karena Raya sangat takut jika kali ini rencana Maya bisa benar-benar menghancurkan rumah tangganya.


" Sayang kenapa diam saja? apa kamu masih berpikir bahwa Maya bisa melakukan segalanya?" tanya Dion


" Jika mas Dion sudah memutuskan untuk tidak menanggapi hal itu aku tidak bisa berbuat apa-apa lagian aku percaya kalau kali ini mas akan benar-benar menjaga keluarga kecil kita tetap utuh."


" Terima kasih atas pengertiannya sayang, oh ya dari tadi aku tidak melihat Maya, dimana dia sekarang?"


" Tadi terakhir aku lihat dia masuk ke dalam kamarnya enggak tahu kalau sekarang apa dia masih di dalam kamar atau sudah pergi." Sambil mengangkat bahunya


" Sebentar sayang aku mau mengecek ke dalam kamarnya" selesai pamit Dion beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar Maya.


Sesampainya di depan kamar Maya, Dion mengetuk pintu sambil terus berteriak memanggil nama Maya sampai berulang kali tapi tetap saja tidak ada yang membuka pintunya.


" Maaf tuan nyonya Maya tidak ada di kamarnya tadi saya melihat nyonya keluar menaiki mobil sendirian." tutur salah satu pelayan yang mendekati Dion


" Kamu tahu dia pergi kemana?" tanya Dion


" Maaf tuan, saya tidak tahu karena nyonya Maya terlihat sangat terburu-buru." jawab pelayan itu.


" Ya sudah kamu boleh pergi "


" Baik tuan, permisi" pelayan itupun pergi meninggalkan Dion dengan Membungkukkan badannya


Di sisi lain Maya yang baru sampai di rumah selingkuhannya segera masuk ke dalamnya, di sana Maya melihat mamanya yang sedang mengepel lantai rumah milik Darwin tidak bisa menerimanya.


" Mah, apa yang mama lakukan? kenapa mama mengepel layaknya seorang pembantu sih?" tanya Maya sedikit kesal


" Kamu kenapa pulang? jangan-jangan kamu di usir lagi sama Dion ya?" tanya mama Maya balik


" Aku enggak kenapa-napa ma, aku kesini justru mau ngasih kabar gembira, tapi sebelumnya mama harus jawab kenapa mama melakukan ini?"


" Inikan kesalahanmu karena enggak bisa membelikan mama rumah, akhirnya mama disini di perbudak sama pacar kamu yang enggak jelas itu." jawab mama Maya dengan sewot nya

__ADS_1


" Mama jangan khawatir karena sebentar lagi kita akan menjadi kaya raya sampai tujuh keturunan" ucap Maya dengan semangat


" Apa maksud kamu? mama tidak mengerti, apa jangan-jangan kamu membunuh Dion ya?" tanya mama Maya memastikan


" ya enggak lah ma, memangnya anak mama ini seorang psikopat, nih lihat apa yang aku bawa" Maya mengeluarkan kertas dan memberikannya kepada mamanya


" Maya apa mama tidak salah lihat? ini kan surat pemindahan harta, dan ini juga beberapa sertifikat rumah dan properti kenapa bisa ada di tangan kamu? memangnya segitu cintanya ya Dion kepada kamu? sehingga memberikan seluruh hartanya" tanya mama Maya yang keheranan.


" Enggak mungkinlah si Dion itu ngasih ini semua ke aku secara cuma-cuma." jawab Maya "Lah terus ini semua kamu dapatkan dari mana?" tanya mama Maya lagi " Aku mencurinya" jawab Maya dengan santainya


" Waaaahhh..... kamu memang benar-benar anak mama yang jenius, sekarang lebih baik kamu segera pulang sebelum Dion menyadari kalau sertifikat nya telah hilang, urusan pengesahannya biar mama yang mengurusnya." ujar


mama Maya kepada anaknya


" Oke kalau begitu, aku pergi dulu " Maya pun berjalan menuju pintu depan ketika dia mau meraih daun pintu tiba-tiba pintu itu terbuka karena ada seseorang yang mendorongnya dari luar.


" Maya kamu ada di sini, pasti kamu kangen sama aku ya? ayo kita masuk!" ajak Darwin


" Loh wajar dong kalau mama kamu bantu aku buat membersihkan rumah, lagian mama kamu itu statusnya menumpang tanpa membayar sepeserpun, aku sudah berusaha mencukupi kebutuhan mama kamu masa iya aku juga yang harus membersihkan rumah?" Darwin berusaha menjelaskan


Maya melirik mamanya yang berada tidak jauh darinya tapi yang di lirik malah berbalik badan dan pergi.


Huh mama bikin aku malu aja di hadapan Darwin


" Maaf ya aku kira kamu itu sengaja menjadikan mama aku selayaknya pembantu, mentang-mentang mamaku hanya menumpang di rumah kamu."


" Iya gapapa aku enggak mempermasalahkannya, yang penting kamu bisa puaskan aku." Darwin mendekati Maya dan membelai pipinya


" Sorry kali ini aku enggak bisa karena aku harus pulang sebelum suamiku bangun." tolak Maya


" Halah kamu cuma alasan saja, buat apa kamu masih menjalin hubungan dengan lelaki yang tidak bisa mencintaimu, lebih baik kamu segera minta cerai lalu kita menikah, aku janji akan berusaha membahagiakanmu walau harus hidup sederhana." bujuk Darwin


" Maaf Darwin kebahagiaan ku terletak di banyaknya sebuah harta bukan cinta, karena cinta bisa datang kalau kita punya harta, yasudah aku harus pergi dulu, bye" Maya mencium pipi Darwin lalu berjalan menuju mobilnya.

__ADS_1


Dengan cepat Maya melajukan mobilnya menuju rumahnya dia takut jika suaminya sudah terbangun dan mencari dirinya, maka alasan apa yang harus dia berikan. Sesampainya di rumah dengan langkah pelan Maya berjalan menuju kamarnya belum juga dia membuka pintu kamar sang suami sudah memanggilnya.


Dengan sedikit was-was Maya berjalan menuju suaminya.


" Darimana saja kamu? sore gini baru pulang?" tanya Dion dengan nada rendah


Tumben Dion bertanya dengan nada yang lembut tidak marah-marah. Kayaknya aku bisa keluar dari situasi ini dengan sedikit manja biar dia tidak mengintimidasi terlalu dalam.


" Eh sayang kamu sudah bangun, maaf ya kalau aku keluar tidak pamit dulu, soalnya aku tadi lagi ngidam pengen banget makan ketoprak, kamu tahu kan kalau ibu hamil sedang ngidam harus segera di turuti supaya anaknya kalau lahir tidak ngileran kebetulan di daerah kita sini enggak ada yang jualan akhirnya aku menemukannya di daerah yang cukup jauh dari sini sayang" Maya mencoba mencari alasan


" Oh gitu, lain kali kalau butuh apa-apa kamu tinggal suruh saja pelayan kita biar kamu tidak kecapean." tutur Dion


" Baik sayang, terimakasih ya kamu sudah perhatian sama aku." Maya Mendekati Dion dan merangkul lengannya.


" Iya sama-sama sekarang kita ke ruang keluarga, ada Raya di sana yang sudah menunggu kita" ujar Dion lagi


" Loh memangnya ada apa sayang?" tanya Maya cemas


" Ada sesuatu yang harus aku sampaikan kepada kalian berdua." jawab Dion


Waduh jangan-jangan Dion sudah menyadari kalau sertifikat miliknya hilang, apa yang harus aku katakan kalau dia menanyaiku, bagaimana ini???


Di ruang keluarga Raya yang sedang duduk di sofa menatap tajam ke arah tangan Maya yang terus memeluk lengan suaminya, Maya terasa jika kehadirannya sambil memeluk lengan Dion membuat Raya menjadi cemburu, dengan sengaja Maya berlaku manja kepada Dion di hadapan Raya.


" Mas cepat katakan apa yang mau di sampaikan, aku harus segera memandikan baby Atala." ucap Raya ketus


Dion yang memahami perubahan emosi istri pertamanya segera mengumumkan bahwa dirinya akan pergi ke Padang untuk beberapa hari ke depan, Raya yang mendengar berita itu tidak bisa terima begitu saja karena dia mempunyai firasat jelek kedepannya tapi Maya yang merasa lega bahkan senang karena Dion tidak membahas soal sertifikat mencoba mencari muka dengan berkata sok bijak.


" Raya seharusnya kita sebagai istri yang baik bisa mendukung penuh apa yang di lakukan suami kita, lagipula suami kita pergi hanya beberapa hari saja masa kamu tidak mengasih izin, jangan egois gitu dong." Maya memojokkan Raya


" Siapa yang egois? aku hanya merasa ada sesuatu yang jelek akan menimpa keluarga kita kalau mas Dion pergi sudah cuma itu saja, tapi terserahlah aku tidak peduli." Raya pergi meninggalkan ruang keluarga dengan perasaan kecewa


Entah kenapa aku merasa gelisah ketika mas Dion mengatakan akan pergi ke Padang, ya Allah lindungilah suami dan juga keluarga kecil kami, Amin.

__ADS_1


__ADS_2