
Kecurigaan Raya terbukti jika suaminya telah membaca buku diary yang asli kisah hidupnya, bukan buku diary yang dia tulis berdasarkan perspektif dari suaminya.
Kalau begini bisa di pastikan kalau mas Dion selepas membaca buku diary itu dia merasa frustasi lalu pergi ke luar negeri untuk menghindari ku karena merasa bersalah, atau mungkin saja sekarang dia sedang dalam kondisi kritis akibat guncangan hebat di otaknya.
" Aku harus segera bertemu dengan mas Dion, aku takut jika sesuatu yang buruk menimpanya" Raya mulai gelisah memikirkan suaminya "Asep tolong kamu hubungi Ruben menggunakan ponselku! suruh dia datang kesini secepatnya!" perintah Raya
" Baik teh" segera Asep mengambil ponsel dari tangan Raya lalu di hubungi nya Ruben agar segera datang ke rumah Dion.
Selesai berbincang dengan Ruben di telepon, Asep memperhatikan wanita yang ada di depannya yang nampak murung.
" Teh ada apa? teteh baik-baik saja kan?" tanya Asep sambil mengembalikan ponsel milik Raya
" Sep, sepertinya semua ini salahku, kalau saja waktu itu aku tidak keceplosan memberitahu mas Dion tentang buku diary aku yang lain mungkin saat ini mas Dion masih ada disini. Aku sangat takut jika hal buruk menimpa dirinya, bahkan aku sangat khawatir dengan kejiwaannya." ujar Raya sambil meneteskan air mata
Dengan lembut Asep mengusap air mata Raya lalu di peluknya wanita itu "Teteh tenang ya! semua akan baik-baik saja, aku berjanji akan terus menemani teteh dalam melakukan pencarian"
" Terima kasih Sep, hanya kamu yang bisa aku andalkan saat ini" Raya semakin dalam menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Asep.
Asep yang di peluk erat oleh Raya mulai merasakan degupan jantungnya mulai kencang tak terkontrol, takut akan terdengar oleh Raya segera Asep mendorong tubuh wanita itu agar menjauh darinya.
" Ada apa Sep? kamu merasa tidak nyaman ya?" tanya Raya dengan polosnya
" Bubukan begitu teh" jawab Asep dengan gagap
Aku harus cari alasan yang masuk akal agar teh Raya tidak curiga kalau aku menaruh hati padanya.
" Aku hanya takut kalau nanti ada yang melihat kita berpelukan lantas mereka berpikiran buruk, yang ada masalah teteh akan lebih melebar lagi" imbuh Asep
" Iya kamu benar Sep, seharusnya aku yang sudah bersuami lebih bisa menjaga sikap"
" Enggak seperti itu maksud aku teh" Asep merasa bingung menjelaskan
__ADS_1
Raya tersenyum tipis mendengar nada suara Asep seperti orang yang sedang dalam dilema yang besar.
" Aku tahu Sep apa yang kamu maksud, sudah jangan gugup seperti itu"
" Ah teteh nih, bikin Asep jantungan saja, kirain teteh tersinggung Asep gituin" keluh Asep
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang sedang di ketuk
" Sudah-sudah santai saja, sekarang lebih baik kamu buka pintu itu! siapa tahu Ruben yang datang"
" Baik teh" segera Asep melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.
" Selamat siang, apa Nyonya muda ada disini?" tanya Ruben
" Iya teh Raya ada di dalam silahkan masuk! " jawab Asep dengan ramahnya
" Ruben kamu sudah datang? maaf sudah merepotkan " sapa Raya yang masih terduduk di atas tempat tidurnya.
" Sudahlah jangan di bahas lagi, sekarang aku minta kamu menceritakan apa yang terjadi pada mas Dion setelah pulang dari Jawa Barat! aku ingin tahu masalah apa yang dia hadapi hingga memutuskan untuk pergi meninggalkan aku dan Athala tanpa pamit"
" Maaf Nyonya kalau masalah apa yang dihadapi tuan saat ini saya tidak tahu, hanya saja pada malam itu tuan muda pulang dalam kondisi setengah mabuk lalu dia masuk ke dalam ruang wardrobe dan mengobrak-abrik seluruh isi lemari sampai dia menemukan sebuah buku yang membuatnya menangis sejadi-jadinya, saya pada saat itu tidak berani mendekati apalagi bertanya, yang bisa saya lakukan hanya mengamatinya dari kejauhan untuk memastikan kalau tuan tidak melakukan hal-hal yang membahayakan jiwanya" jelas Ruben
" Lalu apa kamu tahu yang di lakukan mas Dion ketika berada di Padang?" tanya Raya penasaran
" Awalnya saya tidak ikut ketika tuan muda menemui temannya, sampai saya menerima kabar kalau tuan muda masuk rumah sakit baru saya segera terbang ke Padang"
" Masuk rumah sakit? bagaimana ceritanya? "
" Saya tidak tahu pasti apa penyebabnya tapi kata teman perempuannya tuan muda mengalami sakit kepala ketika temannya bercerita tentang masa lalu tuan muda dan Nyonya muda"
" Siapa nama perempuan yang di temui mas Dion?" begitu semangatnya membuat Raya beranjak dari tempat tidurnya.
__ADS_1
" Perempuan itu bernama Tiara" ungkap Ruben
Bagaimana mungkin mas Dion bisa menemukan Tiara, padahal setelah kami menikah aku dengar Tiara berhenti kuliah dan tidak di ketahui dia pergi kemana.
" Tolong pertemukan aku dengan Tiara secepatnya! buat janji dengannya kalau bisa besok malam aku ingin menemuinya" ujar Raya
" Teh aku ikut " ucap Asep dengan semangatnya
" Enggak Sep, kamu harus sekolah"
" Asep bisa izin teh, pokoknya aku mau menemani teh Raya kemanapun teteh pergi" lanjut Asep dengan nada manjanya, tingkah Asep kali ini seperti seorang bocah yang sedang merengek minta ikut pergi ke suatu tempat.
" Tetap teteh tidak mengizinkan kamu untuk ikut, ingat Sep kamu sudah berjanji kepada kedua orang tuamu untuk giat belajar dan tidak banyak main selama sekolah di Jakarta "
" Siapa bilang Asep banyak main? Asep hanya ingin menemani teh Raya itu saja, lagipula Asep selama ini tidak pernah sekalipun absen" Asep berusaha meyakinkan Raya agar mengizinkan dirinya untuk ikut
" Asep kamu disini saja biar aku yang menemani Nyonya muda" timpal Ruben
Justru karena ada kamu aku jadi enggak tenang, lagipula aku males pulang ke apartemen kak Sophia, dia pasti akan mencecar banyak pertanyaan mengenai rencananya teh Raya. Apa yang bisa aku lakukan agar bisa ikut teh Raya ke Padang ya? Oh iya kak Rian dia pasti bisa membantu aku.
" Teh aku pamit keluar dulu "
Setelah pamit dan keluar kamar, Asep segera menghubungi Rian dan menceritakan semua rencana yang akan Raya lakukan.
" Oke aku akan segera kesana dan meminta Raya untuk mengizinkan kita berdua ikut dengannya" kata Rian yang berbicara lewat ponselnya
" Terima kasih kak, kalau begitu aku tutup dulu" sambil memutus komunikasinya dengan Rian
Yes, akhirnya aku ada kesempatan untuk selalu berada disisi teh Raya
Asep berjalan melenggang ke kanan dan kiri mengikuti alunan lagu yang dia senandungkan, tanpa dia sadari jika tingkah lakunya telah menjadi tontonan beberapa pelayan yang sedang berada tidak jauh dari dirinya.
__ADS_1