
Maya yang baru sampai di kediamannya merasa bingung dengan suasana rumah yang sepi.
Nih orang pada kemana sih? tadi kan Dion pamit mau pulang kenapa dirumah dia tidak ada?, Raya juga seperti nya tidak ada di rumah, apa mereka sedang keluar ?
pertanyaan demi pertanyaan bergelayut dipikiran Maya, dia menjadi sangat kesal karena merasa di permainkan oleh suaminya, tidak mau larut dalam pikirannya yang negatif segera dia mencari kepastian dengan cara bertanya kepada salah satu pelayan yang berada di rumah itu, pelayan itupun memberi tahu kan bahwa tuan mudanya sedang di rawat di rumah sakit dan di temani oleh istri pertamanya. Mendengar penjelasan dari pelayannya Maya merasa bahagia di dalam hati, karena dia mempunyai rencana jahat yang akan bisa dia lakukan tatkala sang penghuni rumah tidak ada di tempat.
Bagus sekali dengan begitu aku mempunyai kesempatan untuk mengambil beberapa surat penting untuk aku balik nama. batin Maya sambil tersenyum menyeringai
Dengan segera dia berjalan ke ruang kerja milik Dion, disana Maya membuka lemari satu persatu tapi tak jua dia temukan sesuatu yang berharga untuk dia ambil sampai pada akhirnya dia melihat sebuah brankas yang terletak di sudut ruangan, dengan senyum sumringahnya Maya menghampiri brankas tersebut.
" Aku yakin sekali kalau surat-surat penting itu ada di dalam brankas ini, tapi nomer sandinya apa ya?" sejenak Maya terdiam sambil memikirkan kemungkinan beberapa nomer yang tepat. " Aha pasti tanggal lahir Dion" Maya mencoba memencet nomer yang sesuai dengan tanggal lahir Dion, tapi hasilnya nihil. "Kalau bukan tanggal lahir Dion berarti tanggal lahirku dong, kali aja dia diam-diam mengagumiku" Maya nampak senyum-senyum sendiri sambil memencet tanggal lahirnya dengan penuh percaya diri." Iiih kok masih salah juga sih, tunggu.....enggak mungkin kan kalau tanggal lahirnya si Raya cewek sialan itu. Maya mencoba menyangkal apa yang hatinya duga" dengan berat hati jari jemari Maya memencet nomer yang sesuai dengan tanggal lahir Raya, ternyata brankas itu berhasil di buka, Maya yang melihat brankasnya terbuka dengan tanggal lahir madunya itu merasa tidak terima dengan apa yang barusan dia lihat" Wah... benar saja ternyata brankas ini menggunakan sandi dari tanggal lahir perempuan sialan itu, apa Dion sekarang benar-benar sudah bisa memaafkan pengkhianatan yang di lakukan Raya? trus apa dia juga sudah bisa membuka hatinya kembali buat perempuan sialan itu, menyebalkan!" Maya kesal di buatnya.
" Oke untuk sementara aku enggak boleh baper dan harus sabar dengan apa yang di lakukan Dion kepadaku lagipula aku sudah tidak membutuhkan cintanya karena sebentar lagi aku akan menguasai seluruh kekayaan milik Dion, ketika saat itu tiba aku akan membuat Dion mengemis cinta kepada ku tentu saja pada saat itu aku akan membuatnya menderita terlebih dahulu baru aku akan menjadikannya sebagai budak cintaku, dan untuk Raya aku akan pastikan dia menghilang selama-lamanya dari pandangan ku kalau perlu dari dunia ini." Maya membayangkan segala hal yang membuat dirinya menjadi bahagia sehingga dia tidak sadar kalau dirinya seperti orang yang tidak waras karena ketawa ketiwi sendirian.
Setelah selesai dengan semua angan-angannya Maya segera mengambil beberapa dokumen yang berada di dalam brankas tersebut, setelah di lihat ternyata itu beberapa dokumen penting yang selama ini dia cari.
__ADS_1
" Yuhuiii.... akhirnya sebentar lagi aku akan menjadi kaya raya sehingga tidak ada lagi yang bisa menghalangi apalagi melawanku, cukup dengan mengambil stempel jari Dion maka semua kekayaan yang dia miliki akan jatuh ke tangan aku." sambil menciumi dokumen yang dia pegang
Setelah selesai dengan misinya Maya segera meninggalkan ruang kerja Dion dan berjalan menuju ke kamarnya, tanpa Maya sadari bahwa aksinya keluar dari ruang kerja Dion telah di video oleh salah satu pelayan.
" Aku harus mengirim segera bukti rekaman video ini kepada nyonya muda, agar nyonya bisa memberitahukan kepada tuan muda Dion." ucap pelayan itu sambil jarinya memencet layar ponselnya.
Di lain tempat ponsel Raya yang berbunyi karena mendapat pesan masuk segera di buka olehnya.
Ini si Maya lagi ngapain keluar dari ruang kerja mas Dion sambil ngendap-ngendap kayak gitu, wah ini pasti ada yang enggak beres, aku harus memberi tahu semuanya kepada mas Dion sekarang.
Dion menatap lekat muka istrinya itu lalu mengusap lembut pipinya "Kamu jangan khawatir dia tidak akan bisa berbuat macam-macam dengan keluarga kita, aku berjanji akan selalu melindungi kamu dari kejahatan yang di lakukan Maya." ucap Dion dengan nada suara yang lembut.
Raya menggapai tangan suaminya yang berada di pipinya lalu menggenggamnya dengan erat " Aku percaya kamu bisa melindungi keluarga kita dari segala niat jahat yang Maya akan lakukan tapi kita tetap harus waspada dengannya." Raya memberikan masukan kepada Dion sambil tersenyum dengan senyuman? manisnya yang membuat Dion tak kuasa menahan diri ingin mencicipinya.
" Raya boleh tidak kalau aku meminta sesuatu?" Dion berbicara dengan penuh keragu-raguan
__ADS_1
" Memang nya mas Dion mau minta apa dariku?" tanya Raya sedikit bingung dengan kelakuan sang suami yang izin kepadanya ketika meminta sesuatu
" Aku... aku.. aku ingin mencium bibir kamu boleh tidak?" tanya Dion dengan muka yang agak memerah
Raya mendengar permintaan dari sang suami nampak kaget di buatnya, Raya teringat terakhir kali suaminya mencium paksa dirinya ketika berada di hotel waktu itu.
Sebenarnya apa yang terjadi pada mas Dion ya? kenapa dia bisa berubah 180°derajat, lebih lembut dan sabar apa jangan-jangan ini seperti di film-film tentang pertukaran antara saudara kembar, apa mungkin ini adalah saudaranya mas Dion, ah ga mungkin kenapa aku jadi berpikiran seperti ini. Pikir Raya sembari menggelengkan kepalanya dan menepuk-nepuk pipinya.
"Kamu kenapa Raya? sampai segitu hebohnya menanggapi permintaan ku" goda Dion
" Mas mesum banget, bisa terang-terangan gitu ngungkapinnya, padahal selama ini mas selalu berbuat sesuka hati tanpa tahu perasaan aku seperti apa mau atau tidak." Raya berkata dengan suara lirih karena takut suaminya menjadi murka
" Raya maafkan aku kalau selama ini bersikap kasar dan arogan sama kamu, mulai saat ini aku akan lebih bersikap lembut dan mendengar semua keluh kesahmu, bagaimana apa kamu sudah berkenan mengabulkan permintaanku?" tanya Dion kembali
Raya mengangguk dengan muka yang merah merona, melihat istrinya begitu imut Dion sudah tidak sabar lagi mencicipi bibir mungil milik istrinya tersebut.
__ADS_1